
Siarandepok.com – DEPOK – Pembangunan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda di wilayah Sawangan, Kota Depok, terganggu keberadaan sejumlah tiang listrik dan tiang kabel optik yang masih berada di area proyek.
Pimpinan proyek, Sitorus, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok segera berkoordinasi dan mendesak pihak PLN serta provider optik untuk memindahkan tiang-tiang tersebut.
Hal itu disampaikan Sitorus saat memantau pekerjaan Jalan Enggram di RW 06, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Selasa (11/8/2026).
“Keberadaan tiang listrik dan tiang kabel optik yang belum dipindahkan jelas sangat mengganggu kelancaran pekerjaan yang kami laksanakan. Oleh sebab itu, kami minta Dinas PUPR dapat mendesak pihak terkait untuk segera merelokasi tiang-tiang yang masuk dalam area proyek,” ujar Sitorus.
Menurutnya, proses relokasi baru mencapai sekitar 50 persen. Dari delapan tiang listrik yang berada di area proyek, baru empat tiang yang telah dipindahkan. Sementara itu, tiang kabel optik yang direlokasi juga baru sekitar setengah dari jumlah keseluruhan.
“Jumlah tiang listrik yang masuk area proyek sebanyak delapan tiang dan baru empat tiang yang dipindahkan. Begitu juga dengan tiang optik, baru separuh yang direlokasi,” katanya.
Progres Pembangunan Capai 34 Persen
Sitorus mengatakan, progres pembangunan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda saat ini telah mencapai 34 persen. Ia optimistis progres pekerjaan dapat menembus lebih dari 50 persen pada awal September 2026, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.
“Saat ini progres hasil pekerjaan sudah masuk di angka 34 persen. Mudah-mudahan kondisi cuaca tetap bagus dan kami sangat optimistis awal bulan depan progres pembangunan sudah mencapai lebih dari 50 persen,” ujarnya.
Untuk mengejar target tersebut, pihak pelaksana akan menyesuaikan jumlah tenaga kerja dengan tahapan pekerjaan di lapangan.
“Saat ini jumlah pekerja yang kami turunkan sebanyak 62 orang dan jumlah itu bisa bertambah atau berkurang, disesuaikan dengan sesi atau tahapan pengerjaan proyek,” pungkasnya.















