
SIARANDEPOK.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok kembali menjadi perhatian setelah sebuah video yang beredar di media sosial dinarasikan memperlihatkan sejumlah warga binaan diduga mengonsumsi narkotika jenis sabu di dalam rutan.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @dewanperwakilanetizen.id pada Sabtu (3/10/2026) kemarin.
Dalam unggahannya, akun tersebut mempertanyakan situasi di dalam Rutan Kelas I Depok. Akun itu juga menyinggung aktivitas sejumlah orang yang terlihat dalam rekaman.
“@rutandepok ada paket nih. Mantep juga ya bisa nercocoy bebas di sana, bisa joget-joget dengan volume musik keras. Keren sekali Depok,” tulis @dewanperwakilanetizen.id.
Dalam video yang diunggah, tampak sejumlah orang berada di sebuah ruangan. Mereka terlihat berjoget dengan iringan musik yang terdengar cukup keras.
Salah seorang yang terekam dalam video juga terlihat memegang benda yang oleh pengunggah dinarasikan sebagai alat untuk mengonsumsi sabu.
Namun, berdasarkan materi yang beredar tersebut, belum dapat dipastikan secara independen lokasi pengambilan video, identitas orang-orang di dalamnya, maupun benda yang terlihat dalam rekaman.
Unggahan itu kemudian menuai berbagai tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna Instagram meninggalkan komentar terkait video tersebut.
Salah satunya akun @tom*** yang menuliskan, “Gw salut sama Lo min, ini paket sangat berharga dan tidak mudah bisa mendapatkan bukti real seperti ini. jaringan Lo mantab.”
Komentar lainnya disampaikan akun @mot***.
“Ini sih amazing banget, GK terasa rutan, rasanya sama kaya di club MLM,” tulis dia.
Sementara itu, akun @maz*** menuliskan, “Mau digrebek Ombudsman juga kah.”
Berbagai komentar tersebut merupakan tanggapan pengguna media sosial terhadap unggahan yang beredar dan tidak serta-merta dapat digunakan untuk memastikan kebenaran isi maupun konteks video.
Awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Rutan Kelas I Depok mengenai video dan narasi yang beredar tersebut.
Namun, hingga berita ini ditulis, pejabat terkait belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi.
Keterangan resmi dari pihak Rutan Kelas I Depok diperlukan untuk menjelaskan konteks video tersebut sekaligus memastikan informasi yang beredar kepada publik.















