
SiaranDepok.com – Diniyyah Al-Azhar Jambi sebagai institusi pendidikan dengan unit pendidikan terlengkap di Provinsi Jambi, hadir dengan konsep keterpaduan antara pelajaran Agama dan umum serta mensinergikan antara kecerdasan kognitif, afektif, psikomotor dan spiritual dengan metode pembinaan karakter melalui program-program, kegiatan dan pembiasaan.
Dalam kegiatan Capacity Building dan Rapat Kerja Tahunan 2026 Diniyah Al-Azhar Jambi, PT Penerbit Erlangga hadirkan Dr Awaluddin Faj, M.Pd sebagai Praktisi dan Konsultan yang berlatar belakang Pesantren untuk membawakan materi Spirit Ruh Mudarris.
Bapak Rizki Junando Sandi selaku Marketing Communication mengatakan Alhamdulillah, Dr Awaluddin Faj, M.Pd adalah narasumber pertama yang penerbit Erlangga Bawa ke Sumatera, khususnya di Jambi, dan insyaAllah materi ini, narasumber sudah expert di materi ini.
Sedikit ngobrol dengan narasumber, beliau mengatakan bahwa Ruh Mudarris menjadi filosofi pendidikan yang menekankan bahwa jiwa, keikhlasan, dan dedikasi seorang guru jauh lebih penting daripada materi maupun metode pengajaran itu sendiri, sehingga spirit Ruh Mudarris menjadi hal penting yang harus dimiliki oleh para pendidik. Ungkapnya
Dr Awaluddin Faj, M.Pd menyampaikan
الطريقة اهم من المادة, والمدرس اهم من الطريقة, وروح المدرس اهم من المدرس نفسه
“At thariqah ahammu minal maddah, wal mudarris ahammu minat thariqah, war ruhul mudarris ahammu minal mudarris nafsihi.”
Metode itu lebih penting dari materi ajar, dan guru lebih penting dari metode, tetapi ruh (jiwa) seorang guru itu lebih penting dari guru itu sendiri.
Guru merupakan komponen utama dan berada dalam posisi yang teramat penting dalam proses pembelajaran dan pendidikan. Keberadaannya tidak dapat digantikan dengan kecanggihan teknologi sejak dulu hingga akhir perjalanan kehidupan manusia. Dalam perjalanan kehidupan manusia guru senantiasa menyalakan obor untuk memberikan penerangan dan pencerahan jalan kehidupan manusia di suasana gelap. Api pencerahan terus dinyalakan oleh guru di sepanjang jaman.
Karena itu guru memiliki peran yang sangat fundamental dan strategis dalam membangun peradaban manusia melalui perannya di dunia pendidikan yang bukan saja sekadar sebagai penyampai pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga sangat penting sebagai pembentuk karakter unggul, pembimbing, fasilitator, dan inspirator siswa dalam belajar. maupun sosiologi.
Ruh al-mudarris mencakup dimensi spiritual, moral, dan emosional yang melekat pada diri seorang pendidik yang dapt menjadikan proses pembelajaran yang dilaksanakan lebih manusiawi, penuh kesadaran, bermakna dan membahagiakan (deep learning). Pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang menghubungkan pengetahuan duniawi dengan nilai-nilai spiritual, dan guru berperan sebagai pengarah dalam perjalanan spiritual dan intelektual siswa. Ujar alumni Pondok Modern Darussalam Gontor ini.















