SiaranDepok — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi melaunching Ruang Bersama Indonesia (RBI) Tahun 2026 sebagai gerakan kolaboratif berbasis kelurahan yang dilaksanakan serentak di 63 kelurahan se-Kota Depok.
Kegiatan launching dipusatkan di Kelurahan Pengasinan sebagai pilot project, sekaligus menjadi simbol dimulainya komitmen bersama menghadirkan ruang yang aman, inklusif, dan berpihak pada perempuan serta anak.
Wali Kota Depok menegaskan, RBI merupakan gerakan strategis yang tidak hanya bersifat programatik, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen.
“RBI bukan sekadar program, tetapi gerakan kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat bersama para pemangku kepentingan berbasis kelurahan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, RBI diselenggarakan dengan pendekatan berbasis kearifan lokal yang holistik, integratif, dan berkelanjutan.
“Tujuan utama RBI adalah mewujudkan desa dan kelurahan yang ideal bagi perempuan dan anak, melalui komitmen dan kepemilikan bersama serta optimalisasi seluruh potensi yang dimiliki,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam keberhasilan program ini.
“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi menjadi kunci agar RBI tumbuh sebagai gerakan bersama yang berdampak nyata,” tegasnya.
Launching RBI di Kota Depok juga menjadi bagian dari dukungan terhadap prioritas nasional.
“RBI mendukung penguatan kesetaraan gender serta perlindungan hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, sekaligus menjadi kontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkot Depok turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Arifah Fauzi.
“Kami menyampaikan penghargaan atas dukungan dalam penguatan perlindungan perempuan dan anak sebagai bagian penting pembangunan sumber daya manusia,” tuturnya.
Momentum launching juga ditandai dengan deklarasi kesiapan para lurah di Kota Depok.
“Ini bukan sekadar simbolik, tetapi langkah awal yang harus kita jaga dan wujudkan bersama,” ungkapnya.
Kelurahan Pengasinan ditetapkan sebagai percontohan pelaksanaan RBI, sementara Kelurahan Serua menjadi bagian dari penguatan sinergi program.
Terakhir, dirinya menyampaikan pesan reflektif.
“Masa depan sebuah kota tidak ditentukan oleh apa yang kita bangun hari ini, tetapi oleh bagaimana kita menyiapkan generasi yang akan melanjutkannya,” pesannya. (Yuda)












