SiaranDepok.com — Pemkot Depok melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) resmi merilis laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok hingga 31 Januari 2026 sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Berdasarkan laporan tersebut, realisasi pendapatan daerah tercatat sebesar Rp259,4 miliar atau 6,24 persen dari target APBD Tahun 2026 yang mencapai Rp4,1 triliun. Pendapatan ini bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, serta pendapatan lain yang sah.
Kepala BKD Kota Depok, Nuraeni Widayatti, menyampaikan bahwa seluruh pendapatan yang masuk akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan kota serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi warga Depok.
Sementara itu, realisasi belanja daerah hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp45,1 miliar atau 1,03 persen dari total anggaran belanja sebesar Rp4,3 triliun. Posisi kas daerah per akhir Januari juga tercatat sebesar Rp385,5 miliar.
Dalam APBD 2026, terdapat defisit anggaran sebesar Rp230,7 miliar yang akan ditutup melalui pembiayaan daerah dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya serta penerimaan pinjaman daerah.
BKD menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara bertahap, terencana, dan akuntabel. Transparansi tetap menjadi prioritas agar setiap rupiah yang dibelanjakan dapat diawasi serta dipertanggungjawabkan demi manfaat nyata bagi masyarakat. (Asep)










