Tragedi di Sigi: Niat Beristirahat Makan Siang, Seorang Petani Tewas Diterkam Piton 5 Meter!

- Reporter

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok — Kabar duka menyelimuti warga Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Seorang petani berinisial MS (34) ditemukan tewas mengenaskan setelah diterkam dan nyaris ditelan bulat-bulat oleh ular piton sepanjang 5 meter.

Korban ditemukan dalam kondisi terlilit erat oleh ular piton raksasa di kawasan pegunungan. Tragisnya, saat ditemukan warga, separuh tubuh korban—mulai dari kepala hingga leher—sudah masuk ke dalam mulut ular tersebut.

Korban adalah MS, seorang petani setempat yang dikenal ulet. Pilunya, MS meninggalkan seorang istri yang diketahui tengah mengandung (hamil muda) dengan usia kandungan dua bulan.

Peristiwa bermula saat korban berangkat ke kebun pada Rabu (28/1) pagi. Karena tak kunjung pulang hingga malam hari, warga melakukan pencarian dan menemukan korban di lokasi kejadian pada pukul 21.00 WITA.

Korban diduga diserang secara mendadak saat sedang beristirahat untuk makan siang. Di lokasi, ditemukan bekal makanan korban yang belum sempat disantap. Korban diduga tak menyadari keberadaan predator tersebut sehingga tidak sempat melakukan perlawanan.

Ayah korban yang ikut dalam pencarian langsung menebas ular tersebut hingga mati. Setelah ular ditebas, jenazah korban baru bisa dikeluarkan dari lilitan dan mulut ular dalam kondisi sudah kaku.

Kepala Desa Bangga, Abrar Ganasatu, mengonfirmasi kejadian memilukan tersebut dan meminta warga untuk lebih waspada saat beraktivitas di hutan.
​”Ular tersebut menyerang secara tiba-tiba, kemungkinan menghantam bagian kepala korban terlebih dahulu sehingga tidak ada kesempatan untuk melawan. Kami sangat berduka, apalagi almarhum meninggalkan istri yang sedang hamil dua bulan. Kami mengimbau para petani agar tidak pergi ke kebun sendirian, mengingat kawasan pegunungan kita memang habitat satwa liar,” ungkap Abrar. (Asep)

 

 

Berita Terkait

Didukung 36 Perguruan Silat, Tri Sakti Anggoro Resmi Pimpin IPSI Kota Depok Periode 2026–2030
Lurah Sawangan Tegaskan Program Wisata Keberagaman Murni Gratis dan Tidak Membebani Warga
Perbaikan Trotoar Amblas di Sungai Secawan Depok Masih Menunggu Sinyal BPKP dan Inspektorat
Drajat Karyoto Pimpin Perbasi Depok, Targetkan Emas di Porprov Jabar 2026
Antisipasi Tawuran dan Curanmor, Tiga Pilar Pengasinan Gelar Patroli Gabungan
Atasi Banjir Jalan Raya Cinere, Dinas PUPR Depok Rancang Pembuatan Sodetan ke South City
Guyuran Hujan Berkah Sholat Istisqa Bersihkan Sisa Abu Vulkanik di Kota Depok
Pemkot Depok Genjot Pembangunan Jalan di Sawangan, Camat Imbau Warga Bersabar

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:33 WIB

Didukung 36 Perguruan Silat, Tri Sakti Anggoro Resmi Pimpin IPSI Kota Depok Periode 2026–2030

Senin, 21 September 2026 - 13:31 WIB

Lurah Sawangan Tegaskan Program Wisata Keberagaman Murni Gratis dan Tidak Membebani Warga

Senin, 21 September 2026 - 13:23 WIB

Perbaikan Trotoar Amblas di Sungai Secawan Depok Masih Menunggu Sinyal BPKP dan Inspektorat

Senin, 21 September 2026 - 13:18 WIB

Drajat Karyoto Pimpin Perbasi Depok, Targetkan Emas di Porprov Jabar 2026

Senin, 21 September 2026 - 09:57 WIB

Antisipasi Tawuran dan Curanmor, Tiga Pilar Pengasinan Gelar Patroli Gabungan

Minggu, 20 September 2026 - 20:24 WIB

Guyuran Hujan Berkah Sholat Istisqa Bersihkan Sisa Abu Vulkanik di Kota Depok

Minggu, 20 September 2026 - 20:19 WIB

Pemkot Depok Genjot Pembangunan Jalan di Sawangan, Camat Imbau Warga Bersabar

Sabtu, 19 September 2026 - 22:27 WIB

Sah Dilantik, Ketua HIPMI Depok Ardian Fajar Siap Tingkatkan Perekonomian Daerah

Berita Terbaru