



SIARAN DEPOK – Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, menerima kunjungan delegasi UN Women Pakistan pada Selasa (20/1/2026).
Kunjungan ini dilakukan bersama UN Women Indonesia dan difasilitasi oleh Wahid Foundation dalam rangka melihat langsung praktik pemberdayaan perempuan dan pengembangan Desa Damai di Duren Seribu.
“Jadi Kelurahan Duren Seribu itu kedatangan delegasi dari UN Women Pakistan yang bekerjasama dengan UN Women Indonesia yang difasilitasi oleh Wahid Foundation,” ujar Lurah Duren Seribu, Ahmad Sabani kepada wartawan.
Ia menjelaskan, Duren Seribu menjadi salah satu wilayah percontohan Desa Damai di Kota Depok sejak 2017.
Program ini, sambung Sabani, berfokus pada penguatan peran perempuan dalam pembangunan sosial dan ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi UN Women Pakistan meninjau sejumlah titik kegiatan perempuan, salah satunya Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar. Kelompok ini dinilai menjadi bukti nyata keterlibatan perempuan dalam penguatan ekonomi keluarga dan komunitas.
“UN Women Pakistan itu ingin melihat lebih jauh peran strategis perempuan di Duren Seribu itu seperti apa gitu untuk diadopsi oleh mereka dan dikembangkan nanti di Pakistan gitu,” jelas Sabani.
Selain itu, rombongan juga melihat berbagai fasilitas sosial yang dikelola dan didominasi oleh perempuan, seperti Posyandu, PKK RW, Taman Lansia, dan Taman Bermain Anak.
Keberhasilan Duren Seribu juga tercermin dari meningkatnya peran perempuan dalam kepemimpinan lingkungan. Dari total 40 RT, sembilan RT kini dipimpin oleh perempuan hasil pemilihan langsung warga.
Tak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi, Duren Seribu juga menjalankan program pengelolaan sampah rumah tangga melalui program Ember Biru. Program ini melibatkan perempuan sebagai aktor utama dalam pemilahan sampah dari sumbernya.
Lebih lanjut, Sabani menyampaikan harapan adanya dukungan lanjutan dari Women Indonesia berupa fasilitas mesin pencacah dan mesin pres plastik.
“Supaya pengelolaan sampah di Duren Seribu menjadi lebih maksimal dan lebih optimal,” tuntasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama lanjutan, sekaligus membuka peluang agar praktik pemberdayaan perempuan di Duren Seribu dapat direplikasi, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Pakistan.













