



SiaranDepok-Wali Kota Depok Supian Suri berjanji segera menangani persoalan tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah titik, di antaranya TPS Bhakti Jaya dan Jalan Baru Plenongan. Salah satu langkah cepat yang ditempuh adalah membentuk satuan tugas (satgas) khusus penanganan sampah.
“Saya minta segera dibentuk satgas sampah,” kata Supian, Jumat (9/1/2026).
Menurut Supian, satgas tersebut akan bertugas membersihkan tumpukan sampah yang mengganggu aktivitas warga serta merespons laporan sampah liar di berbagai wilayah Kota Depok.
Pemkot Depok juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan pengelola sampah. Saat ini, pembangunan fasilitas pengolahan sampah di lahan seluas dua hektare di Cipayung tengah berlangsung.
“Targetnya minimal 500 ton per hari, bahkan bisa sampai 1.000 ton sampah diolah menjadi RDF,” ujar Supian.
Selain penanganan di hilir, Pemkot Depok juga akan mendorong pemilahan sampah dari sumbernya. Masyarakat di tiap RW nantinya diwajibkan memilah sampah organik dan anorganik, dengan dukungan dana RW yang direncanakan mulai 2027.
Supian berharap pengelolaan sampah dengan metode Refuse Derived Fuel (RDF) sudah mulai berjalan pada semester pertama tahun ini dan efektif mengurangi penumpukan sampah di TPS.
“Kalau RDF sudah berjalan, sampah di TPS tidak akan mengendap lama,” tuturnya.
Sebelumnya, tumpukan sampah dilaporkan memenuhi badan jalan di sejumlah titik akibat TPA Cipayung yang mengalami kelebihan kapasitas serta terbatasnya armada pengangkut. Di TPS Bhakti Jaya, sampah meluber ke jalan karena pengangkutan ke TPA hanya menggunakan satu truk per hari. (Asep)













