



SiaranDepok-Parlemen Iran merespons keras Amerika Serikat (AS) di tengah gejolak kerusuhan yang memakan korban jiwa hingga ratusan orang. Parlemen Iran memberi peringatan ke AS dan Israel jika mereka menyerang lebih dulu. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memperingatkan Iran agar tidak menembak para demonstran di tengah aksi protes besar-besaran anti-pemerintah.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pun menegaskan bahwa militer AS dan Israel akan menjadi “sasaran yang sah” apabila Amerika Serikat benar-benar melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran seperti yang diancamkan Trump, pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan internal akibat gelombang demonstrasi yang meluas di berbagai kota di Iran.
Di mana kerusuhan tersebut dilaporkan telah menelan ratusan korban jiwa dan memicu sorotan serta kritik dari komunitas internasional terhadap cara pemerintah Iran menangani aksi protes warganya.
Ghalibaf juga menekankan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika kedaulatan negaranya diganggu oleh pihak asing dan menyebut setiap bentuk intervensi militer dari Amerika Serikat maupun Israel akan dibalas secara tegas, seraya menyatakan bahwa Iran memiliki kemampuan pertahanan yang siap menghadapi ancaman eksternal.
Sementara itu berbagai negara dan organisasi internasional terus mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang dapat memperburuk situasi keamanan kawasan, mengingat ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas Timur Tengah. (Asep)













