Kota Depok Fokus Capai Zero New Stunting, Bappeda Tekankan Pentingnya Kejujuran Data dan Pendekatan Demografi

- Reporter

Senin, 11 Agustus 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Pemerintah Kota Depok melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menegaskan komitmennya dalam upaya penanganan stunting secara menyeluruh dan terintegrasi. Dalam sambutannya pada kegiatan Rembuk Stunting Kota Depok Tahun 2025, Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana, menyoroti berbagai tantangan serta strategi yang perlu diambil untuk mencapai target zero new stunting di wilayahnya.

“Saat ini, tantangan stunting di Depok bukan semata karena kemiskinan. Bahkan, data menunjukkan bahwa 85% kasus stunting tidak berasal dari keluarga miskin. Ini mengindikasikan perlunya pendekatan perubahan perilaku sebagai bagian dari intervensi utama,” ujar Dadang.

Tantangan Migrasi dan Perubahan Demografi
Depok, sebagai kota urban dengan mobilitas penduduk yang tinggi, menghadapi fenomena migrasi yang berdampak pada ‘impor’ kasus stunting, di mana anak-anak penderita stunting berasal dari luar daerah. Selain itu, perubahan struktur demografi, khususnya meningkatnya jumlah lansia, menjadi tantangan tersendiri dalam perencanaan pembangunan.

“Pendekatan pembangunan harus disesuaikan dengan tipologi demografi, mulai dari generasi milenial hingga generasi Z. Misalnya, keterlibatan remaja dalam kampanye tablet tambah darah bagi remaja putri bisa menjadi bagian dari solusi preventif,” jelasnya.

*Kejujuran dan Akurasi Data Jadi Kunci*
Dalam sambutannya, Dadang Wihana juga menekankan pentingnya kejujuran dalam pelaporan data stunting, meskipun angka yang tercatat tinggi. “Kejujuran data menjadi dasar utama agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai kita bekerja berdasarkan data yang tidak mencerminkan realitas,” katanya.

Ia juga mengkritisi perbedaan antara data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) dan EPPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting di Depok berada di angka 12,5%, sementara data EPPGBM menunjukkan angka yang lebih rendah. Namun, ia mencurigai bahwa data EPPGBM belum mencakup seluruh bayi yang seharusnya terdeteksi.

Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya penggunaan data by name by address, yang mencantumkan identitas dan alamat jelas dari setiap kasus, untuk memastikan intervensi dapat dilakukan secara terarah dan terukur.

*Dibandingkan Daerah Lain*
Menariknya, Dadang juga membandingkan angka stunting Depok dengan daerah lain seperti Cianjur dan Indramayu, yang memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) lebih rendah, tetapi angka stunting mereka justru lebih kecil. Hal ini memunculkan pertanyaan kritis mengenai akurasi data dan efektivitas intervensi yang dilakukan di masing-masing daerah.

*Penutup*
Melalui sambutannya, Kepala Bappeda Kota Depok menegaskan bahwa penanganan stunting adalah pekerjaan lintas sektor yang tidak bisa hanya mengandalkan program-program sektoral semata. “Kunci keberhasilan ada pada sinergi lintas sektor, kejujuran data, pendekatan berbasis demografi, dan perubahan perilaku masyarakat. Mari kita wujudkan generasi Depok yang sehat dan bebas stunting,” tutupnya.

Berita Terkait

Babat Bangunan Liar di Tugu, Satpol PP Depok Pulihkan Fungsi Drainase
Serua Peduli: Sedekah Telur, Cegah Stunting!
Dinkes Depok Gercep Usut Kasus Susu MBG
Ngedeprok Lebih Asik, Wajah Baru Depok Open Space 3 Resmi Dibuka
Bagi-Bagi 85 Teko, Trik Kelurahan Serua Bikin RT-RW Makin Guyub!
Green Policing di Depok: Saat Polisi & Warga Turun Tangan Bikin Asri Lingkungan
Capai 93%, Perbaikan Tiga Jalan Utama di Sawangan Rampung Akhir Tahun
Damkar Depok Evakuasi Kucing Terjebak Motor dan Dua Biawak dalam Sehari

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Babat Bangunan Liar di Tugu, Satpol PP Depok Pulihkan Fungsi Drainase

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Serua Peduli: Sedekah Telur, Cegah Stunting!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Dinkes Depok Gercep Usut Kasus Susu MBG

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Ngedeprok Lebih Asik, Wajah Baru Depok Open Space 3 Resmi Dibuka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Bagi-Bagi 85 Teko, Trik Kelurahan Serua Bikin RT-RW Makin Guyub!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Capai 93%, Perbaikan Tiga Jalan Utama di Sawangan Rampung Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Damkar Depok Evakuasi Kucing Terjebak Motor dan Dua Biawak dalam Sehari

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Ciptakan Momen Seru Keluarga di Family Fun Run 2.5K Depok!

Berita Terbaru

Lurah Serua, Ikhwan membagikan paket makanan bergizi kepada warga dalam program Setel Kuping. (Foto: Dokumentasi Narasumber)

Berita Depok

Serua Peduli: Sedekah Telur, Cegah Stunting!

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:48 WIB

Ilustrasi proses pengolahan MBG di salah satu SPPG yang terletak di Kota Depok. (Foto: Diskominfo Depok).

Berita Depok

Dinkes Depok Gercep Usut Kasus Susu MBG

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:46 WIB

Kawasan DOS 3 yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas. (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Ngedeprok Lebih Asik, Wajah Baru Depok Open Space 3 Resmi Dibuka

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:44 WIB

Lurah Serua, Ikhwan, foto bersama para ketua RT dan RW setelah penyerahan teko di Aula Kelurahan Serua. (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

Bagi-Bagi 85 Teko, Trik Kelurahan Serua Bikin RT-RW Makin Guyub!

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:41 WIB