Ternyata Ini Alasan Walikota Depok, Supian Suri Hentikan Program Santunan Kematian : Prioritaskan Rintisan Sekolah Swasta Gratis

- Reporter

Senin, 21 Juli 2025 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Meski Walikota Depok, Supian Suri telah menjelaskan alasan terkait dihentikannya Program Santunan Kematian pada 30 Juni 2025.

Namun alasan tersebut nampaknya oleh sebagian kelompok di rancukan dengan sengaja menyebarkan opini yang mengesampingkan alasan yang telah disampaikan tersebut.

Padahal jika mengutip dari tempo.co.id Wali Kota Depok Supian Suri telah menyampaikan alasan pemerintah daerah menghentikan program bantuan sosial santunan kematian per Senin, 30 Juni 2025.

“Ada program prioritas. Kami hari ini memprioritaskan buat rintisan sekolah swasta gratis,” kata Supian saat ditemui dalam rapat kerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah Depok di Aula 3 BJB Depok pada Jumat, 4 Juli 2025.

Supian Suri berujar, pemerintah memprioritaskan program sekolah swasta gratis karena punya tanggung jawab terhadap masa depan anak di Depok. Depok meluncurkan sekolah swasta gratis itu pada Selasa, 24 Juni 2025.

Pada tahap awal sebanyak 50 SMP/Mts swasta bekerja sama. Program ini menggratiskan siswa kelas VII untuk bersekolah di 50 SMP/MTs. Adapun kuota siswa yang akan ditanggung pemerintah mencapai 3 ribu orang. Anggaran per siswa Rp 3 juta per tahun.

“Kenapa santunan kematian sudah tidak lagi berlanjut, karena hari ini warga sudah tidak lagi punya kewajiban terhadap retribusi makam, makam sudah gratis tidak ada lagi bayar makam,” jelas Supian.

Kemudian, pegawai makam sampai penggali kubur pun telah digaji pemerintah. Sehingga tidak ada lagi kewajiban bagi ahli waris memberikan uang ke penggali kubur.

“Tapi kalau keluarga masih mau memberi perhatian itu menjadi sifatnya pribadi,” ujarnya. “Tapi secara tanggung jawab, pemerintah sudah menyiapkan makam, membiayai penggali makan, khususnya di TPU pemerintah.”

Selanjutnya, kata Supian, pemerintah sudah mendistribusikan ambulans ke pengurus masjid, RT/RW, dan lainnya untuk memfasilitasi masyarakat.

“Artinya kami menghitung bahwa pelayanan, khususnya terhadap kematian ini sudah kami maksimalkan, sehingga tidak lagi memberikan santunan,” jelas Supian.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok itu juga mengatakan mekanisme pencairan santunan kematian pun tidak bisa dilakukan saat hari dibutuhkan.

“Artinya selang dua bulan atau tiga bulan baru diusulkan. Ini juga saya melihat tidak terlalu langsung mengena pada kebutuhan saat itu, sementara kebutuhan tadi sudah ter-cover,” katanya.

Supian Suri memohon maaf kepada masyarakat karena telah menghentikan program santunan kematian dan memprioritaskan ke bantuan sosial lainnya.

“Tapi sekali lagi Pemkot Depok punya keterbatasan dari sisi pendanaan, kalau semuanya kami biayain, kami tetap tidak akan mampu.” ujar Supian Suri.

Program Santunan Kematian digulirkan sejak 2011 pada era Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dengan nominal Rp 2 juta untuk ahli waris. Mulai 30 Juni 2025, Pemkot Depok resmi menghentikan program bantuan sosial santunan kematian, sesuai dengan surat edaran Dinas Sosial Kota Depok Nomor 3499/Linjamsoscana/2025 tertanggal 26 Juni 2025.***

Berita Terkait

WORKSHOP EXCLUSIVE CARA UNIK PROMOSI SEKOLAH BERSAMA PRIMAGO CONSULTING TAHUN 2026
Polimedia Jakarta Kukuhkan 1.152 Wisudawan, 84 Persen Langsung Bekerja
Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial, Ini bentuk Apresiasi Warga pada Wali Kota Depok Supian Suri
Selain Infrastruktur dan Pendidikan, Ini Prioritas Wali Kota Depok Supian Suri tahun 2027
Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Ini dia 3 Kampus Islam Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Ponorogo, Ada Kampus yang berbasis Pesantren

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:39 WIB

54 Warga Pondokjaya Dapat Sertifikat di PTSL

Kamis, 5 November 2026 - 17:35 WIB

Depok Fashion Forward 2026: Wajah Baru Kreatif Lokal

Kamis, 5 November 2026 - 17:31 WIB

Kabar Baik! Perbaikan SeCawan Depok Dimulai Pekan Ini

Kamis, 5 November 2026 - 17:23 WIB

Pemkot Depok Kembali Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 17:17 WIB

Sayonara Kabel Semrawut! Ini Langkah Cepat Depok Menata Kota

Kamis, 5 November 2026 - 09:53 WIB

Wajah Baru Stasiun Depok Baru: Lebih Modern dan Terintegrasi!

Kamis, 5 November 2026 - 08:46 WIB

Tingkatkan Pelayanan Penumpang, Penataan Stasiun Depok Baru Ditargetkan Rampung Akhir Desember

Rabu, 4 November 2026 - 19:01 WIB

Guntur Gani Prakoso Resmi Pimpin Kasi Intel Kejari Depok

Berita Terbaru

Lurah Pondok Jaya, Marbawi menyerahkan 54 sertifikat tanah kepada warga Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung. (Sumber foto: Istimewa)

Berita Depok

54 Warga Pondokjaya Dapat Sertifikat di PTSL

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:39 WIB

Depok Fashion Forward sekaligus Dekranasda Goes to Mall resmi dibuka di Margo City, Kamis (05/11/26). (Sumber foto: Siaran Depok/AN Rafi)

Berita Depok

Depok Fashion Forward 2026: Wajah Baru Kreatif Lokal

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:35 WIB

Petugas dari DPUPR dan Polres Metro Depok menggelar inspeksi langsung ke lokasi di Jalan Raya Sawangan, persis di area depan Sungai Elok Cantik dan Menawan (SeCawan), Kecamatan Pancoran Mas, pada Kamis (05/11/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Kabar Baik! Perbaikan SeCawan Depok Dimulai Pekan Ini

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:31 WIB

Pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor di Halaman Kantor PBB, Balai Kota Depok, Kamis (05/11/26). (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Pemkot Depok Kembali Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB

Penertiban kabel udara digelar oleh Dinas PUPR di kawasan Jalan Pemuda serta Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa (14/04/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Sayonara Kabel Semrawut! Ini Langkah Cepat Depok Menata Kota

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:17 WIB