Ketika Santri di Pesantren Tersisa 1 Orang

- Reporter

Senin, 21 Juli 2025 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhammad Husain Sanusi_

Tren penurunan minat belajar di pesantren menjadi topik hangat yang mulai dibicarakan.Topik ini jadi salah satu pembahasan dalam acara silaturahmi pimpinan pesantren Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) Korwil Jatim, di Pesantren Terpadu Darul Ihsan, Malang, Minggu (20/7/2025).

Berbagai faktor disinyalir menjadi penyebab menurunnya minat belajar di pesantren mulai dari pergeseran zaman, tuntutan ekonomi, hingga perubahan preferensi generasi muda dalam menimba ilmu.

Namun, di tengah tantangan ini, sebuah kisah inspiratif muncul dari K.H. Masruri Abdul Muhit, Pimpinan Pesantren Darul Istiqomah, Bondowoso, yang memberikan kita sebuah pelajaran berharga tentang keteguhan dan dedikasi.

Kisah ini berawal dari pengalaman getir yang pernah dialami oleh Kiai Masruri. Dalam sebuah pidatonya, beliau menceritakan tentang situasi ekstrem di mana santri di pesantrennya hanya tersisa satu orang.

Bayangkan, dari ratusan santri yang biasanya memadati majelis ilmu, kini hanya seorang diri yang setia bertahan. Ini bukanlah hal yang mudah, baik bagi kiai maupun santri itu sendiri. Namun, di sinilah letak kebijaksanaan dan keteguhan hati para ulama sejati.

Kyai Masrur mengisahkan salah satu teladan dari Kyai Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, pernah berpesan, “Jadilah ulama yang intelek bukan intelek yang tahu agama.” Dasar inilah yang membuat Gontor teguh menerapkan sistem Kulliyatul Mu’allimin Islamiyah (KMI) meski tidak populer di masyarakat Indonesia kala itu.

Pesan ini seolah menjadi fondasi kuat bagi para pengasuh pesantren untuk tidak gentar menghadapi pasang surutnya dinamika pendidikan.

Pengalaman Gontor sendiri, yang bermodalkan 300 santri warisan dari santri Pak Sahal dan Tarbiyatul Athfal, dan kemudian sempat menurun hingga 13 santri saja.

Dalam situasi santri tersisa 13 orang, bPak Zar (sapaan akrab Kyai Zarkasyi) bersumpah, “Saya akan tetap mengajar meskipun santri tersisa 1 orang, dan jika satu orang itu pergi saya akan tetap mengajar dengan pena.”

Sebuah janji yang mencerminkan dedikasi tak tergoyahkan terhadap ilmu dan pendidikan. Inilah Keyakinan Kyai Gontor yang ketika santri tersisa 13 orang patut menjadi teladan. Mereka tetap menjalankan KMI.

Kiai Masruri juga menceritakan perjuangan beliau merintis Darul Istiqomah di Bondowoso, sebuah wilayah yang cukup sulit menerapkan sistem KMI Gontor dan bisa dikatakan daerah yang tidak subur untuk pesantren ashriyah.

Di tengah tantangan itu, Kiai Masruri sowan ke seniornya Kiai Maksum yang berhasil mendirikan Pesantren Al Ikhlas dengan sistem KMI di Bondowoso yang tak jauh dari Darul Istiqomah.

Kiai Maksum kala itu berpesan kepada Kiai Masruri, “Di Bondowoso ini kita tidak mungkin menyalakan lampu 1000 watt, mari kita nyalakan lampu 5 watt disana dan 5 watt disana. Lama kelamaan kalau lampu 5 watt nya banyak Bondowoso akan terang seperti yang 1000 watt.”

Ini adalah analogi yang sangat brilian. Hikmahnya adalah bahwa perubahan besar tidak selalu datang dari upaya tunggal yang masif.

Seringkali, perubahan dimulai dari langkah-langkah kecil, konsisten, dan berani menghadapi tantangan meski sulit.

Kiai Masruri sendiri pernah mengalami situasi sulit, di mana santri di pesantrennya hanya tersisa satu orang. Namun, beliau tetap mempertahankan KMI.

Ini adalah tentang keyakinan pada sistem dan kurikulum yang telah dibangun, meskipun dalam situasi paling sulit, tapi membangun fondasi yang kuat adalah modal untuk kebangkitan. Ini menunjukkan keteguhan mental dan kepercayaan pada nilai-nilai yang diemban.

Dalam pemaparannya, Kiai Masruri menantang para Kiai muda, apakah kalian masih kuat ketika santri kalian tersisa 1 orang saja?

Dari pengalaman Gontor dan Darul Istiqomah ini menunjukkan bahwa kuantitas bukanlah satu-satunya tolok ukur kesuksesan. Ketahanan dan kualitas, meskipun dalam jumlah yang sedikit, dapat menjadi pijakan untuk bangkit kembali.

Ketika minat belajar di pesantren menurun, semangat para ulama seperti Kyai Imam Zarkasyi, Kiai Masruri dan para Kiai sepuh lainnya menjadi lentera yang tak pernah padam, mengingatkan kita bahwa dakwah dan pendidikan adalah perjuangan yang tak mengenal kata menyerah.

Penurunan minat belajar di pesantren adalah isu kompleks yang memerlukan perhatian serius. Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, kisah-kisah resiliensi dari institusi seperti Pondok Modern Darussalam Gontor dan pengalaman K.H. Masruri Abdul Muhit di Bondowoso menawarkan perspektif berharga.

Pengalaman kedua institusi ini, meskipun berbeda dalam skala, memiliki benang merah yang sama: keteguhan, visi jangka panjang, dan kemampuan untuk beradaptasi di tengah tantangan.

Silaturahmi FPAG Jawa Timur dihadiri Sekjen, KH Anang Rikza Masyhadi, Pimpinan Pesantren Tazakka, Batang, Jateng, Ketua IKPM Malang, Ustadz David Rusdianto.

Acara ini juga mendengar kan pemaparan Dr. Saeful Amin tentang Pendidikan KMI dan Output Alumninya, Modifikasi KMI dan Penerimaan Masyarakat disampaikan KH. Dr Ajir Abdi Moenip.

Berita Terkait

WORKSHOP EXCLUSIVE CARA UNIK PROMOSI SEKOLAH BERSAMA PRIMAGO CONSULTING TAHUN 2026
Polimedia Jakarta Kukuhkan 1.152 Wisudawan, 84 Persen Langsung Bekerja
Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial, Ini bentuk Apresiasi Warga pada Wali Kota Depok Supian Suri
Selain Infrastruktur dan Pendidikan, Ini Prioritas Wali Kota Depok Supian Suri tahun 2027
Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Ini dia 3 Kampus Islam Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Ponorogo, Ada Kampus yang berbasis Pesantren

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:35 WIB

Depok Fashion Forward 2026: Wajah Baru Kreatif Lokal

Kamis, 5 November 2026 - 17:31 WIB

Kabar Baik! Perbaikan SeCawan Depok Dimulai Pekan Ini

Kamis, 5 November 2026 - 17:23 WIB

Pemkot Depok Kembali Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 17:17 WIB

Sayonara Kabel Semrawut! Ini Langkah Cepat Depok Menata Kota

Kamis, 5 November 2026 - 11:24 WIB

BKKBN dan Komisi IX DPR Gaungkan Program Bangga Kencana

Kamis, 5 November 2026 - 08:46 WIB

Tingkatkan Pelayanan Penumpang, Penataan Stasiun Depok Baru Ditargetkan Rampung Akhir Desember

Rabu, 4 November 2026 - 19:01 WIB

Guntur Gani Prakoso Resmi Pimpin Kasi Intel Kejari Depok

Rabu, 4 November 2026 - 18:59 WIB

Ratusan Dapur Makan Gratis di Depok Kini Diawasi Ketat!

Berita Terbaru

Depok Fashion Forward sekaligus Dekranasda Goes to Mall resmi dibuka di Margo City, Kamis (05/11/26). (Sumber foto: Siaran Depok/AN Rafi)

Berita Depok

Depok Fashion Forward 2026: Wajah Baru Kreatif Lokal

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:35 WIB

Petugas dari DPUPR dan Polres Metro Depok menggelar inspeksi langsung ke lokasi di Jalan Raya Sawangan, persis di area depan Sungai Elok Cantik dan Menawan (SeCawan), Kecamatan Pancoran Mas, pada Kamis (05/11/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Kabar Baik! Perbaikan SeCawan Depok Dimulai Pekan Ini

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:31 WIB

Pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor di Halaman Kantor PBB, Balai Kota Depok, Kamis (05/11/26). (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Pemkot Depok Kembali Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB

Penertiban kabel udara digelar oleh Dinas PUPR di kawasan Jalan Pemuda serta Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa (14/04/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Sayonara Kabel Semrawut! Ini Langkah Cepat Depok Menata Kota

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:17 WIB

Kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Program Bangga Kencana di
Gedung Harmas Kecamatan Beji, Senin (2/112026). (Sumber foto: Istimewa)

Berita Depok

BKKBN dan Komisi IX DPR Gaungkan Program Bangga Kencana

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:24 WIB