
Siarandepok.com – Argumentasi pasangan calon nomor urut 1, Imam-Ririn terkait migrasi penduduk dan keluarga berencana (KB) dalam debat kedua Pilkada Depok 2024, mendapatkan kritik dari calon Wakil Walikota Depok nomor urut 2, Chandra Rahmansyah.
Chandra berpendapat, argumen pasangan calon nomor urut 1 tidak memiliki relevansi sama sekali.
“Nomor 1 jauh lebih nggak nyambung, kalau menurut saya Jaka Sembung (Kagak Nyambung). Apa hubungannya mencegah migrasi dengan keluarga berencana? Jelas ini hal yang berbeda,” papar Chandra.
Chandra menjelaskan bahwa migrasi penduduk erat kaitannya dengan pembukaan ruang-ruang ekonomi baru, bukan dengan program KB.
Ia menyoroti bagaimana pemerintahan Presiden Joko Widodo telah sukses membuka akses transportasi di berbagai wilayah sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pembukaan akses transportasi, seperti Jalan Trans Papua, adalah contoh nyata menciptakan ruang ekonomi baru. Ini jelas terkait migrasi. Jadi, menurut saya, pernyataan tadi malah jauh lebih nggak nyambung,” imbuh Chandra.
Menurut Chandra, langkah konkret dalam mengelola migrasi penduduk adalah melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung mobilitas masyarakat.
“Migrasi bukan soal membatasi, tapi memfasilitasi pertumbuhan wilayah baru dengan akses transportasi yang memadai,” lanjut Chandra.
Chandra kemudian mengajak masyarakat untuk menelaah lebih kritis argumen yang disampaikan pasangan calon nomor urut 1.
“Silakan pelajari baik-baik, migrasi dan KB itu dua hal yang berbeda. Buka transportasi, maka ruang ekonomi akan terbuka,” kata Chandra.
Selain itu, Supian-Chandra menuturkan gagasan pembangunan berbasis infrastruktur yang terencana, sementara Imam-Ririn dinilai kurang konkret dalam menjabarkan program mereka.
Sebagai informasi, debat kedua Pilkada Depok 2024 mengusung tema Sosial dan Pembangunan SDM.
Adapun debat kedua Pilkada Depok 2024 berlangsung di MNC Conference Hall, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024).















