
SIARANDEPOK.COM – PAUD Melati BSI menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta anak didiknya melalui berbagai kegiatan edukatif dan keterampilan sejak dini di wilayah, Kelurahan Duren Mekar.
Sejak usia dini, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga alam dan kelestarian alam melalui kebiasaan sederhana yang melibatkan guru dan orang tua. Jumat (31/7/2026).
Kepala Pos PAUD Melati BSI, Eis Rahmawati mengatakan, pihaknya memiliki program bertajuk Aku Sayang Bumi, Selamatkan Alam sebagai upaya membangun karakter anak yang peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah mengajak peserta didik membawa minyak jelantah dari rumah setiap kali masuk sekolah. Minyak jelantah tersebut kemudian dikumpulkan di sekolah untuk disalurkan melalui jalur yang tepat agar dapat diolah kembali menjadi bahan bakar berkelanjutan.
“Anak-anak datang membawa minyak jelantah dari rumah. Ada yang membawa dalam botol kecil sehingga mereka bisa menuangkannya sendiri ke wadah yang sudah disiapkan, tentu didampingi guru,”
Kalau wadahnya berat, orang tua ikut membantu. Jadi edukasi ini bukan hanya untuk orang tua, tetapi juga langsung kepada anak-anak,” ujarnya.
Menurut Eis, edukasi tersebut penting agar anak memahami bahayanya limbah rumah tangga, seperti minyak jelantah, tidak boleh dibuang sembarangan karena dapat mencemari lingkungan. Dengan mengenal pengelolaan limbah sejak dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian alam.
Selain mengumpulkan minyak jelantah, PAUD Melati BSI juga mengajak anak-anak menanam berbagai jenis tanaman, seperti pohon pisang, pepaya California, cabai, dan tanaman lainnya. Mereka dikenalkan pada proses menanam, merawat, hingga menunggu tanaman berbuah.
“Anak-anak belajar bagaimana menanam bibit, kemudian merawatnya sampai menghasilkan. Sekarang mereka bahkan sudah mulai bertanya kapan pisangnya bisa dipanen. Kami menanam pohon pisang, pepaya California, cabai, dan berbagai tanaman lainnya,” jelasnya.
Sekolah juga rutin menggelar Gerakan Jumat Bersih setiap pekan. Dalam kegiatan ini, peserta didik bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah menggunakan perlengkapan yang dibawa dari rumah, seperti lap, kanebo, dan serokan.
“Ada yang membawa lap, kanebo, serokan lalu bersama-sama membersihkan perosotan, kaca, dan lingkungan sekitar sekolah. Walaupun sekolah sudah dibersihkan, anak-anak tetap kami libatkan agar terbiasa menjaga kebersihan,” katanya.
Eis menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga membentuk karakter anak melalui nilai tanggung jawab, kerja sama, dan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Harapan kami, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai bumi, peduli terhadap lingkungan, dan memahami bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.















