Mengulik Kedalaman Pasukan Tim Atalanta dan Leverkusen Jelang Final Liga Eropa 2024

- Reporter

Kamis, 23 Mei 2024 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Final Liga Eropa 2024 akan menyajikan pertandingan dengan sensasi yang berbeda. Final ini mempertemukan tim asal Liga Italia “Atalanta” dengan Tim asal Liga Bundesliga Jerman “Bayer Leverkusen”.

Apakah Atalanta mampu untuk menjadi juara dan mencetak sejarah baru ataukah Bayer Leverkusen akan terus mentahbiskan diri mereka sebagai tim yang belum terkalahkan sama sekali dalam setiap turnamen yang mereka ikuti.

Meski kedua tim mempunyai skema permainan yang sama yaitu 3-4-2-1 namun antara Atalanta dan Leverkusen mempunyai Kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mengintip Kekuatan dan Kekurangan Skuad Atalanta

Atalanta musim ini bermain dengan komposisi pemain yang mumpuni. Di lini depan, Atalanta tampil tajam dengan pemain seperti Scamacca, De Ketelaere, Ademola Lookman, Teun Koopmeiners, Marco Pasalic, maupun El Bilal Toure.

Scamacca telah terbukti jadi mimpi buruk Liverpool. Kalau tak bisa dijaga ketat, pemain buangan West Ham yang telah cetak 18 gol tersebut, bisa jadi ancaman serius gawang Leverkusen yang dikawal Lukas Hradecky.

Selain Scamacca, Atalanta juga punya Teun Koopmeiners. Meski sebagai gelandang, musim ini ia mampu disulap Gasperini jadi pemain produktif yang sudah cetak 12 gol. Granit Xhaka punya PR besar untuk menjaga ketat pergerakannya.

Selain beberapa kelebihan tersebut, La Dea sebenarnya juga punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan Leverkusen. Atalanta terbukti sering frustasi saat tak bisa cetak gol.

Misal saat menghadapi Juventus di Final Coppa Italia. Saat itu mereka gagal ciptakan gol, ketika tak ada satupun tendangan mereka yang tepat sasaran ke arah gawang Juve. Kelemahan tersebut harusnya bisa dimanfaatkan Leverkusen dengan terus menggempur Atalanta sepanjang laga.

Mengintip Kekuatan dan Kekurangan Skuad Leverkusen

Dari Skuad Bayer Leverkusen punya beberapa amunisi yang yahud. Striker Victor Boniface yang lama dibekap cedera, kini sudah kembali buas di depan gawang lawan. Sejak tampil lagi April lalu, keran gol striker Nigeria tersebut sudah kembali dengan cetak lima gol.

Selain Boniface, pemain seperti Florian Wirtz, Jonas Hofmann, maupun Patrik Schick juga tetap harus diwaspadai oleh Isac Hien dan kawan-kawan. Apalagi Patrik Schick juga punya pengalaman membobol gawang klub-klub Serie A saat berseragam AS Roma.

Jangan lupakan juga duet maut wing back produktif, Grimaldo dan Frimpong. Mereka juga harus dimatikan oleh wing back Atalanta seperti Rugerri dan Zappacosta. Total 26 gol dari dua wing back Leverkusen tersebut jadi bukti bahwa mereka bisa mengubah jalannya laga kalau dibiarkan leluasa.

Selain beberapa kelebihan, Die Werkself sebenarnya juga punya kelemahan. Belakangan ini pasukan Xabi Alonso acap kali ketinggalan lebih dulu, dan mereka membutuhkan waktu lama, bahkan di menit-menit akhir untuk mengejar ketinggalan gol. Kelemahan ini mestinya bisa dimanfaatkan oleh Atalanta. Mencuri gol lebih dulu akan sangat menguntungkan La Dea.

Meski ada kemungkinan Leverkusen mengejar ketinggalan, tapi setidaknya mentalitas Scamacca dan kolega bisa tergugah. Sementara bagi Leverkusen, ketinggalan lebih dulu di pertandingan final bisa merusak mental mereka. Meski mereka punya “Xabi Time” atau bisa mencetak gol di menit-menit akhir, tapi Atalanta adalah tim yang tangguh.

Sejauh ini pasukan Gasperini bahkan tak pernah kebobolan di menit 80 ke atas di fase gugur Liga Eropa. Sementara “Xabi Time” baru mulai bekerja di menit 87 ke atas. Itu artinya strategi Gasperini bisa menjadi penawar “Xabi Time”. Selain itu, harap diingat, Bayer Leverkusen sudah lama tak mencapai final di kompetisi Eropa apa pun.

Berita Terkait

Tok! Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu
Puan Ketok Palu, RUU PPRT Sah Jadi Undang-Undang
Mayor Windra Sanur yang 8 Tahun Jadi Paspampres Jokowi Pindah Tugas Jadi Kasdim Tigaraksa Tangerang
Angka Kematian Ibu Masih Jadi Tantangan Jawa Barat, Kepala DP3AKB Jabar Dorong KB Pascapersalinan
Dukung Kebijakan Depok ASRI, Kwarran Pancoran Mas Gencarkan GOS Pilah dan Kelola Sampah dari Lingkungan
Longsor di Kemiri Muka, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok Lakukan Penanganan dan Perkuat Struktur Tanah
Nikah Sederhana di Kantor Urusan Agama Kecamatan Bojongsari, Pengantin Dapat Bantuan DP Rumah Rp5 Juta
Disdik Depok Apresiasi Galeri Siti Nurul, Jadi Inspirasi Edukasi Berbasis Sejarah

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:26 WIB

Tok! Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu

Rabu, 22 April 2026 - 13:23 WIB

Puan Ketok Palu, RUU PPRT Sah Jadi Undang-Undang

Rabu, 22 April 2026 - 13:19 WIB

Mayor Windra Sanur yang 8 Tahun Jadi Paspampres Jokowi Pindah Tugas Jadi Kasdim Tigaraksa Tangerang

Rabu, 22 April 2026 - 13:17 WIB

Angka Kematian Ibu Masih Jadi Tantangan Jawa Barat, Kepala DP3AKB Jabar Dorong KB Pascapersalinan

Rabu, 22 April 2026 - 13:14 WIB

Dukung Kebijakan Depok ASRI, Kwarran Pancoran Mas Gencarkan GOS Pilah dan Kelola Sampah dari Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 - 08:26 WIB

Nikah Sederhana di Kantor Urusan Agama Kecamatan Bojongsari, Pengantin Dapat Bantuan DP Rumah Rp5 Juta

Rabu, 22 April 2026 - 08:24 WIB

Disdik Depok Apresiasi Galeri Siti Nurul, Jadi Inspirasi Edukasi Berbasis Sejarah

Selasa, 21 April 2026 - 08:54 WIB

Update Konflik: Iran Beri Syarat “All-in” ke Amerika Serikat

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Tok! Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:26 WIB

Berita

Puan Ketok Palu, RUU PPRT Sah Jadi Undang-Undang

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:23 WIB