Apapun Debatnya, Ketiga Pasangan Capres dan Cawapres Memiliki Rekam Jejak Buruk Soal Negara Hukum

- Reporter

Senin, 18 Desember 2023 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden memiliki rekam jejak yang buruk dalam hal keyakinan dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip negara hukum.

Hal ini didasarkan pada indikator yang telah disusun oleh Lokataru Foundation yang meliputi prinsip-prinsip utama negara hukum, yaitu pembatasan kekuasaan, pemberantasan korupsi, partisipasi publik dan keterbukaan informasi, pemenuhan
hak-hak dasar, dan penegakan hukum.

Hasil dari indikator tersebut menunjukkan bahwa ketiga pasangan capres dan cawapres secara garis besar tidak menghormati prinsip-prinsip negara hukum, bahkan cenderung tindakannya mengarah pada negara kekuasaan.

Hasil indikator ini juga ingin memberikan gambaran awal bahwa debat pertama
tentang prinsip negara hukum malam ini hanya akan berlangsung sebagai perdebatan tekstual.

Perwujudan visi dan misi tersebut jauh dari kata mungkin jika dilihat dari latar belakang catatan dan rekam jejak masing-masing pasangan capres-cawapres yang menunjukkan hal sebaliknya.

Faktor pendukung lainnya adalah rekam jejak buruk partai-partai koalisi dan orang-orang yang berada dalam tim pemenangan yang memungkinkan visi dan misi tersebut menjadi sulit terwujud.

Kesimpulan ini didasarkan pada indikator-indikator yang mengukur sejauh mana prinsip-prinsip negara hukum diyakini dan dipatuhi oleh ketiga pasangan capres-cawapres dengan merujuk pada latar belakang dan rekam jejak mereka.

Partai-partai yang berkoalisi dan komposisi anggota tim pemenangan masing-masing capres dan cawapres juga menjadi faktor pendukung. Hasil rangkuman dari indikator-indikator tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama pada indikator Pembatasan Kekuasaan, pasangan Anies-Imin, dalam hal ini, Anies memiliki catatan membuat kebijakan yang bertentangan dengan peraturan di atasnya.

Sementara PKB berkontribusi dalam wacana perpanjangan masa jabatan
presiden. Pasangan Prabowo-Gibran merupakan pasangan yang paling berpotensi mempolitisasi lembaga yudisial jika melihat proses pencalonan selama ini.

Pasangan Ganjar-Mahfud, dalam hal ini Ganjar, memiliki catatan dalam menggunakan kekuasaan dan pengaruhnya untuk mengintimidasi warga yang menolak pembangunan.

Sementara Mahfud absen dalam memberikan perlindungan dan keadilan pada beberapa peristiwa kemanusiaan yang terjadi belakangan ini.

Kedua pada indikator Pemberantasan Korupsi, pasangan Anies-Imin memiliki catatan komitmen pemberantasan korupsi yang tidak sejalan dengan rekam jejak partai koalisi dan komposisi anggota tim pemenangan.

Pasangan Prabowo-Gibran, dalam hal ini
Prabowo, memiliki catatan transparansi dan akuntabilitas anggaran pengadaan
alutsista di Kementerian Pertahanan, serta penambahan anggaran di tengah proses pilpres, sedangkan Gibran terkait keterbukaan aliran dana dalam gurita bisnisnya.

Pasangan Ganjar-Mahfud, dalam hal ini Ganjar, memiliki catatan mengenai tingginya angka korupsi dan budaya korupsi yang sudah mengakar di Jawa Tengah.

Ketiga pada indikator Partisipasi Publik dan Keterbukaan Informasi, pasangan
Anies-Imin, dalam hal ini Anies, memiliki catatan membatasi partisipasi pelajar dalam aksi demonstrasi di Jakarta, sementara partai koalisi PKB, PKS dan Nasdem menjadi aktor di balik berbagai produk legislasi yang tidak partisipatif.

Pasangan Prabowo-Gibran memiliki catatan kurang memahami partisipasi publik, ditandai dengan wacana kenaikan gaji hakim sebagai solusi partisipasi publik.

Pasangan Ganjar-Mahfud memiliki komitmen legislasi partisipatif yang tidak sejalan dengan rekam jejak partai pengusungnya yang banyak mengeluarkan produk legislasi non partisipatif, yang terparah adalah mengakali putusan MK tentang UU Cipta Kerja.

Keempat pada indikator Pemenuhan Hak-Hak Dasar, pasangan Anies-Imin, dalam hal ini Anies, memiliki catatan terkait implementasi kebijakan yang tidak menghormati hak dasar, seperti penerapan Pergub penggusuran.

Pasangan Prabowo-Gibran, dalam hal
ini Prabowo, memiliki catatan mengenai kegagalan cadangan pangan dalam program food estate yang berpotensi tidak terpenuhinya ketersediaan pangan nasional.

Pasangan Ganjar-Mahfud, dalam hal ini Ganjar, memiliki catatan terkait perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak-hak dasar bagi korban konflik agraria di Jawa Tengah.

Kelima pada indikator Penegakan Hukum, pasangan Anies-Imin, dalam hal ini Anies memiliki catatan penegakan hukum yang tebang pilih, terutama yang berpihak pada pengusaha besar.

Pasangan Prabowo-Gibran memiliki catatan kepatuhan terhadap hukum dalam proses Pilpres, terutama terkait putusan MK tentang batas usia capres
dan cawapres, dan berulang kali melanggar peraturan KPU tentang kampanye.

Pasangan Ganjar-Mahfud, dalam hal ini Ganjar, memiliki catatan penegakan hukum yang tebang pilih dan berpihak pada pengusaha, termasuk pemberian izin-izin yang bermasalah.

Sedangkan Mahfud memiliki catatan gagal memberikan keadilan dan
melanggengkan budaya impunitas dalam berbagai peristiwa kemanusiaan.

Dengan demikian, yang utama bukanlah seberapa baik dan lengkap sebuah gagasan ditulis dalam sebuah dokumen, tetapi publik ingin melihat wajah-wajah pejabat publik kita yang secara sadar mengakui, meminta maaf dan bertanggung jawab atas catatan kerja yang buruk selama ini.

Tindakan menyadari dan mengakui itulah yang luput dari diskusi publik selama ini, semua seolah-olah berbicara adalah hal yang baik dan manis untuk disodorkan kepada para pemilih.

Padahal ujian sesungguhnya terletak pada rekam jejak dan latar belakang mereka selama ini, baik dengan melihat produk dan hasil kerja yang telah mereka lakukan, maupun sejauh mana mereka mengakui kegagalannya.

Berita Terkait

Festival Kreasi Budaya Anak Semarakkan Hari Anak Nasional Jawa Barat 2026, Ruang Ekspresi Sekaligus Pelestarian Budaya Sunda
Supian Suri Dilantik Jadi Ketua Mabicab Pramuka Depok, Wahid Suryono Pimpin Kwarcab 2026–2031
Kormi Depok Gelar Final Lomba Zumba, Liza Natalia dan Ayu Ting Ting Meriahkan CFD
7 Tokoh Alumni Pesantren yang Aktif Menjadi Narasumber Leadership di Indonesia
5 Pembicara Profesional Untuk Pelatihan Leadership di Indonesia
Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Depok Ajak Warga Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Pemkot Depok Gelar Job Fair 2026, Sediakan Lebih dari 1.000 Lowongan Kerja
Dana RW Rp300 Juta Dimanfaatkan untuk Fasilitas Warga, RW 10 Grogol Lengkapi APAR hingga Sound System DEPOK – Realisasi anggaran berbasis

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Festival Kreasi Budaya Anak Semarakkan Hari Anak Nasional Jawa Barat 2026, Ruang Ekspresi Sekaligus Pelestarian Budaya Sunda

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Supian Suri Dilantik Jadi Ketua Mabicab Pramuka Depok, Wahid Suryono Pimpin Kwarcab 2026–2031

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Kormi Depok Gelar Final Lomba Zumba, Liza Natalia dan Ayu Ting Ting Meriahkan CFD

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:14 WIB

7 Tokoh Alumni Pesantren yang Aktif Menjadi Narasumber Leadership di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:09 WIB

Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Depok Ajak Warga Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:49 WIB

Pemkot Depok Gelar Job Fair 2026, Sediakan Lebih dari 1.000 Lowongan Kerja

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:14 WIB

Dana RW Rp300 Juta Dimanfaatkan untuk Fasilitas Warga, RW 10 Grogol Lengkapi APAR hingga Sound System DEPOK – Realisasi anggaran berbasis

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Wali Kota Depok Minta Pembangunan Gedung SMKN 5 Meruyung Segera Dimulai

Berita Terbaru