Subsidi BBM Mengangkat Konsumsi Masyarakat Kelas Bawah

- Reporter

Sabtu, 10 September 2022 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com– Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Pembangunan Energi, Migas dan Minerba (PEMM), Muhamad Ikram memandang bahwa penyesuaian harga BBM merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat.

Ikram menilai bahwa subsidi BBM yang selama ini dilakukan, kurang tepat sasaran. Pasalnya, penggunaan BBM bersubsidi selama ini justru di dominasi oleh masyarakat mampu.

“Di waktu lalu ketika pemerintah menaikkan harga Pertamax, pengguna Pertamax memakai BBM Pertalite. Disinilah kami lihat bahwa ada upaya mengambil hak ekonomi masyarakat kelas bawah dan kami nilai tidak tepat sasaran,” ungkapnya kepada wartawan.

Ia pun mengemukakan bahwa lebih tepat subsidi diberikan terhadap manusianya dan bukan komoditinya. “Kalau misalkan yang di subsidi manusianya, maka kemampuan dan daya beli masyarakat itu meningkat,” pungkasnya.

Menurutnya, pemerintah mengalokasikan APBN untuk hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pendidikan, infrastruktur, kesehatan, UMKM dan lain sebagainya.

Di tempat terpisah, penilaian serupa juga datang dari Ekonom Senior, Fasial Basri. Ia menilai penggunaan BBM bersubsidi selama ini di dominasi oleh mobil pribadi yang merupakan masyarakat mampu.

Faisal pun menambahkan bahwa pengguna BBM bersubsidi kategori kendaraan roda 4, sebanyak 98,7 % adalah mobil pribadi. “Masa orang miskin yang punya mobil pribadi?,” tegasnya, dalam diskusi di Jakarta.

Ia juga menilai bahwa pemberian subsidi lebih tepat bila diberikan langsung ke masyarakat yang berhak menerima. “Lebih baik dikasih ke orangnya daripada ke komoditinya”, ujarnya

Terkait mekanismenya, Faisal juga memandang bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan upaya mengalihkan subsidi agar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak. “Tunai. Langsung ke orangnya. 100 persen dinikmati oleh pesertanya”, tegasnya.

Ia pun mendukung agar bantuan kompensasi diberikan kepada sektor transportasi umum, sebagai langkah untuk mengurangi beban masyarakat terhadap penyesuaian harga BBM.

“Insya Allah, ini jauh lebih bagus ya. Mengangkat konsumsi masyarakat kelas bawah”, tutup Faisal Basri.

 

 

Berita Terkait

Ekonomi Pesantren dan Jalan Keluar Pembangunan Nasional
Dari Sejarah Emosional Menuju Kedewasaan Reflektif Bangsa
Romansa Cinta — Membaca Luka, Literasi dan Peran Kemanusiaan
Terekam CCTV, Teror Kembali Menyasar Influencer Sherly Annavita: Identitas Keluarga Bocor, Pola Terencana
Kenaikan Gaji ASN 2026 Belum Pasti, Begini Penjelasan Menkeu Purbaya
Malam Tahun Baru 2026, Presiden Prabowo Sambangi Posko Pengungsian Tapanuli Selatan
Empat Tahun Berturut-turut, Depok Pertahankan Status Badan Publik Paling Informatif di Jawa Barat
Bahasa Ibu: Tersisih di Rumah Sendiri

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:29 WIB

Amanah Wali Kota: Jarkasih Bertekad Jadikan Tapos Wilayah yang Lebih Responsif

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:41 WIB

Wajah Baru SDN Cinangka 3: Revitalisasi Tuntas Melalui Aspirasi Wakil Ketua DPRD Depok Yuni Indriany

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:35 WIB

Anggaran Terbatas Bukan Halangan, Diskarpis Deppok Terus Gas Pol Perluas Layanan Literasi

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:31 WIB

Depok Siaga Cuaca Ekstrem: DLHK Tekankan Kewaspadaan Dini di Titik Rawan Bencana

Rabu, 14 Januari 2026 - 23:39 WIB

Pemkot Depok dan Yayasan Bersatu: Kacamata Gratis untuk Siswa Kampung Merah Putih

Rabu, 14 Januari 2026 - 23:23 WIB

Siap-siap! Mutasi ASN Depok di Depan Mata, Kinerja Jadi Penentu Jabatan

Rabu, 14 Januari 2026 - 23:14 WIB

Kondisi Darurat! Sampah Liar Kepung Sekolah dan Posyandu di Jatijajar, Warga Resah

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:21 WIB

Jalan Manggis Depok Amblas, DPUPR Turunkan Satgas dan Targetkan Rampung Empat Hari

Berita Terbaru