Uniknya Pembuatan Gula Tebu Tradisional di Puncak Lawang Kabupaten Agam

- Reporter

Jumat, 24 Desember 2021 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Berbicara tentang hewan kerbau di Puncak Lawang Kabupatem Agam Sumatera Barat, ada tradisi yang masih lestari sampai kini yaitu kilang tebu tradisional dengan mesin tenaga kerbau.

Tebu atau dalam bahasa inggris disebut sugar key adalah bahan baku gula atau vetsin tanaman jenis rumput rumputan ini memang memiliki kandungan gula sekitar lima hingga 10% di batangnya.

Kerbau yang digunakan untuk mengolah tebu biasanya kerbau jantan yang berukuran cukup besar. soalnya dibutuhkan tenaga cukup ekstra untuk mengangkat dan memutar mesin kilang ini. Setelah kayu pengungkit kilang di pasangkan pada punggung kerbau selanjutnya adalah memberikan kacamata untuk kerbau, tujuannya supaya kerbau berjalan secara konsisten tanpa belok ke kiri atau ke kanan.

baca juga :

https://www.siarandepok.com/baca/20211224/kh-yahya-cholil-tsaquf-nahkodai-pbnu-periode-2021-sampai-2026.html

Nah karena ga ada kacamata hitam seukuran mata kerbau makanya pakai batok kelapa ini. Prinsip kerja alat kilang ini sebenernya sederhana banget hanya dua silinder dengan gerigi yang saling menyatu makanya keduanya bisa saling memutar.

Tinggal masukan batang tebu ke dalam mesin kilang ini maka airgula akan keluar dari perasan batang tebunya aktifitas kilang tebu tradisional ini juga menjadi daya tarik tersendiri untuk masyarakat luas bahkan warga dari Malaysia aja banyak yang sengaja datang kesini loh mereka suka protes kalo lagi ga ada kerbau yang sedang bekerja.

Air gula yang sudah terkumpul kemudian direbus sekitar  tiga jam lamanya, kalau disini tidak perlu cape cape mengaduk gula, karena ada besek yang diletakkan diatas wajan tujuannya untuk menampung buih hasil memasak gula tebu agar tidak sampai meluap.

Air gula harus dipanaskan karena didalam air gula ada juga kandungan air yang masih cukup banyak cara memisahkan antara gula dengan airnya adalah dengan direbus. Jika warna air tebunya sudah berwarna merah tanda nya sudah siap dicetak. Gula asal Lawang ini dikenal juga dengan sebutan Saka Lawang Saka artinya gula sedangkan Lawang adalah nama daerah asalnya.

Berita Terkait

Wali Kota Depok Supian Suri Siapkan Penataan Jalan Raya Tapos, Ingin Wajah Perbatasan Tampil Lebih Modern
BKD Depok Targetkan Seluruh Pajak dan Retribusi Go Digital pada 2027
Lurah Cinere Ingatkan PKL Ruko Blok A Jaga Kebersihan, Kawasan Dinilai Etalase Depok
Baznas Depok Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H Rp45 Ribu per Jiwa
Layanan Kesehatan dan Perlindungan Sosial Jadi Sisi Humanis Depok: Dari Rumah Sakit Khusus Ginjal hingga Jaminan Sosial bagi Pengabdi Masyarakat
Solusi Macet dan Banjir: Depok Bangun Underpass UI hingga Flyover Margonda Tahap II
Investasi Pendidikan untuk Masa Depan: Wujudkan “Depok Kota Pendidikan”, Pemkot Siapkan Akses Kuliah Gratis dan Bimbel bagi Ribuan Siswa
DPUPR Depok Siapkan Strategi Atasi Banjir dan Kemacetan pada 2027

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:28 WIB

Wali Kota Depok Supian Suri Siapkan Penataan Jalan Raya Tapos, Ingin Wajah Perbatasan Tampil Lebih Modern

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:27 WIB

BKD Depok Targetkan Seluruh Pajak dan Retribusi Go Digital pada 2027

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:26 WIB

Lurah Cinere Ingatkan PKL Ruko Blok A Jaga Kebersihan, Kawasan Dinilai Etalase Depok

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:25 WIB

Baznas Depok Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H Rp45 Ribu per Jiwa

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:16 WIB

Layanan Kesehatan dan Perlindungan Sosial Jadi Sisi Humanis Depok: Dari Rumah Sakit Khusus Ginjal hingga Jaminan Sosial bagi Pengabdi Masyarakat

Kamis, 5 Maret 2026 - 03:15 WIB

Investasi Pendidikan untuk Masa Depan: Wujudkan “Depok Kota Pendidikan”, Pemkot Siapkan Akses Kuliah Gratis dan Bimbel bagi Ribuan Siswa

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:55 WIB

Sosialisasi di Bojongsari Depok, Qonita Lutfiyah Perjelas Fungsi Legislasi dan Penganggaran DPRD

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:48 WIB

Genjot PAD Depok, Endah Winarti Dorong Layanan Pajak Berbasis Digital

Berita Terbaru