STIE Dewantara: Kurikulum Harus Adaptif Dengan Revolusi Industri 4.0

- Reporter

Senin, 22 November 2021 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Berkembangnya era digital telah membawa dampak signifikan terhadap tata kelola seluruh sektor kehidupan, tidak terkecuali dunia pendidikan. Tidak dipungkiri  saat ini semakin berkembang jenis pekerjaan baru. Oleh karena itu, dunia pendidikan khususnya perguruan tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga harus inovatif dengan pengayaan skill atau keterampilan di sejumlah sektor.

Kurikulum yang digunakan di perguruan tinggi saat ini harus adaftif dengan segala perubahan yang ada. Kampus harus dapat menyiapkan calon lulusannya agar memiliki kemampuan di berbagai bidang kompetensi dan keahlian. Hal ini penting, mengingat saat ini dunia kerja mensyaratkan berbagai keterampilan bagi para pencari kerja, baik itu yang bersifat hard skill maupun soft skill.

Kesimpulan ini mengemuka dalam pelatihan pengembangan kurikulum yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dewantara, Bogor, Minggu 21 November 2021. Dalam sambutannya, Ketua STIE Dewantara, Dr. Dra. Yasnimar Ilyas, M.Si., mengatakan, seiring dengan diluncurkannya program Kampus Merdeka oleh Kemendikbud Ristek, perguruan tinggi yang dipimpinnya bertekad untuk melakukan adaptasi terhadap kurikulum yang dikembangkan dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja. “Kita berharap lulusan STIE Dewantara dapat terserap oleh dunia kerja, karena mereka telah disiapkan dengan kurikulum yang adaptif dengan perkembangan dunia usaha maupun dunia industri,” ujar doktor lulusan Universitas Pakuan Bogor itu.

baca juga :

STIE Dewantara Tingkatkan Kemampuan Public Speaking Dosen

Sementara, para narasumber yang terdiri dari Dra. Iis Mariam, M.Si (Politeknik Negeri Jakarta), Bambang Pria Kusuma (Ketua Umum BPC HIPMI Kab. Bogor, Ibu Deta (Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia Bogor), dan Dr. Nina Nurmasari, S.Pd., M.Pd (Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor), sepakat bahwa dunia kerja saat ini terus berkembang seiring dengan perkembangan industri digital. “Di masa depan, akan semakin banyak pekerjaan yang bisa digantikan oleh artifisial intelegen. Oleh karena itu, kampus harus berbenah agar lulusannya tetap bisa terserap oleh dunia kerja atau menjadi entrepreneur,” ujar Dra. Iis Mariam, M.Si./Naz

 

Berita Terkait

Cegah Tawuran, Polres Metro Depok Canangkan Bapak Asuh dan Sahabat untuk Siswa
HUT Ke-27 DPRD Depok: Yeti Wulandari Tekankan Persatuan dan Integritas Anggota Dewan
Mahasiswa UI Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kukusan Depok
20 Warga Depok Siap Berangkat Kerja ke Jepang, Pemkot Buka Peluang untuk 1.000 Peserta
14 Bangunan Toko di Jalan Raya Limo Disorot, Diduga Tak Berizin
Pemkot Depok Mulai Rancang Pembangunan Flyover Margonda-Juanda, Ditargetkan Groundbreaking 2027
Pemkot Depok Gandeng PT BSA Olah Sampah Jadi RDF 1.000 Ton per Hari
Atasi Masalah Sampah, PT BSA dan Pemkot Depok Bangun Fasilitas Pengolahan Modern di TPA Cipayung

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:29 WIB

Cegah Tawuran, Polres Metro Depok Canangkan Bapak Asuh dan Sahabat untuk Siswa

Kamis, 3 September 2026 - 17:59 WIB

HUT Ke-27 DPRD Depok: Yeti Wulandari Tekankan Persatuan dan Integritas Anggota Dewan

Kamis, 3 September 2026 - 17:52 WIB

Mahasiswa UI Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kukusan Depok

Kamis, 3 September 2026 - 17:49 WIB

20 Warga Depok Siap Berangkat Kerja ke Jepang, Pemkot Buka Peluang untuk 1.000 Peserta

Kamis, 3 September 2026 - 17:45 WIB

14 Bangunan Toko di Jalan Raya Limo Disorot, Diduga Tak Berizin

Kamis, 3 September 2026 - 16:33 WIB

Pemkot Depok Gandeng PT BSA Olah Sampah Jadi RDF 1.000 Ton per Hari

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Atasi Masalah Sampah, PT BSA dan Pemkot Depok Bangun Fasilitas Pengolahan Modern di TPA Cipayung

Rabu, 2 September 2026 - 19:40 WIB

Peringati HUT ke-37 GOW, Wali Kota Depok Dorong Perempuan Jadi Penggerak Pengurangan Sampah

Berita Terbaru