26 SD Negeri di Depok Dimerger jadi 12 pada Tahun ini.

- Reporter

Jumat, 19 November 2021 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Kebijakan penggabungan (merger) manajemen satuan pendidikan dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok. Selama tahun 2021, tercatat 26 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dilebur menjadi 12 sekolah.

Wawang Buang selaku Kepala Budang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Kota Depok menjelaskan, dilakukannya merger sudah sesuai menurut Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor : 421/123/Kpts/Disdik/Huk/2021. Sambungnya, per 1 Juli 2021 proses penggabungan SDN selesai dilakukan.

“Dengan merger ini sekarang hanya ada 207 SD Negeri dari sebelumnya sebanyak 221 sekolah. Kita satukan dua atau tiga sekolah dalam satu kawasan, guna mengefisienkan sarana-prasarana serta Tenaga Pendidikan dan Kependidikan (TPK),” ujarnya, Jumat (19/11/21).

baca juga di :

Moeldoko Hadiri CMO Gathering Bahas Pola Belanja Masyarakat Hingga Potensi Digitalisasi Indonesia

Sekolah yang sudah di merger menjadi satu manajemen dirinci sebagai berikut. SDN Beji 6 dan 7 menjadi SDN Beji 6, SDN Mekarjaya 5 dan 6 menjadi SDN Mekarjaya 5, SDN Grogol 1 dan 3 menjadi SDN Grogol 1. Kemudian, SDN Ratujaya 3 dan 4 menjadi SDN Ratujaya 3, SDN Depok Baru 2 dan 5 menjadi SDN Depok Baru 2, SDN Pasir Gunung Selatan 1 dan 3 menjadi SDN Pasir Gunung Selatan 1, serta SDN Depok Baru 8 dan SDN Depok Jaya 5 menjadi SDN Depok Baru 8.

Lalu, SDN Cisalak 1 dan 3 menjadi SDN Cisalak 1, SDN Baktijaya 3 dan SDN Mekarjaya 5 menjadi SDN Baktijaya 3. Serta SDN Sukamaju Baru 2 dan 3 menjadi SDN Sukamaju Baru 2.

“Untuk tiga sekolah kita gabungkan adalah SDN Beji Timur 1, 2, dan 3 menjadi SDN Beji Timur 1, SDN Tugu 6, 8 dan 11 menjadi SDN Tugu 6,” jelasnya.

Di tahun 2022 nanti, sekitar satu atau dua sekolah direncanakan masih akan dilakukan penggabungan satuan pendidikan.

“Kami lihat ada beberapa sekolah yang punya kemungkinan digabung. Contohnya SDN Citayam 1 dan 4 yang dalam satu area, cuma jumlah siswanya terlalu besar sampai 1.000 orang, ini yang perlu diperhatikan,” tandasnya.

Berita Terkait

Kemenko Pangan Dorong Pemkot Depok Optimalkan Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis Berbasis UMKM Lokal
Kejar Target Upacara 17 Agustus, Revitalisasi Lapangan DOS Depok Gunakan Rumput Sintetis
BGN Dorong Budidaya Lele Lokal di Tapos Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis
Atasi Banjir, Kelurahan Beji Keruk Sedimen dan Sampah di Jalan Nusantara
Pemkot Depok Pastikan Warga Kurang Mampu Tetap Mendapat Layanan Kesehatan Meski BPJS Tidak Aktif
Anggota DPRD Depok Nilai Program Supian–Chandra Selaras dengan Kebutuhan Masyarakat
PUPR Depok Normalisasi Drainase di Jalan Nusantara untuk Kurangi Risiko Genangan
Puncak Hlun 2026, 3000 Lansia Bekasi Tampilan Keceriaan Dalam “Kriyaan Lansia” Untuk Perkuat Komitmen Sidaya

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Kemenko Pangan Dorong Pemkot Depok Optimalkan Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis Berbasis UMKM Lokal

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:50 WIB

Kejar Target Upacara 17 Agustus, Revitalisasi Lapangan DOS Depok Gunakan Rumput Sintetis

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:40 WIB

BGN Dorong Budidaya Lele Lokal di Tapos Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:30 WIB

Atasi Banjir, Kelurahan Beji Keruk Sedimen dan Sampah di Jalan Nusantara

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:53 WIB

Pemkot Depok Pastikan Warga Kurang Mampu Tetap Mendapat Layanan Kesehatan Meski BPJS Tidak Aktif

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:43 WIB

PUPR Depok Normalisasi Drainase di Jalan Nusantara untuk Kurangi Risiko Genangan

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:33 WIB

Puncak Hlun 2026, 3000 Lansia Bekasi Tampilan Keceriaan Dalam “Kriyaan Lansia” Untuk Perkuat Komitmen Sidaya

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:31 WIB

Outing SDM Mumtaza Islamic School Ke Pangalengan Bandung 2026

Berita Terbaru