Kolaborasi Muhammadiyah Aisyiyah Tangani 1.329 Anak Anak Yang Ditinggal Orang Tua Karena Covid 19

- Reporter

Senin, 11 Oktober 2021 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Rapat Koordinasi Nasional Muhammadiyah – Aisyiyah (10/10) dengan tema Strategi Pembangunan Manusia Dari Pandemi Menuju Endemi berfokus pada merespon Pendataan Anak Yatim Piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid 19. Dengan menghadirkan narasumber Agus Taufiqurrahman Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Andie Megantara Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Menko PMK, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Kanya Eka Santi dan Asdep Perlindungan Anak Kondisi Khusus KPPPA Elvi Hendrani.

Dalam acara tersebut, Ketua Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sularno melaporkan 1.465 data yang telah di laporkan warga persyarikatan kepada Majelis Pelayanan Sosial (MPS) PP Muhammadiyah dan Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) PP Aisyiyah. Dengan rincian 943 Yatim, 423 Piatu, 99 Yatim Piatu. Penting digarisbawahi dalam merespon anak anak dalam keluarga, dengan bantuan yang berorientasi kepada pengasuhan berkelanjutan, agar anak anak tidak terlepas dari keluarga inti.

Agus Taufiqurrahman Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengapresiasi komitmen MPS dan MKS, sejak berdirinya terus menyantuni anak anak, terutama menyantuni keluarga yang memiliki anak anak, yang kebetulan orang tuanya menjadi syahid Covid 19. Kami juga menghaturkan terima kasih kepada MPS Yogyakarta yang menginisiasi lebih awal di Muhammadiyah dalam mendata dan menjadi contoh untuk yang lain. Bahkan pemerintah mengakui kinerja teman teman di Yogyakarta, dalam merespon awal anak anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid 19.

Andie Megantara Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Menko PMK menyampaikan 1 dari 10 orang berada dalam kemiskinan. Yang menyebabkan kemiskinan anak juga, bahwa pandemi memberi dampak sekunder untuk 80 juta anak dalam kehidupan sehari harinya. Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan fiscal skala besar, untuk mengurangi dampak negatif Covid 19. Namun tidak di pungkiri, dalam penyalurannya masih saja ada masalah dalam Bansos, terutama soal DTKS. Namun sekali lagi persoalan anak anak ini tidak bisa diabaikan karena berkepanjangan, yang menjadi rentan dan menyerang mental, baik gizi, kesehatan, perjuangan bertahan dengan finansial yang ada. Yang akan membawa ketimpangan semakin buruk, terutama gender, kemiskinan dan disabilitas

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Kanya Eka Santi menyampaikan saat ini Kemensos focus untuk anak anak yang orang tuanya meninggal karena Covid 19. Meski 2022 DPR telah menyetujui anggaran kami untuk bantuan sosial anak anak yatim yang di luar Covid 19. Kami tidak hanya memberi uang, tapi ada 7 komponen yaitu dukungan pemenuhan hidup layak, perawatan sosial dan/atau pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi (fisik, psikososial, mental spiritual), pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan, bantuan dan asistensi sosial dan terakhir adalah dukungan aksessibilitas.

Jasra Putra Ketua Tim Asistensi Rehabsos Anak Yatim Piatu Dampak Covid 19 Muhammadiyah menyampaikan pengalaman penjangkauannya, bahwa ada situasi yang tidak bisa ditunda terkait keselamatan dan perlindungan anak korban orang tua meninggal Covid. Dan ini tugas tidak mudah untuk kita semua. Bayangkan saja dari 37 ribu data yang masuk ke Kementerian Sosial dan 27 ribu yang masuk ke KPPPA, baru 1700 lebih yang dibantu. Artinya pemerintah tidak bisa ditinggal sendirian. Untuk itulah diharapkan dengan Rakornas ini akan meningkatkan jumlah anak anak yang didukung dan dipastikan kondisinya.

Berita Terkait

Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Ini dia 3 Kampus Islam Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Ponorogo, Ada Kampus yang berbasis Pesantren
Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building Membangun Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Primago Consulting Depok
Perkuat Branding & Promosi Kampus, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Gandeng Primago Consulting Depok
PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui Amazing Build Fest 2 di MARGOCITY
PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui AMazing Build Fest #2 di MARGOCITY
Donasi Buku “Sejuta Buku Sejuta Impian”, LKSA Primago melalui Gerakan Ayo Peduli Sesama Dukung Literasi Siswa SDN Cibereum 1 Bogor
Tim Marawis Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tampil dan Hadiri Kegiatan Maulid Nabi di Majelis Ta’lim Al Muhajirin Depok

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:39 WIB

Janji Pernikahan hingga Nafkah Diduga Picu Konflik Warga dengan Oknum Ketua RW di Depok

Minggu, 1 November 2026 - 20:29 WIB

JUSS Sukmajaya Kembali Hadir, Panggung Strategis UMKM Lokal Naik Kelas

Minggu, 1 November 2026 - 20:27 WIB

Semangat Kader Posyandu Beji Berkobar di Jambore 2026

Minggu, 1 November 2026 - 20:23 WIB

Mudah dan Praktis, 9 Layanan Adminduk di Depok Kini Bisa Diakses Lewat IKD

Minggu, 1 November 2026 - 20:18 WIB

Hoki Indoor Putri Depok Bantai Kabupaten Bogor 10-0 di Laga Perdana Porprov Jabar 2026

Minggu, 1 November 2026 - 20:13 WIB

Sapu Bersih Penyisihan Grup, Tim Futsal Depok Melaju Mulus ke Delapan Besar Porprov Jabar 2026

Minggu, 1 November 2026 - 18:32 WIB

Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.

Minggu, 1 November 2026 - 17:56 WIB

Forkopimda Depok Kompak Saksikan Kemenangan Tim Basket di Porprov Jabar 2026

Berita Terbaru

Lurah Beji Samsu Sadikin memimpin kehadiran delegasi Kelurahan Beji dalam Jambore Kader Posyandu Tingkat Kota Depok 2026. Didampingi Ketua TP-PKK dan jajaran kader dari 25 Posyandu, kehadiran mereka menyemarakkan acara yang berlangsung di Alun-Alun Timur Kota Depok, Sabtu (31/10/26). (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

Semangat Kader Posyandu Beji Berkobar di Jambore 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:27 WIB