oleh

Sekolah Tatap Muka di Kota Depok Dipastikan Akan Berlangsung Akhir September

Siarandepok.com– Wali Kota Depok, Mohammad Idris melalui Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Depok, H Dadang Wihana menyampaikan, rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat ini masih terus dikaji.

“Untuk saat ini PTM belum bisa dilaksanakan, rencananya di Depok setelah Mid Semester 1. Dengan kata lain lebih kurang pada minggu ke tiga atau keempat September,” ujar Dadang, Selasa (31/8).

Ia menuturkan, saat ini pihak sekolah masih menerapkan metode pembelajaran daring bagi para siswa.

“Jadi saat ini masih sedang dalam persiapan PTM,” paparnya.

Sebelumnya ia menyampaikan, Pemerintah Kota Depok saat ini masih menyempurnakan draf peraturan Wali Kota Depok mengenai pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas yang rencananya digelar bulan September 2021.

“Saat ini sedang dilakukan penyusunan ataupun penyempurnaan draf Peraturan Wali Kota untuk PTM terbatas,” jelasnya.

Kini, pihaknya juga sedang membahas kapasitas ruang belajar untuk pelaksanaan PTM.

“Demikian pula kapasitas ruangan, waktu yang lalu sudah kami sepakati misalkan 30 persen dari kapasitas ruangan kelas. Sehingga setiap siswa ada kesempatan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung secara terbatas minimal dalam seminggu ada dua kali,” paparnya.

Dadang mengungkapkan, aat ini vaksinasi tenaga pendidik di Kota Depok telah mencapai angka 75 persen.

“Saat ini vaksinasi guru-guru di Kota Depok sudah menjangkau kurang lebih 75 persen. Untuk saat ini kami juga sedang menggesa guru-guru dan pelajar 12 tahun keatas menjadi sasaran,”katanya.

Soal teknis, kegiatan seperti olahraga hingga operasional kantin masih ditiadakan untuk sementara waktu.

“Di dalam draf Perwal yang ada, kantin ditutup, untuk olahraga juga ditiadakan. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan lebih dari satu atau dua orang tidak diperkenankan. Sekolah hanya menyelenggarakan PTM terbatas untuk pembelajaran tatap muka saja. Untuk kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan ditiadakan,” pungkasnya.
(Rohmat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru