Pasien Corona Trasplantasi Paru-Paru Donor Hidup Pertama di Dunia

- Reporter

Jumat, 9 April 2021 - 17:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com – Rumah Sakit Universitas Kyoto mengumumkan Kamis ini (8/4/2021)  telah berhasil melakukan operasi transplantasi sebagian paru-paru yang diberikan oleh suami dan putranya kepada seorang pasien wanita yang terinfeksi virus corona baru dan menderita pneumonia serta menderita gejala sisa paru yang parah.

“Ini adalah trasplantasi paru-paru donor hidup pertama di dunia untuk pasien yang menderita gejala sisa paru-paru akibat virus corona baru dan ternyata berhasil dengan baik,” papar Profesor Hiroshi Date yang merupakan direktur Departemen Bedah Pernafasan di Rumah Sakit Universitas Kyoto (8/4/2021).

Menurutnya, itu adalah pasien wanita yang tinggal di Kansai yang menjalani transplantasi paru-paru. Pada tanggal 7 April kemarin, suami dan anak perempuan tersebut mendonorkannya karena kedua paru-parunya menjadi fibrotic dan hampir berhenti berfungsi dan pihak keluarga menawarkan untuk menyumbangkan organ berharap istri/ibu tersebut untuk sembuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu hampir 11 jam dan wanita tersebut saat ini menerima perawatan medis di unit perawatan intensif dan tampaknya dia pulih seperti semula. Kemajuan suami dan anak juga bagus.

Profesor Hiroshi Date, seorang ahli bedah toraks yang memimpin operasi tersebut, berkata kepada Kyodo News, “Saya rasa ada banyak harapan untuk perawatan ini, karena ia menciptakan pilihan baru.”

 

Penulis: RR

Editor: SF

<

Berita Terkait

Perkuat Program Kaderisasi SDM, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kerjasama Dengan Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta*
Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?
Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah
Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”
Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat
Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat
Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra
Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Berita Terkait

Kamis, 25 Juli 2024 - 10:19

Perkuat Program Kaderisasi SDM, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kerjasama Dengan Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta*

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:31

Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Berita Terbaru