Pemerintah Akan Bantu Uang Kuliah Mahasiswa Terdampak Covid-19

- Reporter

Kamis, 6 Agustus 2020 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com- Pandemi covid-19 sangat berdampak pada perekonomian di Indonesia. Kondisi ini membuat mahasiswa jadi kesulitan membayar uang kuliah, karena orangtuanya mengalami penurunan finansial akibat dirumahkan oleh perusahaan. Pemerintah membantu mereka agar bisa kuliah lagi, dengan mengucurkan dana hingga 1 Trilyun.

Kondisi ekonomi negeri ini masih belum bangkit akibat dihantam badai corona. Krisis di bidang kesehatan berefek ke bidang ekonomi. Tak hanya rakyat kecil yang menjerit, namun juga kalangan menengah yang bisnisnya sepi atau dipecat dari perusahaan. Kondisi ini berefek pada anak mereka yang kuliah, karena kesulitan saat akan membayar uang kuliah tunggal.

Pemerintah berusaha menyelamatkan masa depan para mahasiswa dengan memberikan bantuan dana uang kuliah tunggal melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebanyak 419.605 mahasiswa akan diberi uang sebesar 2,4 juta rupiah. Total anggaran yang dikeluarkan pemerintah sebesar 1,007 trilyun rupiah, dan sebagian besar untuk kampus swasta.

Profesor Ir. Nizam, Dijen Dikti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin kampus-kampus ditutup, karena tak ada mahasiswa yang kembali ke sana (karena tidak ada dana). Oleh karena itu, diberikan bantuan untuk ratusan ribu mahasiswa se-Indonesia. Jangan sampai mereka putus kuliah dan hanya punya ijazah SMU.

Menurut Abdul Kahar, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, mahasiswa yang akan mendapat bantuan adalah yang kuliah di semester 3,5, dan 7 dan perekonomian keluarganya terkena dampak corona. Selain itu, mereka tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah berupa Kartu Indonesia Pintar.

SPP mahasiswa atau yang sekarang dikenal dengan istilah uang kuliah tunggal memang tidak seperti 10 atau 20 tahun lalu yang dipukul rata. Sekarang besaran UKT tergantung dari gaji orang tua. Semakin besar pendapatannya tentu UKT juga semakin tinggi. Namun ketika orang tua mereka harus dirumahkan saat pendemi, tentu akan sangat kesulitan dalam membayarnya.

Oleh karena itu, langkah pemerintah dalam memberikan bantuan kepada mahasiswa sangat baik. Kita tentu tidak ingin mahasiswa jadi berhenti kuliah gara-gara badai corona. Jika jumlah mahasiswa di kampus menurun, akan terjadi efek domino. Pebisnis kos-kosan, penjual makanan di kampus dan sekitarnya, pemilik usaha fotokopian, akan kehilangan pelanggan.

Memang tidak semua orang yang memasukkan anaknya untuk belajar di kampus berasal dari kalangan menengah ke atas. Banyak juga rakyat jelata yang bermodal beasiswa atau augn sakunya pas-pasan, dan berjuang agar bisa kuliah di universitas. Merekalah yang dijadikan sasaran bantuan uang kuliah dari pemerintah, agar bisa belajar dengan lancar.

Saat awal pandemi, kampus memang diliburkan untuk sementara dan pembelajaran dilakukan secara online. Namun ada mahasiswa yang juga masih kesulitan mengikutinya karena kesulitan biaya. Seperti Roland, mahasiswa di NTT yang terpaksa meminjam HP karena gawainya rusak. Mahasiswa seperti Roland ini yang seharusnya mendapat bantuan.

Bantuan dari pemerintah diharap bisa meringankan beban dari orang tua mahasiswa agar mereka bisa melanjutkan kuliah. Mereka adalah calon pemimpin bangsa, oleh karena itu sangat layak untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah. Bantuan ini segera diberikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan akan dibagi secara bertahap.

Mahasiswa juga harus memanfaatkan bantuan ini untuk membayar UKT. Jangan sampai dibelikan barang konsumtif. Hargailah bantuan dari pemerintah dan jangan sampai Kemendikbud kehilangan kepercayaan.
Bantuan pemerintah untuk para mahasiswa diharap bisa meringankan beban keluarganya untuk membayar uang kuliah tunggal. Karena masih banyak masyarakat yang kesulitan keuangan karena efek corona. Semoga dengan adanya uang ini, UKT bisa dibayar tepat waktu dan mahasiswa bisa menamatkan studinya sampai sarjana.

Berita Terkait

Penyerapan KUR di Depok Belum Maksimal, Pemkot Diminta Perkuat Akses Permodalan UMKM
150 KK di Sawangan Baru Terima Bantuan Air Bersih
Komisi VII DPR RI Dalami Penyaluran KUR bagi UMKM di Depok
Pemkot Depok Siapkan Masjid hingga Lahan untuk Kantor Kementerian Haji dan Umrah
Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School
220 Bangunan di Jalan Raya Keadilan Depok Ditertibkan, Berdiri di Atas Bantaran Kali
Polres dan Kodim Depok Semprot Jalan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Penyaluran Bansos Pangan Bulog di Sawangan Berjalan Kondusif

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:56 WIB

Peringati Hari Pelanggan, Wali Kota Depok Dorong PT Tirta Asasta Tingkatkan Layanan Lewat Asasta Fun Run 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:10 WIB

Mengenal Porprov Jabar, Panggung Unjuk Gigi Atlet Daerah menuju Prestasi Provinsi

Jumat, 11 September 2026 - 21:53 WIB

Konsisten Terapkan Kawasan Tanpa Rokok, Kota Depok Sabet Penghargaan Skala ASEAN

Jumat, 11 September 2026 - 21:50 WIB

Komisi VII DPR Tinjau Penyaluran Kredit Usaha Rakyat untuk UMKM di Depok

Jumat, 11 September 2026 - 20:18 WIB

Penyerapan KUR di Depok Belum Maksimal, Pemkot Diminta Perkuat Akses Permodalan UMKM

Jumat, 11 September 2026 - 20:10 WIB

Komisi VII DPR RI Dalami Penyaluran KUR bagi UMKM di Depok

Jumat, 11 September 2026 - 20:05 WIB

Pemkot Depok Siapkan Masjid hingga Lahan untuk Kantor Kementerian Haji dan Umrah

Jumat, 11 September 2026 - 20:01 WIB

Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School

Berita Terbaru