FILM TAUHID, MAHAKARYA YANG HILANG (Catatan Hari Film Nasional, 30 Maret 2020)

- Reporter

Senin, 30 Maret 2020 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Khairulloh Ahyari

(Anggota DPRD Depok Fraksi PKS)

 

Tahun 1964, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama membuat sebuah film sangat apik tentang perjalanan spiritual seorang muslim modern.

Film yang mendapatkan dukungan dan persetujuan dari Presiden pertama RI Soekarno. Bahkan Bung Karno meminta syarat film tersebut harus memiliki kualitas yang baik.

“Beliau tidak mau film agama itu kaku penuh dakwah dan doktriner. Beliau menginginkan agar film itu berisi perenungan pencarian,” kenang Misbach atas syarat yang diajukan oleh Bung Karno sebagaimana ditulisnya, “Asrul dalam Film” dalam “Asrul Sani: 70 tahun” (Pustaka Jaya: 1997).

Dengan dorongan dan persetujuan sang presiden, film itu pun dipersiapkan. Namun, bukan soal mudah untuk mewujudkan sebuah film dengan ekspetasi yang sangat tinggi. Asrul yang ditunjuk sebagai sutradara, cukup kesulitan untuk menulis skenarionya. Ia berulang kali merumuskan alur ceritanya. Namun tak kunjung kelar. Untuk menyelesaikannya, Asrul mengajak Misbach sebagai sparring partner guna memperdebatkan gagasan-gagasannya tentang film tersebut.
“Skenario itu ditulis seluruhnya di atas kapal dan selama prosesi haji,” aku Misbach sebagaimana diungkapkan dalam wawancara dengan Henry Chambert-Loir (Naik Haji di Masa Silam, 2013).

Di atas kapal tua Ambulambo milik PT. Arafat itu, Asrul mampu menyelesaikannya. Menurut Misbach dalam “Kenang-Kenangan Orang Bandel; Naik Haji Tahun 1964”, skenario tersebut Asrul terinspirasi dari Dokter Bambang.

Seorang dokter yang berasal dari Magelang dan bekerja dalam perjalanan haji dengan tujuan mengumpulkan uang untuk mengganti blok mesin mobilnya dan sama sekali tak berminat menunaikan ibadah haji. Meski pada akhirnya ia melakukannya juga.

Selain itu, cerita film tersebut juga terinspirasi dari pengalaman spritual Asrul sendiri ketika menunaikan haji setahun sebelumnya. (Baca tulisan menarik: Orang Desa Naik Haji)

Film tersebut, diberi judul Tauhid. Pemeran utamanya antara lain Ismed M. Noor yang memerankan seorang pilot bernama Mayor Udara Mursyid, Nurbani Jusuf yang menjadi seorang guru agama muda dan M.E. Zainuddin yang menjadi seorang pengarang. Sementara itu, yang menjadi seorang dokter adalah Aedy Moward. Di film tersebut ia berperan sebagai Dokter Halim.

Film besutan sineas kelahiran Sumatera Barat, 1927 itu, berhasil diproduksi. Bahkan, sempat diputar di bioskop. Sayangnya, situasi politik pada saat film tersebut beredar (1965) sedang bergejolak. PKI melakukan kudeta. Keamanan turun drastis. Dunia perfilman pun lesu.
Film yang digadang oleh Bung Karno bakal monemuntal itu, semakin parah dengan hilangnya copy film tersebut. Kondisi penyimpanan yang buruk di Sinematek membuat film tersebut tak lagi ditemukan. Begitu juga dengan arsip skenario juga tak karuan rimbanya. Tauhid, film haji pertama itu pun, makin terlupakan. Hanya judul yang tersisa dan tak lagi bisa dinikmati.

Saya membayangkan, film Tauhid ini mewakili kegelisahan Bung Karno tentang pencarian panjang beliau tentang Islam dan ideologi-ideologi besar dunia. Juga kegelisahan beliau melihat kondisi ummat Islam yang tertinggal, karena justru jauh dari etos dan akhlak yang dicontohkan oleh Baginda Muhammad. Sangat disayangkan karya para sineas besar Indonesia ini hilang dan hanya meninggalkan jejak yang sangat sedikit.

Semoga ke depan akan banyak muncul film berkualitas yang indah, apik dan mencerahkan…

Parung Bingung, 29/03/2020
(Tulisan ini banyak mengambil kutipan dari berbagai sumber di internet)

Berita Terkait

Pemkot Depok Kaji Ulang Penerapan UHC, Utamakan Bantuan Kesehatan Tepat Sasaran
Kodrat Depok Gelar Latihan Bersama dan Uji Tanding, Libatkan 130 Atlet dari Empat Daerah
441 Jemaah Haji Kloter 18 JKS Asal Depok Tiba di Tanah Air, Dua Jemaah Masih Dirawat di Madinah
Respons Kritik PKS, Wali Kota Depok Tegaskan Proyek Infrastruktur Sudah Berjalan
Warga Kedaung dan Cinangka Sepakat Jaga Kebersihan Jalan Abdul Wahab
Pemkot Depok Perbaiki Saluran Air di Titik Rawan Banjir
RW 03 RJB Dorong Warga Dukung Pengelolaan Sampah Lewat Bank Sampah Asteria
BMKG Prediksi El Nino Berlanjut hingga Awal 2027, Depok Diminta Siap Hadapi Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:25 WIB

Pemkot Depok Kaji Ulang Penerapan UHC, Utamakan Bantuan Kesehatan Tepat Sasaran

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:24 WIB

Kodrat Depok Gelar Latihan Bersama dan Uji Tanding, Libatkan 130 Atlet dari Empat Daerah

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:22 WIB

441 Jemaah Haji Kloter 18 JKS Asal Depok Tiba di Tanah Air, Dua Jemaah Masih Dirawat di Madinah

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:21 WIB

Respons Kritik PKS, Wali Kota Depok Tegaskan Proyek Infrastruktur Sudah Berjalan

Senin, 22 Juni 2026 - 22:52 WIB

Warga Kedaung dan Cinangka Sepakat Jaga Kebersihan Jalan Abdul Wahab

Senin, 22 Juni 2026 - 21:22 WIB

RW 03 RJB Dorong Warga Dukung Pengelolaan Sampah Lewat Bank Sampah Asteria

Senin, 22 Juni 2026 - 19:00 WIB

BMKG Prediksi El Nino Berlanjut hingga Awal 2027, Depok Diminta Siap Hadapi Dampaknya

Senin, 22 Juni 2026 - 18:47 WIB

PPYNI Kota Depok Gelar Perayaan Hari Yoga Internasional ke-12, Usung Tema “Yoga for Healthy Ageing”

Berita Terbaru