Pepera Telah Final, Papua Bagian Sah NKRI

- Reporter

Rabu, 4 September 2019 - 13:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Edward Krey (Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta)

Banyak pihak tak bertanggungjawab menginginkan perpecahan Papua dan Indonesia. Padahal keabsahan Papua merupakan bagian dari NKRI bisa dicek melalui hasil Pepera tahun 1969 yang telah sah dan final, tak dapat diganggu gugat.

Akhir-akhir ini sedang ramai isu rasisme yang menimpa Papua. Isu rasisme yang menimbulkan kerusuhan yang berdampak tindakan anarkis ini memicu beberapa kelompok menuntut kemerdekaan bagi tanah Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Front garis keras yang tergabung dalam suatu kelompok separatis seperti OPM, banyak memanfaatkan isu ini. Apalagi OPM ini dinilai telah memendam lama keinginan untuk lepas dari Indonesia.

Namun, bersyukur kondisi Papua terkini berangsur normal kembali. Pelaku rasisme telah ditangkap dan akan diadili sesuai hukum yang berlaku. Kabar baiknya, pemerintah mengeluarkan 6 maklumat yang berisi atas larangan tindakan anarkis, separatis dan semacamnya hingga hukuman yang akan diberikan. Hal ini berguna untuk mencegah serta menekan kejadian yang mungkin terjadi kembali.

Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq juga menyatakan dengan tegas, jika posisi Indonesia tak akan berubah, terkait wilayah Papua sebagai bagian dari NKRI. Karena hal tersebut berdasar atas Pepera yang mana telah disahkan oleh PBB.

Hasil Pepera dinilai sah sesuai ‘New York Agreement’ tahun 1962. Pepera ini pun juga sudah disahkan oleh Sidang Majelis Umum PBB melalui Resolusi 2505, tepatnya pada tanggal 19 November tahun 1969. Sehingga kembalinya Papua ke NKRI didukung penuh masyarakat Internasional dan PBB.

Mahfuds menyatakan hal ini sebagai balasan komentar aksi pejuang separatis Papua di Inggris yang mana meragukan keabsahan hasil Pepera tersebut. Simpatisan separatisme beranggapam jikas hasil Pepera dinilai tidak sah serta perlu diulang.

Namun secara tegas pemerintahan menyatakan, status Papua dan Papua Barat sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final, tak bisa diubah pasca Pepera tersebut. Ia juga menjelaskan jika penegakan hukum di Papua sama dengan daerah lainnya sesuai aturan dan koridor yang telah ada.

Keutuhan wilayah NKRI telah mendapat pengakuan serta dipahami oleh semua negara sahabat. Dukungan tersebut bukan hanya lisan namun juga dituangkan setiap kali menandatangani kerjasama dengan pihak Indonesia. Yakni adanya pengakuan wilayah sebagai satu kesatuan NKRI dalam setiap perjanjian strategic yang dibuat.

Di lain pihak, Pemerintah ingin agar kesejahteraan Papua dapat terus meningkat. Sehingga selalu terbuka dialog terkait status Papua di dalam NKRI. Pemerintah telah melihat status Papua serta Papua Barat sudah sah, final tak dapat diganggu gugat menjadi bagian NKRI.

Ditilik dari segi historis dan Yuridis sudah tak ada lagi celah untuk mengungkit-ungkit hal ini. Karena Pepera telah diakui secara de facto serta de jure. Sehingga tak mungkin ada indikasi kecurangan serta intimidasi seperti yabg dituduhkan kelompok separatis tersebut
Meski banyak orang menilai jika NKRI sengaja memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Indonesia, namun hal tersebut berhasil dipatahkan. Karena terbukti jika sejak dulu wilayah Papua masuk kedalam kekuasaan Republik Indonesia.

Bahkan Bumi Cendrawasih ini telah ada dalam wilayah Indonesia jauh sebelum kemerdekaan diproklamirkan. Terbukti Papua telah masuk di dalam peta Indonesia yang aman dibuat oleh Belanda pada tahun 1931.

Terkait pembangunan, banyak pihak mengamini jika pertumbuhan pesat telah dialami oleh bumi Cendrawasih. Bukan hanya sektor ekonomi saja yang naik pesat, juga pendidikan mulai bergeliat melesat.
Apalagi pemerintah masih akan berencana lebih meningkatkan lagi pembangunan di wilayah Papua. Hal ini tentunya membuktikan jika Pemerintah memberikan perhatian serius bagi kawasan paling timur Indonesia ini, bukan?

Ketika rasa merdeka yang terbentuk dari rasa aman, nyaman serta mampu berbaur dengan baik dengan masyarakat, dan perbaikan dari sistem kesejahteraan telah menyentuh bagian terdalam, lalu kemerdekaan mana lagi yang dicari?

Jadi, apalagi yang mesti diributkan? Sudah jelas hasil putusan Pepera ini sudah sah dan final. Tak ada lagi keraguan didalamnya, karena telah disetujui masyarakat Internasional serta PBB. Apalagi banyak dari warga Papua menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi bagian NKRI. Termasuk ribuan Eks OPM yang kembali bergabung dengan Nusantara tercinta. Mereka menyatakan jika kemerdekaan yang mereka impikan telah ada di Indonesia.

 

<

Berita Terkait

Sekda Depok, Supian Suri Sampaikan Duka Mendalam Kepada Keluarga Korban Kecelakaan Maut di Subang
Cegah Miskomunikasi, Kemenkeu Komitmen Sempurnakan Prosedur dan Perkuat Layanan Publik
Ngerahul 2 : Golel
Dibuat Deg-Degan, Akhirnya Indonesia Gulung Korea Selatan Dalam Perempat Final Piala Asia U-23
Cak Imin Ungkap PKB Ingin Terus Menjalin Kerjasama dengan Gerindra
Erick Thohir Sukses Lobi Heerenveen Izinkan Nathan untuk Perkuat Timnas di Piala AFC U-23
Jelang Thomas & Uber Cup 2024, Sekjen PBSI Harap Tim Indonesia Tampil Maksimal
Peringati Hari Kartini 2024, Tia Rahmania Ajak Perempuan Terus Berjuang

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 20:39

Ketua Dewan Kebudayaan Kota Depok (DKD) Dr Awaluddin Faj Hadiri Kegiatan Ngubek Empang Lebaran Depok 2024

Jumat, 17 Mei 2024 - 11:36

Pia Eks Vokalis Utopia Akan Hadir Meriahkan Acara Lebaran Depok 2024

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:20

SMP ARRAHMAN DEPOK Adakah Kegiatan Wisata Akhir Tahun Ke Pengalengan Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:09

Komunitas Pers Tolak Draft UU Penyiaran

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:16

Langkah Awal Revitalisasi Kawasan Pecinan, Pemkot Semarang Akan Benahi Kawasan Kelenteng Tay Kak Sie Dan Gapura Masuk

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:10

Gunakan Formasi Unik, Thiago Motta Sukses Bawa Klub ini Berada di Papan Atas Seri-A 

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:07

Menanti Aksi Ciamik Ester Nurumi Triwardoyo di Thailand Open 2024

Rabu, 15 Mei 2024 - 15:57

Mustika Ratu Hair Care Series Raih Top Innovation Award 2024

Berita Terbaru

Berita

Komunitas Pers Tolak Draft UU Penyiaran

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:09