Produk Mie Instan Indonesia Berjaya di Turki

- Reporter

Senin, 15 Juli 2019 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Mengakhiri lawatannya ke Turki, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengunjungi pabrik mi instan Indomie di zona industri Tekirdag, Turki pada Sabtu (13/7).

Kunjungan ini untuk meninjau keberhasilan Indomie yang menguasai pasar mi instan di Turki dengan pangsa pasar 90 persen.

Kedatangan Mendag disambut Chief Financial Officer (CFO) Adkoturk Yusuf Hermawan Achmad dan General Manager (GM) Indofood Turki Adkoturk Wassim Brinjiki.

“Kalau kita sudah tahu besarnya pasar di Turki, maka Pemerintah akan mengajak pelaku usaha Indonesia untuk berinvestasi menanamkan modal dan mendirikan pabrik di Turki, seperti Indofood. Keuntungannya, bahan baku tetap diekspor dari Indonesia. Bahan baku Indomie sedikitnya 45 persen disuplai dari Indonesia dengan nilai sekitar USD 20 juta per tahun. Angka ini diharapkan meningkat menjadi dua kali lipat jika Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) selesai,” ujar Mendag.

Setelah sembilan tahun beroperasi di Turki, produk mi instan Indomie saat ini telah tersebar di 81provinsi di Turki. Produk mi instan Indomie dapat diperoleh di semua pasar ritel besar dan kecil di seluruh Turki, serta dijual secara daring. Saat ini, konsumen di Turki dapat membeli Indomie satu kardus atau bahkan satu truk secara daring.

Keberadaan produk mi instan Indomie di Turki merupakan cerita keberhasilan yang patut diapresiasi dan ditiru oleh industri lainnya di Indonesia. Banyak tantangan yang dihadapi saat pertama memasuki pasar Turki.

Perbedaan budaya menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat Turki saat itu tidak mengenal dan tidak pernah memakan mi instan.

“Tantangan terberat yang kami hadapi adalah memperkenalkan mi instan yang belum pernah dikenal sebelumnya oleh masyarakat Turki. Sangat sulit meyakinkan konsumen Turki untuk mencoba menu baru yang berbeda dari budaya mereka. Memerlukan upaya cukup keras untuk memasukkan Indomie menjadi menu konsumsi mereka,” tutur Yusuf.

Menurut Yusuf, hambatan lainnya yang dihadapi Indomie dan produk makanan asing di Turki adalah kuatnya rasa nasionalis penduduk Turki, yang lebih cinta dengan produk dalam negerinya dibandingkan dengan produk impor.

Sekitar 80 persen restoran di Turki adalah restoran lokal yang menjual makanan asli Turki. Alasan inilah yang kemudian memutuskan Indomie untuk berinvestasi dan mendirikan pabriknya di Turki.

Indomie mengawali perjalanannya di Turki sejak awal 2010 dengan mendirikan perusahaan Adkoturk Gida Sanayi, kerja sama antara Indonesia dan Turki. Awalnya Adkoturk menjadi distributor produk Indofood di kota kecil Adana yang mengimpor dan menjual produk Indomie.

Tidak hanya sebagai distributor, Adkoturk aktif melakukan riset pasar dengan mencari tahu selerayang digemari konsumen dan bagaimana pemasarannya.

Dari hasil riset, diketahui bahwa penjualan melalui jaringan ritel lebih dominan dari pada melalui pasar tradisional. Sehingga pada pertengahan tahun 2011 Adkoturk membuka kantor cabang di Istanbul agar lebih dekat dengan kantor pusat jaringan ritel di Turki.

Wassim menambahkan, promosi dan pemasaran kemudian gencar dilakukan untuk membangun kesadaran konsumen, hingga akhirnya kantor pusat dipindahkan ke Istanbul. Strategi pemasaran yang dilakukan Indomie di Turki yaitu dengan langsung fokus kepada konsumen.

Promosi dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui iklan, pembelajaran, kerja sama dengan para koki selebritas, penerbangan internasional, melibatkan para milenial/gamer, dan mengundang murid-murid sekolah mengunjungi pabrik Indomie.

Selain itu, dilakukan promosi melalui media sosial yang dinilai paling efektif saat ini untuk menarik minat konsumen, khususnya kalangan milenial.

“Kerja keras dan strategi pemasaran yang tepat telah meningkatkan omzet penjualan Indomie di Turki. Penjualan Indomie tahun 2019 naik sepuluh kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumnya.Indomie sekarang dapat ditemukan di 340 jejaring toko ritel yang ada di seluruh Turki,” ungkap Wassim.

Kapasitas produksi Indomie saat ini sebanyak  550 ribu karton per bulan dengan penjualan mencapai 450 ribu karton Indomie bungkus dan 50 ribu karton Indomie kemasan cup per bulan.

Dengan penambahan mesin baru, kapasitas Produksi akan meningkat menjadi 1 juta karton perbulan. Bahan baku yang berasal dari Indonesia adalah bumbu, pembungkus, dan minyak kelapa sawit.

Kebutuhan minyak kelapa sawit untuk Indomie saat ini sebanyak 250-500 ton per bulan. Dengan rencana penambahan mesin, kebutuhan minyak kelapa sawit akan mencapai 1.000 ton per bulan, sehingga permintaan minyak kelapa sawit akan meningkat.

Namun, tarif minyak kelapa sawit dari Indonesia lebih tinggi dari Malaysia yang telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Turki, sehingga minyak kelapa sawit Indonesia tidak dapat bersaing di Turki.

Sebagai upaya meningkatkan perdagangan dan daya saing produk Indonesia, sehari sebelumnya Mendag Enggar telah bertemu dengan Menteri Perdagangan Turki Ruhsan Pekca. Keduanya sepakat akan menyelesaikan perundingan IT-CEPA.

“Penyelesaian perundingan IT-CEPA penting artinya bagi peningkatan daya saing produk Indonesia di Turki. Setelah IT-CEPA selesai tahun ini, saya percaya perdagangan kedua negara akan segera meningkat signifikan dalam waktu dekat,” pungkas Mendag.

Berita Terkait

Dorong Generasi Muda Aktif di Masjid, DKM Masjid Baitul Kamal Balaikota Depok Bentuk Remaja Masjid
Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Kegiatan Motivasi Santri Mengenal Diri Untuk Berprestasi Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd
Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Tes Minat & Bakat Santri Bersama Primagen Tahun Ajaran 2026-2027
Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Workshop Membangun Daya Juang & Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Pendidikan Alumni Gontor
DKM Baitul Kamal Bentuk Remaja Masjid, Libatkan Remaja dari Berbagai Kecamatan di Depok
Lima RW di Rangkapan Jaya Baru Gunakan Dana RW untuk Pengadaan Ambulans
Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda Bakal Dibangun, Terhubung hingga BORR
Minat Lansia Ikuti Sekolah Lansia di Duser Terus Meningkat, Kini Capai 167 Peserta

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Dorong Generasi Muda Aktif di Masjid, DKM Masjid Baitul Kamal Balaikota Depok Bentuk Remaja Masjid

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Diduga Ditemukan Indikasi Bahan Radioaktif, Pemkot Depok Tinjau Bekas TPS Liar di Limo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Wamen LH Sidak TPA Cipayung, Pemkot Depok Diminta Perkuat Pemilahan Sampah Menuju Target 2029

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Targetkan Emas Porprov Jabar 2026, Wali Kota Depok Jadikan Depok Golf Series 2 Ajang Pemanasan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Aksi Nyata Karang Taruna Unit 20 Depok: Jembatani Warga Lokal Dapatkan Pekerjaan

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Tes Minat & Bakat Santri Bersama Primagen Tahun Ajaran 2026-2027

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Pondok Modern Darul Falah Cimenteng Subang Gelar Workshop Membangun Daya Juang & Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Pendidikan Alumni Gontor

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:02 WIB

DKM Baitul Kamal Bentuk Remaja Masjid, Libatkan Remaja dari Berbagai Kecamatan di Depok

Berita Terbaru