Implementasi Industri 4.0 Dongkrak Efisiensi dan Produktivitas 40 Persen

- Reporter

Rabu, 17 April 2019 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas dan efisiensi hingga 40 persen. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mengajak seluruh sektor manufaktur di Tanah Air agar siap menghadapi dan menerapkan teknologi era digital.

“Era digital atau industri 4.0 ini manfaatnya akan memberikan efisiensi dan produktivitas kepada perusahaan yang naik hingga 40 persen. Berarti untungnya juga bisa naik 40 persen. Maka bayar pajaknya pun bertambah. Dengan demikian perusahaan untung, kemudian pemerintah juga untung. Itu salah satu manfaat implementasi industri 4.0,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada penutupan Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Selasa (16/4).

Kegiatan yang mengusung tema “Implementasi Making Indonesia 4.0 Menuju Indonesia Menjadi Negara 10 Besar Ekonomi Dunia” tersebut berlangsung selama dua hari, 15-16 April 2019 dengan menghadirkan forum strategis serta pameran teknologi industri yang menghadirkan para kampiun yang telah menerapkan industri 4.0 serta penyedia teknologi.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Kehadiran para stakeholder di sini juga sangat penting bagi perkembangan industri 4.0,” tutur Menperin. Inspirasi penerapan industri 4.0 dihadirkan para pelaku industri penerima penghargaan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

Dalam kurun waktu satu tahun penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0, Kemenperin telah meluncurkan INDI 4.0 sebagai indeks acuan bagi industri dan pemerintah dalam mengukur tingkat kesiapan industri bertransformasi menuju industri 4.0. “Indeks ini merupakan yang kedua diluncurkan di dunia, setelah Singapura meluncurkan tahun lalu,” jelasnya.

Rata-rata hasil penilaian dari 326 industri yang berpartisipasi adalah cukup siap. Sebanyak lima industri penerima penghargaan tersebut dinilai sudah menerapkan industri 4.0. Kelima perusahaan industri tersebut adalah PT. Indolakto (sektor industri makanan dan minuman), PT. Pupuk Kaltim (sektor industri kimia), PT. Pan Brothers, Tbk (sektor industri tekstil), PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (sektor industri otomotif), serta PT. Hartono Istana Teknologi (sektor industri elektronika).

Selanjutnya, Kemenperin menunjuk PT. Schneider Electric Manufacturing Batam (PT. SEMB) sebagai Lighthouse Industri 4.0 di Indonesia. Perusahaan tersebut dinilai berhasil melakukan transformasi digital sehingga mampu mengadopsi digital attitude dan menerapakan model operasional yang baru dan efisien di perusahaan.

“Adanya lighthouse industry dapat menjadi pembelajaran bagi industri lain dalam bertransformasi menuju industri 4.0. Ke depan, diharapkan semakin banyak lighthouse yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Airlangga.

4 hal penting

Menperin menyimpulkan, setidaknya ada empat hal penting dalam implementasi industri 4.0. Pertama, pemanfaatan teknologi. Kedua, investasi, diperlukan untuk mendukung ketersediaan teknologi. Selanjutnya adalah pendidikan yang ditransformasi untuk memberikan retraining bagi SDM industri.

“Terakhir, inovasi itu sendiri karena merupakan kunci industri 4.0. Untuk itu, Kemenperin sudah melakukan MoU dengan Fraunhofer Jerman dan National Research Center di Korea Selatan sehingga pelaku industri di Indonesia bisa masuk dalam level yang sama dengan negara-negara lain,” tuturnya.

Airlangga menambahkan, penerapan Making Indonesia 4.0 diharapkan dapat mendorong industri Tanah Air sehingga mampu tampil maksimal di mata dunia, karena Indonesia merupakan official partner country di Hannover Messe 2020. Indonesia akan menjadi partner country pertama dari ASEAN bagi pameran yang menjadi induk pameran industri di Eropa, sekaligus tempat kelahiran Industri 4.0.

“Pameran ini berpeluang menjadi show case kemampuan industri Indonesia, terutama untuk menarik investasi maupun untuk membuka pasar ekspor bagi Indonesia. Kita juga memperoleh dukungan Pemerintah Jerman untuk mempromosikan Indonesia di pasar global,” tegasnya.

Airlangga juga berharap, sebagai partner country Hannover Messe 2020, Indonesia dapat mempercepat adopsi teknologi serta membuka kesempatan industri Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan industri elektronika di dalam negeri. “Selain itu juga bisa membangun innovation center termasuk mengembangkan klaster Silicon Valley di Indonesia yang salah satu prototipenya sudah ada di Serpong,” terangnya.

Menperin menyampaikan, salah satu langkah selanjutnya yang ditempuh Kemenperin adalah membangun innovation center yang setara dengan digital capability center di Singapura, bekerja sama dengan penyedia teknologi, penyedia software (tier 2) serta industri yang siap menjadi pionir. “Ada sekitar 20 perusahaan Indonesia yang menjadi member digital capability center di Singapura, artinya sudah banyak yang siap masuk era Industri 4.0,” paparnya.

Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK) ITS, Arman Hakim Nasution menyebut, progress roadmap Making Indonesia 4.0 perlu diacungi jempol. Menurutnya, hanya dalam setahun telah mampu menelurkan hasil initial assessment kesiapan menuju era 4.0 dalam bentuk INDI 4.0.

“Langkah strategis Making Indonesia 4.0 akan memiliki acuan dan terukur untuk mencapai tujuan yang dicanangkan presiden Jokowi agar Indonesia menjadi 10 negara ekonomi dunia pada tahun 2030,” imbuhnya.

Selain itu, kata Arman, potensi infrastruktur koneksi internet Indonesia masuk ranking 100 dunia, dengan peringkat fixed broadband pada 2016 ada di ranking 89 dengan kecepatan 13,30 mbps. Arman menilai, potensi infrastruktur ini harus ditingkatkan agar sejajar dengan Singapura, Malaysia dan Thailand.

Berita Terkait

Ini Dia Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Tahun 2026
Perkuat Pendampingan Keluarga, Wihaji Pastikan Komitmen Penurunan Angka Stunting
PRIMAGEN kenalkan Tes Minat Bakat di Event Pramono SPEKIX 2026 di JCC Senayan Jakarta, Dorong Anak Disabilitas Mapping Talent Mapping Sejak Dini
Dana RW Rp300 Juta Bukan Sekadar Bangun Jalan! RW 10 Kelurahan RJB Pancoran Mas Kota Depok Depok Pilih Mobil Siaga, Ini Alasannya
PRIMAGEN dan FORKESI Hadirkan Tes Pemetaan Minat Bakat Anak Spesial di SPEKIX 2026
Al Siddiq International School Pondok Gede Bekasi Hadirkan Pembicara Parenting Alumni Gontor Dr Awaluddin Faj, M.Pd
SMA Perguruan Rakyat 3 Gelar Kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) Bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun 2026
Pendidikan Kaderisasi OSIS Sekolah, SMP Sumbangsih Adakah Kegiatan LDKS bersama Dirgantara Outbond Training (DOT) Tahun Ajaran 2026-2027

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Wajah Baru Jalan Cinere Raya, Bebas Macet Akhir 2026!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Siap-Siap! Kawasan GDC Depok Bakal Dibikin Lebih Paten.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Jangan Coba-Coba Bakar Sampah di Depok, Dendanya Bikin Warga Meringis!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Damai di Bumi Wiyata: Pemkot Depok Banjir Apresiasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Pemkot Depok Bagikan 1 Ton Beras di Jatijajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:26 WIB

DLHK Depok Dorong Warga Kemirimuka Aktif Pilah Sampah dan Manfaatkan Bank Sampah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Nggak Perlu Jauh! Warga Pondok Cina Bisa Urus Adminduk Langsung Dekat Rumah!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:21 WIB

Ratusan Pelajar SD Depok Sabet Juara LLP 2026, Lima Siswa Tembus Kancah Nasional dan Provinsi

Berita Terbaru

Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok saat ini sedang menata area Jalan Cinere Raya yang berlokasi di Kecamatan Cinere. (Foto: Dok. DPUPR)

Berita Depok

Wajah Baru Jalan Cinere Raya, Bebas Macet Akhir 2026!

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:07 WIB

Pada Rabu (14/10/26), DPUPR Kota Depok mendatangi kawasan Grand Depok City (GDC) untuk melakukan peninjauan bersama BKD dan instansi terkait. (Foto: Dok. DPUPR)

Berita Depok

Siap-Siap! Kawasan GDC Depok Bakal Dibikin Lebih Paten.

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:04 WIB

Penandatanganan Perjanjian Bersama antara Serikat Pekerja PT Bumiputera Wisata (Hotel Bumi Wiyata) dan pihak manajemen berlangsung di Ruang Bougenville pada Selasa (13/10/26), disaksikan langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri. (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Damai di Bumi Wiyata: Pemkot Depok Banjir Apresiasi

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:13 WIB