Pelajar di Jakarta Tak Sempat Sarapan saat Berangkat Sekolah

- Reporter

Sabtu, 6 April 2019 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Siarandepok.com – Sekitar 30 persen pelajar di Jakarta tak sempat sarapan saat berangkat ke sekolah. Hal ini diketahui berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ini disebabkan, kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, karena keadaan ekonomi siswa yang tergolong rendah.

Saat meninjau pelaksanaan program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS), Anies mengingatkan betapa pentingnya pemberian makanan pendamping untuk anak-anak, terutama yang sudah bersekolah. Program PMT-AS bertujuan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik.
“PMT-AS juga bertujuan meningkatkan ketahanan fisik siswa dalam mengikuti kegiatan belajar,” kata Anies di SDN Kedaung 03 Pagi, Jakarta Barat, Jumat (5/4).

Pelaksanaan program PMT-AS kali ini memiliki beberapa keunikan, misalnya variasi makanan yang disediakan sekolah bekerja sama dengan pemprov lebih beragam. Hal itu membuat Anies sangat mendukung program PMT-AS.

Dalam program kali ini tersedia 29 variasi menu sehat dan bergizi, yang dalam program sebelumnya hanya ada dua menu. Menu-menu tersebut, meliputi aneka buah, susu, hingga makanan berat seperti nasi tim dan nasi goreng. Pastinya, semua menu itu telah mempertimbangkan faktor gizi, selera, dan kearifan lokal.

Menariknya, semua menu itu dibuat langsung oleh para orang tua siswa di dapur sekolah.

“Yang unik makanan ini dimasak orang tua siswa sehingga ketika masak, mereka sadar akan dikonsumsi oleh anaknya,” ujar Anies.

Namun dalam pembuatan makanan para orang tua tetap diawasi komite sekolah dan dinas kesehatan. Ia menyebut hal ini adalah contoh swakelola tempat yang selama ini digaungkan Pemprov DKI Jakarta.

Diketahui, program PMT-AS sudah dilaksanakan sejak 2017. Tahun ini, anggaran program ini sebesar Rp324 miliar yang akan dialokasikan ke 144 ribu siswa yang tersebar di 459 sekolah di 53 kelurahan dari 267 kelurahan di Jakarta. Anies berharap ke depannya program ini menjangkau seluruh sekolah di Jakarta.

“Insyallah kita akan jangkau semua sekolah,” ujarnya.

Penulis: Faisal Nur Fatullah

 

Berita Terkait

Pemkot Depok Kaji Ulang Penerapan UHC, Utamakan Bantuan Kesehatan Tepat Sasaran
Kodrat Depok Gelar Latihan Bersama dan Uji Tanding, Libatkan 130 Atlet dari Empat Daerah
441 Jemaah Haji Kloter 18 JKS Asal Depok Tiba di Tanah Air, Dua Jemaah Masih Dirawat di Madinah
Respons Kritik PKS, Wali Kota Depok Tegaskan Proyek Infrastruktur Sudah Berjalan
Warga Kedaung dan Cinangka Sepakat Jaga Kebersihan Jalan Abdul Wahab
Pemkot Depok Perbaiki Saluran Air di Titik Rawan Banjir
RW 03 RJB Dorong Warga Dukung Pengelolaan Sampah Lewat Bank Sampah Asteria
BMKG Prediksi El Nino Berlanjut hingga Awal 2027, Depok Diminta Siap Hadapi Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:25 WIB

Pemkot Depok Kaji Ulang Penerapan UHC, Utamakan Bantuan Kesehatan Tepat Sasaran

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:24 WIB

Kodrat Depok Gelar Latihan Bersama dan Uji Tanding, Libatkan 130 Atlet dari Empat Daerah

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:22 WIB

441 Jemaah Haji Kloter 18 JKS Asal Depok Tiba di Tanah Air, Dua Jemaah Masih Dirawat di Madinah

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:21 WIB

Respons Kritik PKS, Wali Kota Depok Tegaskan Proyek Infrastruktur Sudah Berjalan

Senin, 22 Juni 2026 - 22:52 WIB

Warga Kedaung dan Cinangka Sepakat Jaga Kebersihan Jalan Abdul Wahab

Senin, 22 Juni 2026 - 21:22 WIB

RW 03 RJB Dorong Warga Dukung Pengelolaan Sampah Lewat Bank Sampah Asteria

Senin, 22 Juni 2026 - 19:00 WIB

BMKG Prediksi El Nino Berlanjut hingga Awal 2027, Depok Diminta Siap Hadapi Dampaknya

Senin, 22 Juni 2026 - 18:47 WIB

PPYNI Kota Depok Gelar Perayaan Hari Yoga Internasional ke-12, Usung Tema “Yoga for Healthy Ageing”

Berita Terbaru