Perkuat Struktur Industri TPT, Investasi Sektor Bahan Baku Terus Dipacu

- Reporter

Minggu, 31 Maret 2019 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Perindustrian giat memacu pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Tanah Air. Sebab, berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN), industri TPT merupakan salah satu sektor manufaktur yang dikategorikan strategis dan prioritas dalam perannya menopang perekonomian.

“Bahkan, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri tekstil dan pakaian termasuk dari lima sektor yang disiapkan menjadi andalan dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan para pelaku industri TPT di Jakarta, Jumat (29/3) malam.

Menperin mengemukakan, kemampuan industri TPT dalam dua tahun terakhir semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun global. Ini terlihat pada laju pertumbuhan industri TPT sepanjang tahun 2018 yang tercatat di angka 8,73 persen atau mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17 persen.

“Pada tahun 2018, industri TPT menjadi penghasil devisa yang cukup signifikan dengan nilai ekspor mencapai USD13,22 miliar atau naik 5,55 persen dibanding tahun lalu. Selain itu, industri TPT telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,6 juta orang. Ini yang menjadikan industri TPT sebagai sektor padat karya dan berorientasi ekspor,” paparnya.

Menperin optimistis, ekspor produk TPT nasional akan semakin terdongkrak seiring ditandatangani perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif antara Indonesia dengan Australia dan EFTA. “Jadi, market-nya terbuka luas. Kami berharap juga mendorong CEPA dengan Uni Eropa bisa cepat diselesaikan,” tandasnya.

Dalam acara yang bertema ‘Revitalize Indonesia Textile Industry From Plantation to Fashion’ tersebut, Airlangga mengatakan, industri TPT nasional saat ini telah terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga memiliki daya saing global. Keunggulan ini perlu ditingkatkan guna lebih memperdalam strukturnya, seperti melalui investasi industri bahan baku terutama yang substitusi impor.

“Diharapkan ke depan, semakin kuat strukturnya dengan bertambahnya industri yang menghasilkan bahan baku berupa serat rayon sebagai diversifikasi produk yang berbasis kapas dan polyester,” tuturnya.

Oleh karena itu, Menperin memberikan apresiasi kepada PT Asia Pacific Rayon (APR)dan PT Rayon Utama Makmur (RUM) yangtelah melakukan investasi dalam sektor industri serat rayon untuk meningkatkan kapasitas nasional yang saat ini sebesar 536 ribu ton per tahun. PT APR menggulirkan dananya di Riau sebesar Rp11 triliun dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.200 orang sehingga secara grup totalnya mencapai 7.000 pekerja.

“Dengan beroperasinya PT APR yang menghasilkan viscose rayon sebesar 240 ribu ton dan PT RUM sebesar 80 ribu ton, maka total kapasitas produksi nasional serat rayon akan menjadi 856 ributon per tahun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Airlangga juga mendorong kepada PT APR agar melakukan investasi yang lebih ke hilir, yaitu industri pemintalan dengan kapasitas mesin minimal 1 juta mata pintal. Apabila ini dilakukan, ekspor berupa benang rayon ditargetkan naik hingga 57,6 ribu ton atau senilai USD240,54 juta.

“Sebagai perusahaan pionir yang mengembangkan industri tekstil yang tidak hanya beriorientasi kepada tekstil untuk sandang, kami juga melihat PT APR sudah lebih beriorientasi kepada kebutuhan fesyen dan terus mengembangkan rayon untuk kebutuhan technical textile,” imbuhnya.

Airlangga menambahkan, pihaknya sedang mendorong sektor manufaktur di Tanah Air dapat terlibat aktif dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi serta kegiatan penelitian dan pengembangan. Bagi perusahaan yang berinvestasi pada dua hal tersebut, pemerintah siap memberikan insentif fiskal berupa super deductible tax.

“Kami telah mengusulkan skema keringanan pajak tersebut, hingga 200 persen untuk industri yang berinvestasi pada pendidikan vokasi, dan sebesar 300 persen bagi yang terlibat dalam kegiatan R&D untuk menciptakan inovasi,” jelasnya.

Berita Terkait

DKM Baitul Kamal Bentuk Remaja Masjid, Libatkan Remaja dari Berbagai Kecamatan di Depok
Cing Ikah: Al-Qur’an Harus Menjadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital
Langkah Nyata Pemkot Depok Dorong Kota Ramah Anak dan Inklusif
Kawal Tata Kelola dan Keberlanjutan Korporasi, Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Tbk Perkuat Langkah Menuju Pasar Global
Sambut Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Ajak Warga Nobar Seru di Alun-Alun GDC
Langkah Nyata Pemkot Depok Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman Bagi Siswa
Optimisme Supian Suri: Koperasi Depok Siap Melompat Lebih Jauh di Era Digital
PT. Tirta Asasta Depok Raih Anugerah Transformasi Korporasi dan Tata Kelola BUMD Menuju IPO

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Bukan Sekadar Ajang Tanding, Porseni PGIS Depok Dipuji Jadi Wadah Memupuk Semangat Kemerdekaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Cegah Banjir dan Sambut HUT ke-81 RI, Kodim bersama Pemkot Depok Bersihkan Kali Baru Timur

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Yeti Wulandari Dukung Penuh Arahan Presiden Prabowo Tentang Birokrasi: Negara Harus Memudahkan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Supian Suri Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik Usai Simak Pidato Presiden Prabowo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Pidato Kenegaraan Prabowo Jadi Penguatan Pemkot Depok Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Wali Kota Depok Tinjau Pembangunan SDN Cinere 1, Ditargetkan Rampung Awal 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:41 WIB

4 Rekomendasi Vendor Jasa Foto Wisuda Terbaik di Depok Jawa Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:39 WIB

5 Rekomendasi Studio Foto Terbaik Untuk Wisuda di Depok

Berita Terbaru