Revitalisasi Pascabencana, Kemenperin Fasilitasi Pelaku Industri di Sulawesi Tengah

- Reporter

Kamis, 28 Maret 2019 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif mendorong kegiatan percepatan pemulihan perekonomian pascabencana tsunami dan gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah. Upaya tersebut termasuk menggiatkan kembali aktivitas industri dan mengembangkan pemberdayaan ekonomi lokal yang ditargetkan berdampak positif bagi para korban gempa dan masyarakat.

“Sejak masa tanggap darurat hingga masa rehabilitasi saat ini, Kemenperin bersama para pelaku industri terus berupaya meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana alam,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat penyerahan bantuan untuk Revitalisasi Kegiatan Usaha Industri Pascabencana di Sulawesi Tengah, Kamis (28/3).

Airlangga memberikan semangat kepada warga Sulawesi Tengah agar dapat bangkit setelah bencana yang menimpa pada enam bulan yang lalu. Bencana tersebut berakibat cukup besar terhadap perekonomian sosial maupun kegiatan kemasyarakatan. Namun menurut Airlangga, masyarakat yang terdampak harus cepat bangkit agar perekonomian di sana kembali pulih.

“Tadi ada salah satu stan pameran yang saya tinjau, menyatakan bahwa pendapatannya Rp3 juta per hari. Jadi luar biasa, inilah semangat yang ingin didorong oleh Kementerian Perindustrian agar masyarakat di sini cepat untuk kembali beraktivitas ekonomi dan kelihatannya semangat luar biasa,” ujarnya.

Salah satu bantuan yang diberikan Kemenperin adalah program pelatihan mekanik sepeda motor kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Upaya ini dilakukan guna menciptakan wirausaha baru di sektor reparasi sepeda motor. “Program tersebut juga sejalan dengan keinginan pemerintah untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), termasuk di bidang perbengkelan,” papar Menperin.

Menurut Airlangga, salah satu upaya pemerintah mendorong pertumbuhan industri nasional difokuskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Faktor SDM berperan penting bagi produktivitas dan daya saing industri nasional, serta mendorong bertambahnya multiplier effect yang  berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

“Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pelaku industri yang turut berpartisipasi dalam program Kemenperin memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi Tengah. Saya berharap sinergi yang kita bangun menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat   pemulihan kegiatan usaha industri,” ujarnya.

Pelatihan mekanik sepeda motor yang merupakan hasil kerja sama Kemenperin dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) telah melibatkan 500 peserta yang terdiri dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), guru SMK, pekerja bengkel tradisional, dan mekanik bengkel ATPM di Sulawesi Tengah. “Selain itu, kami menyiapkan program pilot project SMK, yang bertujuan membangun satu education center sebagai showcase di salah satu SMK di Sulteng, yang dilengkapi  peralatan perbengkelan dan modul pelatihan mekanik sepeda motor sesuai dengan SKKNI dan teknologi terkini,” ungkap Menperin

Kemenperin juga memberikan fasilitas pengembangan SDM kepada masyarakat di Sulawesi Tengah berupa rumah produksi di Biromaru, Kabupaten Sigi kepada Kelompok Usaha Industri Kecil Menengah (IKM), mesin dan peralatan IKM, serta peralatan bengkel kepada 50 Kelompok Wirausaha Baru (WUB).

Airlangga menambahkan, Kemenperin juga telah mengirimkan lima Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang dilengkapi aplikasi penjernih air. Kelima AMMDes tersebut didistribusikan kepada BUMDES Nadoli, BUMDES bersama Masagena dan Kelompok Bahari 88 dari tiga wilayah terdampak gempa di Sulawesi Tengah, yakni Palu, Donggala, dan Sigi.

“Sesuai karakteristik AMMDes, unit yang dikirim ke Sulawesi Tengah juga dilengkapi Power Take Off (PTO) yang mampu menggerakkan alat produksi serta utilitas dan alat bantu kerja lain sehingga dapat dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” ujarnya.

AMMDes merupakan hasil pengembangan anak bangsa dengan jumlah komponen lokal mencapai hampir 90 persen dengan melibatkan IKM, sebagai vendor komponennya hingga 42 persen. Saat ini, AMMDes terus dikembangkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan produksi masyarakat. “Setelah kami mengirimkan lima prototipe AMMDes penjernih air ke Palu untuk duiji coba, ternyata respons masyarakat di sana sangat luar biasa karena merasa terbantu,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto menerangkan, AMMDes penjernih air juga memberikan peluang bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan yang cukup. “Sebelumnya, kami melaksanakan bimbingan teknis kepada kelompok masyarakat penerima bantuan AMMDes penjernih air mengenai teknis pengoperasian selama 1-2 bulan,” terangnya.

Kemenperin juga membangun sebanyak 24 rumah produksi Industri Kecil dan Menengah di lingkungan Hunian Sementera (Huntara). Saat ini, 18 di antaranya telah diserahkan kepada pelaku IKM dan 6 lainnya dalam tahap pembangunan. “Tak hanya itu, Kemenperin juga memberikan 29 peralatan produksi IKM,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan dari beberapa perusahaan industri kepada Pemprov Sulawesi Tengah, antara lain dari Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI), Pupuk Kujang, Petrokimia Gresik, Semen Tonasa, dan Semen Indonesia. Selain itu, bantuan juga diberikan oleh Sanwa Tirta Indonesia kepada SD Inpres Perumnas Kota Palu dan Masjid Al-Ikhlas.

Berita Terkait

Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya
Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia
Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa
Tiga Jabatan Kepala Dinas di Depok Tak Lagi Dilelang, Pemkot Terapkan Sistem Manajemen Talenta
Komunitas GASS D1 Gelar Family Gathering Sekaligus Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru
Gelar MeiLawan 2026, ILUNI UI FIB Ajak Masyarakat Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998
Mendapat Tempat Di Hati Warga, Pengunjung Lebaran Depok 2026 Membludak Hingga 70 Ribu Orang

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:58 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:22 WIB

23 Tahun Kiprah Pondok Pesantren Darul Mu’minin As’adiyah Doping, Wajo: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban”

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:48 WIB

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:17 WIB

Liburan Berkesan, Akhlak Terbentuk, Waktu Produktif dan Bermanfaat dengan Quranic Camp Bimbel Primago 2026

Berita Terbaru