oleh

Apakah Kamu “Anxiety Disorder” ?

Anxiety Disorder adalah salah satu contoh penyakit kesehatan jiwa tersebut. Seseorang yang mengalami hal ini sering kali merasakan kecemasan yang berlebihan akan suatu hal. Bahkan lebih jauh efek kecemasan yang dialami oleh penderitanya akan sangat sering dan berulang-ulang. Namun kecemasan yang dialami seseorang tersebut tidak dapat di definisikan secara pasti apa yang membuatnya cemas.

Pada masa ini banyak terjadi masalah gangguan jiwa yang di alami oleh masyarakat kita, gangguan jiwa ini tidak hanya gila. Melainkan banyak penyakit jiwa seperti anxiety disorder/gangguan kecemasan berlebihan atau beberapa jenis penyakit jiwa yang lainnya. Ada kalanya hal ini timbul karena lingkungan sosial di mana penderita berada, karena hal ini memiliki pengaruh sangat besar. Bahkan beberapa hal lainnya di timbukan akibat trauma atas kejadian yang pernah di alami dan di bawa hingga dewasa. Berikut beberapa keterangan mengenai gangguan tersebut :

Penyebab, ciri, serta solusi dalam anxiety disorder/gangguan kecemasan

1. Jenis gangguan kecemasan

Gangguan pada jiwa tidak hanya gila melainkan banyak hal yang dapat di katakan sebagai penyakit jiwa. Namun tentunya hal tersebut bisa di katakan sebagai hal yang perlu mendapatkan perhatian yang khusus. Bahkan lebih jauh dalam agama telah mengatur dalam berbagai aspek termasuk salah satunya penyakit hati/jiwa yang dapat menyebabkan hal yang buruk pada diri seorang manusia. Anxiety disorder/gangguan kecemasan sendiri di bagi menjadi beberapa jenis yaitu:

a. Kecemasan sosial

Jenis dari anxiety disorder/gangguan kecemasan yang satu ini lebih kepada pengaruh sosial di sekitar. Seorang penderita dengan yang dapat di golongkan dalam golongan ini adalah ketika seseorang mengalami ketakutan untuk berbuat salah. Berbuat salah yang di maksud di sini adalah takut berbuat salah di hadapan orang lain. Sehingga ketika seorang penderita melakukan sebuah kesalahan di hadapan orang lain dia merasa seakan-akan di hakimi. Bahkan penderita ini tidak jarang takut atau menghindar ketika bertemu banyak orang.

b. Panik

Jika pada point pertama tadi panik tersebut terjadi karena kesalah di depan orang, maka anxiety disorder/gangguan kecemasan yang satu ini terjadi pada diri sendiri. Maksudnya seorang penderita akan tiba-tiba mengalami panik atau ketakutan tanpa sebab yang pasti. Biasanya di tandai dengan ciri berkeringat, detak jantung meningkat, dan bingung akan sesuatu. Biasanya gejala ini datang dengan tiba-tiba tanpa bisa diprediksi. Serta hal tersebut terjadi tanpa bisa di jelaskan mengenai sebab dan akibatnya.

2. Trauma

Dalam anxiety disorder/gangguan kecemasan trauma menjadi salah satu faktor yang cukup bertanggung jawab atas gangguan tersebut. Karena trauma sendiri merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan yang pernah terjadi pada seseorang. Baik hal tersebut pernah terjadi pada masa kecil, lingkungan kerja, bahkan keluarga. Sehingga hal tersebut terpatri dan sangat di hindari oleh seorang penderita. Bahkan lebih jauh seorang penderita akan ketakutan ketika mengingat maupun mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan apa yang di bencinya tersebut.

3. Tekanan atau strees

Penderita anxiety disorder/gangguan kecemasan yang paling banyak terjadi pada saat ini adalah karena tekanan. Baik tekanan karena pekerjaan, rumah tangga, atau pun pendidikan yang tengah di jalani nya. Tidak jarang seseorang mengalami hal tersebut pada beberapa lingkungan tadi. Mengingat tekanan tadi terjadi karena ketidaksiapan mental seseorang dalam menerima setiap konsekuensi dan tekanan yang ada pada lingkungannya. Hal tersebutlah yang nantinya berperan menumbuhkan kecemasan berlebihan yang di rasakan seorang penderita gejala tersebut.

4. Ciri penderita

Yang paling dapat anda kenali dari seorang penderita anxiety disorder/gangguan kecemasan adalah seringkali merasa gelisah terhadap sesuatu. Sudah tidur atau insomnia akibat pikiran tidak menentu yang mengakibatkan nya tertekan. Serta jika ada sesuatu yang sangat mengganggunya seorang penderita ini akan cenderung untuk berkeringat disertai dengan meningkatnya detak jantung. Dan pada tubuhnya akan merasa lemas ataupun pingsan yang terjadi pada penderita tersebut. Serta yang paling mudah di kenali adalah kepanikan yang luar biasa yang di alami penderita gangguan ini.

5. Peran keluarga

Dalam mengatasi masalah anxiety disorder/gangguan kecemasan peran keluarga terhadap seseorang yang menderita hal tersebut sangatlah penting. Mengingat gangguan ini merupakan gangguan yang terjadi pada jiwa seseorang. Maka dari itu peran sebuah keluarga dalam menemani dan memberikan semangat untuk hal ini sangat lah penting bagi penderita. Selain dapat memberikan sesuatu yang positif bagi penderita semangat yang di berikan akan berdampak baik bagi kesembuhan mentalnya. Dan yang lebih penting dapat mengurangi dampak tersebut pada seorang penderita.

6. Penyembuhan spiritual

Anxiety disorder/gangguan kecemasan tersebut akan lebih baik untuk mencoba melakukan penyembuhan melalui sentuhan yang dapat menyentuh jiwa penderitanya. Untuk mengatasi hal ini dengan menggunakan obat-obatan penenang hanya akan memberikan dampak negatif di kemudian hari. Seperti ketergantungan terhadap obat tersebut dan yang paling penting obat penenang yang di berikan hanya bersifat menunda hal tersebut. Bukan mengobati atau pun mengurangi hal yang di alami oleh penderita. Bimbingan rohani pada keadaan ini menjadi hal yang sangat penting untuk terus mengubah pola pikir dan kecemasan yang di alami oleh penderita.

7. Motivasi

Dalam menghadapi masalah anxiety disorder/gangguan kecemasan ada baiknya untuk mendapatkan seorang pembimbing untuk mendengarkan keluhannya. Hal ini bisa di dapat oleh psikiater atau pun seorang pembimbing spiritual. Agar nantinya dapat memotivasi atau bahkan memberikan semangat atas apa yang di alaminya. Hal ini di rasa akan sangat efektif dalam memberikan masukan maupun semangat dalam menghadapi keadaan yang di hadapinya. Agar nantinya keadaan ini tidak membawanya pada keadaan yang lebih buruk di kemudian hari.

8. Gaya hidup

Dalam menekan anxiety disorder/gangguan kecemasan yang di alami seseorang anda dapat memberikannya atau mengajak kepada gaya hidup yang lebih positif. Serta beberapa motivasi agar penderita hal tersebut dapat menerima keadaan. Hingga nantinya hal yang di alaminya itu tidak berlarut-larut membebani pikiran serta kehidupan seorang penderita. Membuka wawasan serta mengganti gaya hidup agar penderita agar dapat menerima hal yang baru juga tidak kalah penting untuk membantu mengatasi masalah ini. Tidak ada penyakit tanpa obat, setiap keadaan baik penyakit fisik maupun jiwa pasti ada cara untuk menyembuhkan penderitanya.

Pada beberapa kondisi ini pada dewasa ini dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Mengingat zaman yang menuntut keadaan yang sebar cepat tanpa mau mengerti keadaan yang di alami oleh setiap individu. Pendekatan melalui agama, keluarga, dan teman yang dapat membawa dan mengajaknya ke jalan yang positif akan sangat di perlukan. Jangan pernah menghindari atau menjauhi seseorang yang mengalami hal ini karena hal ini bukan lah aib yang harus di tutupi. Semoga setiap masukan yang telah di berikan di atas bermanfaat.

 

Penulis: Hanna Dwi Fajrini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru