Herman Alias Nur, Pengemis Yang Viral Karena Memiliki Mobil

- Reporter

Kamis, 21 Maret 2019 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Walaupun telah dilarang, nampaknya pengemis masih saja banyak di negara ini. Banyak pengemis yang mendapatkan kekayaan dari hasil mengemisnya, seperti Herman alias Nur, pengemis yang viral karena memiliki mobil.

Petugas gabungan dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor mengamankan Nur. Nur diamankan petugas di persimpangan lampu merah Lotte Mart, Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Rabu (20/3). Ia kemudian dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kota Bogor untuk dilakukan pendataan.

Selain Nur, petugas juga mengamankan seorang laki-laki bernama Maman yang diketahui adalah sopir yang sehari-hari ikut mengantar dan menjemput Nur saat mengemis.

Di hadapan petugas, Nur mengatakan, bahwa mobil jenis Avanza berwarna hijau yang dinaikinya itu bukan miliknya melainkan hanya mobil yang disewa dari seorang tetangganya.

“Nggak benar itu. Yang viral di media sosial itu bohong. Itu bukan mobil saya, itu saya sewa dari tetangga. Itu kebenarannya,” ucap Nur.

Dirinya mengaku, rata-rata dalam sehari, ia mampu mengumpulkan uang dari hasil mengemis di jalanan kurang lebih Rp 150 ribu.

Pembagiannya, sambung Nur, Rp 50 ribu untuk membayar sewa mobil setengah hari, Rp 30 ribu untuk jasa sopir. Sementara, sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia mengungkapkan, alasannya menyewa mobil karena kakinya sudah tak kuat berjalan. Dan ia juga menceritakan, dari tahun 1995 dirinya sudah menjadi pengemis. Saat itu, pertama kali ia mencari nafkah dengan meminta-minta di daerah Jembatan Merah, Kota Bogor.

Setelah cukup lama mengemis di sana, Nur sempat memutuskan berhenti mengemis. Selama tiga tahun sejak berhenti mengemis, Nur membuka praktek pengobatan di rumahnya, di kawasan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Namun, dua tahun ke belakang ini, ia kembali menjadi pengemis di daerah Simpang Yasmin. Faktor ekonomi disebut-sebut sebagai alasan kenapa Nur kembali mengemis. Penghasilan anaknya sebagai petugas kebersihan di daerah Pamulang, tak cukup untuk memenuhi kebutuhan.

 

Penulis : Inggiet Yoes

Editor : Muthia Dewi Safira

 

Berita Terkait

Tirta Asasta Depok Ajak Pelanggan Beralih ke Layanan Digital Melalui Aplikasi ASASTAKu
Gerakan Pangan Murah di Grogol Depok Disambut Antusias Warga
Pembangunan RKAI di Margonda Depok Capai 4,9 Persen, Lampaui Target
Sambut HUT ke-81 RI, Pemkot Depok Gelar Pasar Tani di Balai Kota
HUT ke-81 RI, Supian Suri Ajak Forkopimda Depok Isi Kemerdekaan dengan Pelayanan Terbaik
Wakil Wali Kota Depok Minta Eks TPS Liar di Limo Segera Dibersihkan
Wamen LH Targetkan Seluruh Sampah Dikelola pada 2029, Pemkot Depok Diminta Perkuat Pemilahan
Lahan Sudah Diserahkan, Pembangunan Gedung SMKN 5 Depok Belum Juga Dimulai

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Tirta Asasta Depok Ajak Pelanggan Beralih ke Layanan Digital Melalui Aplikasi ASASTAKu

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:31 WIB

Gerakan Pangan Murah di Grogol Depok Disambut Antusias Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Pembangunan RKAI di Margonda Depok Capai 4,9 Persen, Lampaui Target

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkot Depok Gelar Pasar Tani di Balai Kota

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Wakil Wali Kota Depok Minta Eks TPS Liar di Limo Segera Dibersihkan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Perkuat Pelayanan Warga, Kelurahan Boponter Serahkan Tiga Ambulance Ke RW

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Sambut Kapolres Baru, PCNU Kota Depok Perkuat Sinergi Ulama dan Kepolisian

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Tingkatkan Keamanan Lingkungan, PNJ Pasang Empat Kamera CCTV di Beji Timur

Berita Terbaru