Agresif Dobrak Pasar Ekspor, Industri Furnitur dan Kerajinan Raih Surplus

- Reporter

Minggu, 17 Maret 2019 - 22:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri furnitur dan kerajinan nasional mampu mendobrak pasar internasional melalui berbagai produk unggulannya yang dinilai memiliki kualitas yang baik dan desain menarik. Kekuatan sektor ini didukung melalui ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia terampil, dan keragaman corak dari budaya lokal.

“Kemajuan industri furnitur dan kerajinan Indonesia bukan hanya usaha dari pemerintah semata, namun juga semua pihak dari hulu ke hilir,” kata Direktur Jenderal Industri, Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Minggu (17/3).

Kemenperin mencatat, neraca perdagangan industri furnitur mengalami surplus pada Januari 2019, dengan nilai ekspor sebesar USD113,36 juta. Adapun nilai ekspor tersebut, naik 8,2 persen dibanding capaian pada Desember tahun 2018. Sepanjang tahun lalu, nilai ekspor furnitur nasional menembus hingga USD1,69 miliar atau naik 4 persen dibanding raihan 2017.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, nilai ekspor dari produk kriya nasional pada Januari-November 2018 mampu mencapai USD823 juta, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD820 juta. Industri kerajinan di Indonesia jumlahnya cukup banyak, yakni lebih dari 700 ribu unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,32 juta orang.

Untuk itu, lanjut Gati, pihaknya berharap agar sektor industri kecil dan menengah (IKM) yang menjadi produsen furnitur dan kerajinan agar tetap menjaga kualitas bahan baku dan produknya serta selalu berinovasi. “Yang tidak kalah penting juga adalah after sales service kepada para buyer agar mereka menjadi loyal customer,” ungkapnya.

Potensi pengembangan industri furnitur dan kerajinan di dalam negeri, tercermin dari Indonesia sebagai penghasil 80 persen untuk bahan baku rotan dunia, dengan daerah penghasil rotan di Indonesia yang tersebar di berbagai pulau, terutama di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

“Kita punya 312 jenis spesies rotan, yang perlu dimanfaatkan untuk industri furnitur dan kerajinan,” tutur Gati. Selain itu, sumber bahan baku kayu juga sangat besar, mengingat potensi lahan hutan di Indonesia yang sangat luas dengan total hingga 120,6 juta hektare, terdiri dari hutan produksi seluas 12,8 juta Ha.

Guna menghasilkan produk yang kompetitif di kancah global, industri furnitur dan kerajinan perlu memanfaatkan teknologi terkini. Hal ini seiring dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. “Melalui penggunaan teknologi digital, diharapkan industrinya semakin produktif dan inovatif, sekaligus memperluas pasar,” imbuhnya.

Dirjen IKMA mencontohkan, upaya itu telah diterapkan pada pendaftaran peserta pameran Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2019. Ia mengajak Jiffina berkolaborasi dengan Kemenperin untuk melakukan registrasi secara online sesuai semangat revolusi industri 4.0 dan guna mempermudah pendataan potensi pelaku usaha yang ada.

“Pendaftaran pakai online sekalian untuk mengenalkan dunia digital, karena kita akan dapat datanya secara real-time. Kalau ada data yang jelas bagi para peserta, akan ketahuan secara nyata kebutuhan mereka itu sebenarnya apa,” ujarnya.

Ke-4 terbesar

Gati menambahkan, Jiffina merupakan pameran ke-4 terbesar yang masuk ke dalam lingkaran pameran furnitur di Asia. Hal ini menandakan bahwa pasar furnitur Indonesia sangat menarik bagi konsumen dunia. “Antusiasme buyer untuk mencari furnitur terbaik kita terus meningkat dari tahun ke tahun,” terangnya.

Untuk itu, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKMA terus memfasilitasi keikutsertaan sejumlah IKM furntur dan kerajinan dalam negeri untuk bisa tampil di Jiffina selaku ajang pameran berskala internasional. Upaya ini dapat memacu pengembangan dan kemudahan akses pasar IKM nasional ke kancah global.

Jiffina 2019 yang digelar di Yudhistira Hall Jogja Expo Centre Yogyakarta pada tanggal 13-16 Maret 2019 ini merupakan pameran furnitur terlengkap yang dikemas dengan berbagai penawaran menarik bagi para pembeli potensial, termasuk kunjungan perusahaan dan wisatawan Jogja.

Tahun ini, pameran Jiffina menargetkan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 4.000 orang dengan total 910 pembeli potensial dari 48 negara. Pembeli dari negara baru bermunculan pada pameran kali ini, antara lain Burundi, Skotlanda, Lebanon, Belarus, dan beberapa negara Uni Eropa. Nilai transaksi penjualan diproyeksi menembus hingga Rp100 miliar atau naik Rp30 miliar dibandingkan perolehan tahun lalu.

Pada Jiffina 2019, Kemenperin memfasilitasi booth seluas 430 m2, dengan peserta yang berasal dari koperasi binaannya, yaitu 4 koperasi dengan total 18 IKM. Mereka di antaranya adalah Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Asal Solo Raya (KIMKAS), Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Jepara (KIDJAR), Masyarakat Industri Mebel dan Kerajinan asal Mataram, Yogya (MAKAREMA), serta Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Semarang (KOPIMESEM).

Pameran Jiffina tahun 2019 ini mengusung tema “The Innovation, Lifestyle for Sustainable Forest”, yang mempunyai implikasi luar biasa ketika tema ini diterapkan oleh pelaku industri furnitur dan kerajinan. “Setiap industri harus memiliki strategi bisnis dalam jangka panjang, terutama terkait dengan sustainability bahan baku. Sehingga sebagai pelaku usaha, industri terutama IKM dituntut bijak dan kreatif dalam merancang desain produknya,”jelas Gati.

 

<

Berita Terkait

DPRD Depok Gelar Rapat Paripurna Tuk Peringati HUT Depok Ke-25
Cak Imin Ungkap PKB Ingin Terus Menjalin Kerjasama dengan Gerindra
Supian Suri Diprediksi Menang Dalam Pilkada 2024 Karena Bakal Diusung Koalisi Parpol Besar
KUA Cipayung Kota Depok Gelar Tadarus Bareng Ibu-Ibu Majlis Ta’lim
Angkutan Lebaran 2024 Masih Cukup Tersedia, KAI Daop 1 Jakarta Tambah 344 Perjalanan KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen
Rumah Hijabers | Supplier Baju Muslim & Muslimah Anak & Dewasa di Kota Depok
5 Menu Yang Biasa Nabi Muhammad Makan Untuk Sahur Dan Berbuka Puasa
Kue Kering Lebaran 2024 Cookies Bomboloni, Belum Ada Yang Bikin

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 12:48

Seminar Online Primago 2024 “Peluang Beasiswa dan Jurus Jitu Masuk Unida Gontor

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:02

Calon Walikota Depok Supian Suri Sedang Trending, Difollow Bareng-Bareng

Rabu, 17 Juli 2024 - 05:52

Ini dia rekor sejarah sepakbola dunia yang ditorehkan lamine yamal, Salah satunya pemain Termuda Dunia 

Selasa, 16 Juli 2024 - 09:06

Gilanya Fans Sepakbola Copa Amerika, Apakah seperti Fans Sepakbola Indonesia? 

Selasa, 16 Juli 2024 - 08:59

DPRD Gelar Rapat Paripurna Tuk Setujui Raperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023

Minggu, 14 Juli 2024 - 17:29

Bangun Potensi dan Karakter Santri, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago adakan Pembukaan Kegiatan Ekstrakurikuler

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:16

1 Windu Berkiprah, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago adakan Syukuran dan Seminar Online

Jumat, 12 Juli 2024 - 08:59

Peringati World Population Day, Fazar Ingatkan Peluang Sekaligus Tantangan Kependudukan Di Jawa Barat

Berita Terbaru