Jokowi Memerintahkan Harga Avtur Dihitung Ulang

- Reporter

Minggu, 17 Februari 2019 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Bahan bakar pesawat avtur menjadi salah satu topik paling ramai dibicarakan publik pekan ini. Harganya yang tinggi di tengah tren penurunan minyak mentah dunia dituding sebagai dampak monopoli PT Pertamina. Tiket pesawat pun menjadi mahal. Akhirnya, hari ini perusahaan pelat merah itu menurunkan harga avtur.

Secara resmi mulai Sabtu (16/02) pukul 00.00, harga jual avtur berkurang Rp 250 per liter, dari Rp 8.210 menjadi Rp 7.960. Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan harga baru ini sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

Namun, menurut Arya, Pertamina sebenarnya mengevaluasi dan menyesuaikan harga avtur secara periodik, yaitu dua kali dalam sebulan. “Pertamina berharap penurunan ini merupakan bentuk dukungan terhadap industri penerbangan nasional, yang diharapkan juga berdampak pada industri lainnya termasuk pariwisata,” kata Arya melalui keterangan resminya.

Saat ini, harga jual avtur untuk setiap maskapai ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak yakni antara Pertamina sebagai penyedia dan maskapai penerbangan sebagai konsumen. Sebagai contoh, harga avtur (published rate) untuk bandara Soekarno Hatta Cengkareng turun dari Rp 8.210 menjadi Rp 7.960 per liter. Harga ini lebih rendah 26 % dibandingkan harga di Bandara Changi Singapura sekitar Rp10.769 per liter per 15 Februari 2019.

Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan faktor lainnya. Arya menegaskan Pertamina terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat dengan menyediakan bahan bakar pesawat udara di 67 bandara yang tersebar di Indonesia.

Tingginya harga avtur yang melambungkan harga tiket pesawat disebutkan oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutan Rapat Kerja Nasional Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Jakarta, Senin malam pekan ini.

Jokowi menginstruksikan jajaran menterinya agar menghitung ulang harga avtur yang dijual Pertamina untuk mengetahui peluang efisiensi avtur.

Karena itu, dia akan mencabut monopoli penjualan avtur oleh PT Pertamina kepada pihak maskapai penerbangan di Bandara Soekarno Hatta. Mahalnya harga avtur domestik yang lebih tinggi 20 % dibandingkan harga internasional menyebabkan maskapai penerbangan menaikkan tarif tiket. Sehingga, sektor pariwisata turut terkena dampak dan tingkat keterisian hotel sejak awal tahun ini menurun.

Dia mengaku baru mengetahui tarif pesawat domestik meningkat tinggi. “Ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta dimonopoli oleh Pertamina. Besok pagi saya akan undang Direktur Utama Pertamina,” kata Jokowi.

Rabu kemarin di Istana negara, dalam rapat di Kantor Presiden, Jokowi kembali memerintahkan kalkulasi efisiensi harga avtur dilakukan secepatnya. Para menteri harus membuat perhitungan dengan rinci, perihal apa saja yang bisa diefisiensikan.

Namun, Jokowi belum menyebutkan batas waktu penurunan harga avtur untuk biaya tiket pesawat. “Ada opsi-opsi seperti apa baru sampaikan kepada saya,” ujarnya.

 

Penulis : Dian Mutia Sari

Editor : Muthia Dewi Safira

 

Berita Terkait

Sambut Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Ajak Warga Nobar Seru di Alun-Alun GDC
Semarak Puncak Hari Koperasi ke-79 di Kota Depok, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Hiburan Rakyat
Gerak Cepat Pemkot Depok: Adopsi Teknologi Canggih Demi Cegah Kebakaran Berulang di TPA Cipayung
Langkah Nyata Pemkot Depok Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman Bagi Siswa
Optimisme Supian Suri: Koperasi Depok Siap Melompat Lebih Jauh di Era Digital
Prioritaskan Keselamatan Warga, Kelurahan Pondok Cina Perketat Aturan Program Wisata Keberagaman
Zuhud Modern: Kaya Boleh, Dunia di Tangan Jangan Sampai Masuk ke Hati
DPRD Depok Setujui Raperda APBD 2025, Tekankan Evaluasi PAD dan Serapan Belanja

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:58 WIB

Sambut Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Ajak Warga Nobar Seru di Alun-Alun GDC

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:55 WIB

Piala Soeratin U-13 & U-15: Harapan Supian Suri untuk Masa Depan Sepak Bola Depok

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:12 WIB

Semarak Puncak Hari Koperasi ke-79 di Kota Depok, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Hiburan Rakyat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:41 WIB

Lampu Hijau dari Warga, Pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa di Pondok Cina Akhirnya Dimulai

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:36 WIB

Langkah Nyata Pemkot Depok Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman Bagi Siswa

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:29 WIB

Perbaikan Jalan H. Kenan Diapresiasi Warga RW 14 Bojongsari, Beraktivitas Semakin Mudah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:22 WIB

Optimisme Supian Suri: Koperasi Depok Siap Melompat Lebih Jauh di Era Digital

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:11 WIB

Prioritaskan Keselamatan Warga, Kelurahan Pondok Cina Perketat Aturan Program Wisata Keberagaman

Berita Terbaru