oleh

Kisah Sang Mahasiswa “Terjauh” di Hari Wisuda STEI SEBI

 Siarandepok.com-Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI telah selesai menyelenggarakan wisuda XIII di SEBI Hall kampus STEI SEBI Depok. Pada momen yang bersejarah  ini bertepatan juga dengan milad STEI SEBI yang ke-20.  Tercatat 197 mahasiswa yang di nyatakan lulus, terdiri dari  68 Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah, 129 Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah termasuk juga konsentrasi Manajemen Bisnis Syariah. Berdasarkan sebaran wilayah wisudawan 2018/2019 kali ini tercatat ada 20 Provinsi diantaranya dari wilayah Kalimantan Utara,Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Lampung , D.I.Y Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Lombok, Banten, Jawa Tengah, jawa timur, Jawa Barat, Riau, Sumatra Utara, Sumatra Barat,  Bengkulu, Aceh, Riau, DKI Jakarta.

Salah satu wisudawan yang berasal dari daerah terjauh adalah Lutfi Hernumurti. Yang bertempat tinggal di daerah Samarinda, Kalimantan Timur. Dia mempunyai keinginan kuat untuk bisa melanjutkan studinya di bangku perkuliahan. Karena menurutnya jarak bukanlah hambatan. Sebagai alumni Pondok Pesantren Husnul Khotimah, kuningan-Jawa Barat, menjadikan Lutfi Hernumurti terbiasa untuk hidup sebagai seorang perantauan. Pengetahuannya akan STEI SEBI bermula dari adanya Sosialisasi Kampus (SOSKAM) yang di adakan di pondok pesantren tersebut.

Lutfi Hernumurti tercatat sebagai salah satu aktifis kampus yang memulai keaktifanya dari tahun pertama perkuliahan yaitu dengan mengikuti kepanitiaan Syahru Intifadhoh (Syar’i), kemudian di tahun kedua  menjadi anggota DPM BEM KBM STEI SEBI. Dilanjutkan dengan terpilihnya menjadi koordinator PSDM BEM KBM STEI SEBI, dan di akhiri sebagai koordinator badan kaderisasi MMM.

Keberadaannya di STEI SEBI memberinya banyak sekali pelajaran akan pentingnya manajemen terutama manajemen waktu. Bagaimana me-manage waktu yang kita punya dengan berbagai kesibukan yang ada. Bagaimana menyeimbangkan antara akademisi dengan organisasi yang kita ikuti. Diorganisasi ketika ada kendala disitu kita bisa belajar tentang problem solving secara langsung.

“Semoga STEI SEBI lebih baik lagi, terutama mahasiswa-mahasiswanya dan harapan besarnya mahasiswa STEI SEBI tidak terbawa arus perkembangan zaman. Jangan sampai kita sebagai mahasiswa STEI SEBI tidak ada perbedaaan dengan mahasiswa selain kampus STEI SEBI, ” jelas Lutfi Hernumurti saat ditanya pesan untuk STEI SEBI.

Sebagai kata penutup, beliau menyampaikan bahwasanya STEI SEBI adalah kampus yang Istimewa. (smr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru