Mempersiapkan Mudik Ruhani

- Reporter

Selasa, 20 Juni 2017 - 06:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hikmah Puasa Hari Ke-25

Hikmah Ramadhan 1438 H / 2017 Masehi www.siarandepok.com Oleh : Dr.Syamsul Yakin, MA

 

Kendati tidak memiliki sandaran tekstual dan teologis yang jelas, mudik tetap menjadi migrasi terbesar penduduk negeri ini menjelang hari raya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan mudik tidak pernah membuat seseorang takut walaupun menempuh perjalanan penuh resiko. Seperti terjadinya kecelakaan lalulintas dan korban jiwa, semerautnya pelayanan angkutan umum kelas ekonomi, membengkaknya harga tiket akibat calo dan toeslag, hingga menjaga ekstra ketat barang bawaan dari pencoleng.

Tentunya, di bagian akhir Ramadhan ini, mudik bukanlah sekadar pulang kampung. Mudik bukan pula milik mereka yang selama ini pergi lama meninggalkan orangtua, sanak-saudara, dan kampung halaman tercinta.

Kita semua memiliki kesempatan untuk melakukan mudik, termasuk penduduk asli yang telah menetap bertahun-tahun. Yakni, mudik ruhani atau mempersiapkan perjalanan menuju kehidupan hakiki. Kembali ke kampung halaman sebenarnya.

Sebagai pribadi, mudik yang diperlukan adalah kembali berperilaku ramah, amanah, tanggung jawab, sabar, penuh cinta-kasih, dan mau bersatu dan disatukan dengan orang lain.

Nabi bersabda: “Pribadi mukmin itu, mau dijalin dan menjalin, tiada kebaikan bagi orang yang tidak mau menjalin dan dijalin. Sementara orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Daruquthni).

Saudaraku, sudahkah kita mempersiapkan mudik ruhani, sebuah perjalanan menuju keabadian untuk menggapai ridha dan cinta-Nya?

Bila sudah, mari terus kita tingkatkan. Bagi yang belum, jadikan hari-hari yang tersisa ini untuk mempersiapkannya. Kembalikan diri kita sesuai dengan panggilan nurani. Mudiklah kemana nurani membawa kita. Kalau dahulu kita adalah pribadi suci-bersih tanpa dosa, maka ketika kembali pun kita harus seperti sedia kala.

Sebagai keluarga, mudik yang diperlukan adalah mudik agar keluarga bisa menggapai hidup bahagia. Untuk mendapatkannya, maka keluarga kita harus memegang teguh peran dan kewajiban masing-masing. Sebagai orangtua, kita terus khawatir agar kelak tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik lemah fisik, ilmu, apalagi akidah.

Sebagai anak, seyogianya kita sadar bahwa ayah-bunda telah bersusah payah mengandung, melahirkan, membesarkan, dan mendidik kita dengan kasih sayang. Kapan lagi kita bisa berbuat baik kepada mereka, kalau bukan kini dan di sini (di dunia).

Saudaraku, marilah kita perhatikan bimbingan Allah berikut ini: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan” (QS. al-Tahrim/66: 6).

Dalam konteks berbangsa dan bernegara, mudik hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk mengembalikan hak-hak sesama. Pemimpin harus memudikkan hati dan pikirannya bahwa selama ini rakyat telah mempercayainya untuk memperbaiki negeri ini.

Rakyat juga rela berkorban untuk memfasilitasi pemimpin dengan memberikan kebutuhan baik sandang, pangan, maupun papan. Karena itu jangan sakiti hati masyarakat di negeri ini. “Barangsiapa menyakiti orang Muslim, kata Nabi SAW, berarti ia telah menyakiti hatiku, dan barang siapa menyakiti hatiku berarti ia menyakiti Allah”.

Sebagai rakyat, sebaiknya kita tidak hanya pandai menuntut. Tetapi kita juga harus memiliki semangat untuk berbuat, bekerja, dan berkarya. Sambil terus bekerja, sedianya kita syukuri semua yang sudah dilakukan pemimpin kita.

Kita percaya Allah pasti akan menolong kita dan memudikkan hati nurani pemimpin dan rakyat negeri ini secara adi kodrati. Seperti “asal semula jadi”, istilah jiran kita Malaysia***

<

Berita Terkait

KUA Cipayung Kota Depok Gelar Tadarus Bareng Ibu-Ibu Majlis Ta’lim
Angkutan Lebaran 2024 Masih Cukup Tersedia, KAI Daop 1 Jakarta Tambah 344 Perjalanan KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen
Rumah Hijabers | Supplier Baju Muslim & Muslimah Anak & Dewasa di Kota Depok
5 Menu Yang Biasa Nabi Muhammad Makan Untuk Sahur Dan Berbuka Puasa
Kue Kering Lebaran 2024 Cookies Bomboloni, Belum Ada Yang Bikin
Takjil Bulan Puasa Yang Harus Di Coba
Agar Puasa Tidak Sia-sia, Ini yang Perlu diketahui dari Yang Membatalkan Puasa dan Pahala Puasa
Agar Puasa Ramadhan Lebih Afdhol Ketahui Dulu Syarat Wajib, Syarat Sah,& Rukun Puasa

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 10:57

LPM Aktif dan Non Aktif Dukung Supian Suri Jadi Walikota Depok 2024

Senin, 15 April 2024 - 10:22

3 Periode Berkuasa, Mazhab HM Ungkap Mohammad Idris Faktor Kemenangan PKS Depok

Jumat, 12 April 2024 - 06:00

Apakah Kita Masih Fitri?

Senin, 8 April 2024 - 09:21

Strategi Dakwah : Wajah Islam Tergantung Pada Dakwah

Jumat, 5 April 2024 - 10:45

Gelar Puncak Acara Ramadhan, Zona Madina Ajak Masyarakat Mensyukuri Segala Hal

Senin, 1 April 2024 - 16:00

Akhirnya Setelah 3 Tahun lamanya, Ganda Campuran Rinov/Pita berhasil harumkan Indonesia di Spain Master 2024

Senin, 1 April 2024 - 12:34

Tips agar rumah tetap aman saat di tinggal mudik

Senin, 1 April 2024 - 11:10

Ingin Menghindari Lemak Saat Lebaran? Berikut Beberapa Resep Menu Lebaran Tanpa Santan

Berita Terbaru

Artikel

Apakah Kita Masih Fitri?

Jumat, 12 Apr 2024 - 06:00

Artikel

Strategi Dakwah : Wajah Islam Tergantung Pada Dakwah

Senin, 8 Apr 2024 - 09:21