
Siarandepok.com – DEPOK – Sebanyak 120 bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, ditertibkan. Penataan dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap fasilitas yang berada di kawasan tersebut.
Camat Sawangan Anwar Nasihin mengatakan, penertiban merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat melalui pengurus lingkungan. Warga menginginkan kawasan Jalan Pasir Putih kembali tertata karena keberadaan sejumlah bangunan dan aktivitas perdagangan dinilai mengganggu akses jalan.
“Kami dari kecamatan berterima kasih kepada Satpol PP. Ini memang aduan dari warga Pasir Putih melalui Ketua RW, Pak Lurah, dan Pak LPM yang menginginkan lingkungannya tertib. Karena banyak pedagang masuk ke jalan,” ujar Anwar di sela penertiban, Rabu (19/8/2026).
Menurut Anwar, penertiban mencakup sekitar dua kilometer ruas Jalan Pasir Putih. Setelah penertiban, pihak kecamatan bersama LPM, RW, dan RT akan melakukan pengawasan untuk mencegah bangunan maupun aktivitas perdagangan kembali muncul di lokasi yang tidak semestinya.
“Kami dengan LPM, Pak RW, dan Pak RT tentu akan melakukan pengawasan. Kami juga terus mengimbau supaya mereka tidak berjualan lagi,” katanya.
Pospol Akan Direlokasi
Anwar menegaskan, penataan dilakukan secara menyeluruh. Bahkan, fasilitas Pos Polisi (Pospol) yang berada di kawasan tersebut juga masuk dalam penataan.
Rencananya, Pospol tersebut akan direlokasi ke fasilitas umum (fasum) yang berada di sekitar RW 2. Koordinasi dengan pihak kepolisian terkait rencana relokasi tersebut telah dilakukan.
“Pospol rencana tetap ditertibkan juga. Kami sudah komunikasi dengan teman-teman Polsek untuk merelokasi tempatnya di fasum yang ada di sini, pindah ke sekitar RW 2,” jelasnya.
Anwar menambahkan, penertiban bangunan liar di wilayah Sawangan selanjutnya akan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan laporan masyarakat.
Setiap laporan yang masuk akan terlebih dahulu diinventarisasi dan dibahas bersama di tingkat kelurahan sebelum ditindaklanjuti.
“Kalau ada jalan lain yang perlu ditertibkan, kami inventarisir dulu. Kalau memang ada, kami laporkan ke Satpol PP untuk sama-sama kita tertibkan,” pungkasnya.















