
Siarandepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaan Program Wisata Keberagaman menyusul kecelakaan yang mengakibatkan seorang peserta meninggal dunia. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah evaluasi agar pelaksanaan program ke depan mengedepankan aspek keselamatan.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban saat mengunjungi rumah duka di Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari.
Dalam kunjungan tersebut, Chandra didampingi Sekretaris Daerah, camat, lurah, serta pengurus lingkungan setempat. Ia menegaskan kehadiran pemerintah sebagai bentuk empati sekaligus dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Menurut Chandra, berdasarkan hasil pembahasan bersama pemerintah daerah dan arahan Wali Kota Depok, seluruh kegiatan Wisata Keberagaman yang belum dilaksanakan untuk sementara ditunda hingga proses evaluasi selesai.
Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, terutama terhadap standar keamanan, prosedur pelaksanaan kegiatan, serta aspek keselamatan peserta selama perjalanan.
Selain itu, Pemkot Depok melalui jajaran Kelurahan Serua akan terus mengawal penanganan kasus tersebut, termasuk memastikan proses pertanggungjawaban dari perusahaan otobus (PO Bus) yang terkait dengan insiden tersebut.
Sementara itu, warga Kelurahan Serua, Abdul Cablak, turut menyampaikan rasa duka atas meninggalnya peserta dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku semula berencana mengikuti perjalanan menggunakan bus yang sama, namun batal berangkat karena memiliki keperluan lain.
Abdul juga menegaskan bahwa sejak kejadian berlangsung, seluruh pihak terkait telah menunjukkan tanggung jawab dan bersikap terbuka. Menurutnya, pihak perusahaan otobus, kepolisian, pemerintah kelurahan, hingga kecamatan telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus membahas penyelesaian peristiwa tersebut.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun membangun narasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.
Sebelumnya diberitakan, seorang warga Kelurahan Serua bernama Sofiah meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di kawasan Masjid Agung Banten pada Sabtu (4/7/2026). Saat itu korban sedang mengikuti kegiatan Wisata Keberagaman yang diselenggarakan dari Kota Depok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB setelah rombongan selesai melaksanakan kegiatan ziarah. Bus yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui bukan kendaraan yang digunakan rombongan Kelurahan Serua, melainkan bus lain yang sedang berada di area parkir.
Korban bersama anaknya saat itu tengah menunggu waktu keberangkatan di sekitar lokasi parkir. Diduga, pengemudi bus tidak mengetahui keberadaan korban di belakang kendaraan saat hendak keluar dari area parkir. Ketika bus mulai bergerak, korban terjepit dan mengalami luka berat.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit. Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Pemkot Depok menyatakan akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh agar setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dapat dilaksanakan dengan standar keselamatan yang lebih baik pada masa mendatang.















