Keluarga ABK Fandi Kasus 2 Ton Sabu di Batam Ngadu ke Komisi III DPR

- Reporter

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com — Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama keluarga dan kuasa hukum dari terdakwa Fandi Ramadhan, kasus penyelundupan sabu 2 ton di Batam, Kepulauan Riau. Dalam rapat, ibu Fandi, Nirwana, memohon bantuan agar putranya mendapatkan keadilan.

‎Nirwana menjelaskan, mulanya, anaknya bekerja di kapal. Dia menyebut Fandi melamar kerja di kapal kargo dan kemudian tiba di Thailand.

‎”Sampai ke Thailand, diinapkan di hotel menunggu di sana, anak saya bertanya, ‘Kok kita nggak naik-naik, Capt?’ Bilangnya, dibilang kapten, ‘Kita menunggu kapal yang ditawari sama kita, kapal kargo’,” kata Nirwana dalam rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

‎Kemudian Fandi kembali bertanya mengenai kapal tersebut. Namun ternyata kapal tersebut belum siap. Fandi pun diperintahkan naik kapal tanker bermuatan minyak.

‎Nirwana mengaku tak mengetahui secara pasti bagaimana proses pergantian kapal tersebut terjadi. Dia mengatakan Fandi hanya mengikuti arahan.

‎”Kira-kira ada entah tiga hari, saya dengar anak saya tertangkap membawa narkoba. Makanya kami sebagai orang tua, kami terkejut, Pak. Kok bisa dia bawa narkoba? Kapalnya kok bisa jadi kapal tanker? Dijanjikan di kapal, dijanjikan kapalnya kapal kargo. Di kontrak kerjanya pun kapal kargo,” ujarnya.

‎”Jadi saya selaku orang tua, saya mohon keadilan sama Bapak, membantu saya untuk menyelesaikan masalah anak saya ini, Pak. Saya mohon, Pak. Karena saya tanya anak saya, dia tidak mengetahui barang itu, Pak. Saya tanya, ‘Jadi tahunya dari mana?’ Setelah penangkapan barulah tahu, ‘Saya itu bawanya, itu narkoba,” sambungnya. Asep

Berita Terkait

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026
SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026
Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan
Primago Consulting: Konsultan Manajemen Sekolah Islam di Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:58 WIB

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:58 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:28 WIB

Primago Consulting: Konsultan Manajemen Sekolah Islam di Indonesia

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:22 WIB

23 Tahun Kiprah Pondok Pesantren Darul Mu’minin As’adiyah Doping, Wajo: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban”

Berita Terbaru

Berita

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:58 WIB