SiaranDepok — Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Depok, Nessi Annisa Handari, memaparkan berbagai program ketenagakerjaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Kegiatan tersebut dinilai penting karena ASN memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penyampai informasi program pemerintah kepada masyarakat.
“Kami yakin melalui peran ASN, informasi program pemerintah dapat lebih mudah sampai ke masyarakat, karena ASN merupakan tokoh di lingkungan masing-masing,” ujar Nessi saat memimpin apel pagi ASN Pemkot Depok di Lapangan Apel Balai Kota, Jumat (30/01/26).
Nessi menjelaskan, Disnaker Kota Depok memiliki tugas membantu Wali Kota Depok dalam melaksanakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi. Dalam menjalankan tugas tersebut, Disnaker didukung oleh sekretariat serta tiga bidang utama.
Bidang pertama adalah Hubungan Industrial, yang berfokus pada upaya menjaga hubungan harmonis antara pekerja dan perusahaan. Pada bidang ini, Disnaker berperan sebagai fasilitator sekaligus mediator apabila terjadi perselisihan hubungan industrial, serta mendorong kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja formal, informal, hingga pekerja rentan.
“Kami hadir untuk memfasilitasi kebutuhan pekerja maupun perusahaan, sekaligus menjadi mediator jika terjadi perselisihan,” jelasnya.
Bidang selanjutnya yakni Pelatihan dan Produktivitas serta Bina Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Melalui bidang ini, Disnaker menyelenggarakan berbagai program pelatihan kerja bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), guna meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja.
Pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat pelatihan biasa, tetapi dilengkapi dengan sertifikasi BNSP. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat langsung terserap oleh perusahaan atau memilih untuk bekerja secara mandiri setelah mengikuti pelatihan.
Sementara itu, Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja berperan dalam memperluas akses informasi lowongan pekerjaan bagi masyarakat. Program yang dijalankan antara lain pelaksanaan job fair serta pemanfaatan aplikasi Ayogawe.
“Aplikasi Ayogawe sudah terintegrasi dengan Depok Single Window (DSW) Diskominfo Kota Depok dan SIAP Kerja dari Kementerian. Sehingga masyarakat dapat mengakses informasi lowongan kerja secara lebih luas dan terintegrasi,” tambah Nessi.
Melalui berbagai program tersebut, Nessi berharap Disnaker Kota Depok dapat berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan, sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun perekonomian Kota Depok agar semakin baik,” tutupnya. (Asep)









