Refleksi Hari Guru Tahun 2025, Guru adalah ujung tombak peradaban bangsa

- Reporter

Selasa, 25 November 2025 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Dr. Hariyadi, M. Pd

(Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Jamiat Kheir Jakarta)

Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 menjadi momentum refleksi terhadap kondisi nyata yang dihadapi para pendidik di Indonesia. Dr. Hariyadi, M.Pd., menyampaikan pandangannya mengenai ironi nasib guru, krisis moral di dunia pendidikan, dan pentingnya membangun kembali penghormatan dan kesejahteraan bagi guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.

Dalam pandangannya, Dr. Hariyadi menyebut bahwa profesi guru masih belum menerima perhatian yang layak. Guru adalah pilar peradaban, namun realitas yang mereka hadapi masih memprihatinkan.

Banyak guru di pelosok negeri harus mengajar dengan fasilitas terbatas, melintasi medan yang tidak mudah, dan menerima gaji yang jauh dari layak. Status guru honorer masih menjadi luka panjang, dengan pendapatan yang kadang tidak lebih dari ratusan ribu rupiah per bulan.

“Negeri ini dibangun dari ilmu yang mereka ajarkan. Namun penghargaan terhadap guru justru sering berada di barisan paling belakang,” ujarnya.

Dr. Hariyadi mencermati meningkatnya kasus kriminalisasi guru di berbagai daerah. Ketika menjalankan tugas mendidik dan mendisiplinkan, guru justru berisiko dilaporkan dan dituntut secara hukum.

Fenomena ini membuat guru merasa tidak aman dalam menjalankan fungsi pendidikan karakter, karena khawatir dipersoalkan oleh sebagian orang tua atau siswa.

Selain masalah kesejahteraan, Dr. Hariyadi menyoroti kemerosotan sikap sebagian pelajar terhadap guru.

Hari ini masih dijumpai siswa yang berkata kasar, membantah, bahkan berani meninggikan suara kepada guru tanpa rasa hormat. Kondisi ini menunjukkan adanya krisis adab dan kegagalan pendidikan karakter.

“Tidak ada ilmu yang melekat pada hati yang congkak. Sopan santun terhadap guru adalah pintu keberkahan,” ujarnya.

Hingga kini, banyak guru harus menjalani pekerjaan sampingan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Ketika guru masih bergulat dengan persoalan ekonomi, harapan terhadap pendidikan berkualitas menjadi kontradiktif.

“Mengharapkan mutu pendidikan tinggi sementara guru bertahan hidup dengan perjuangan berat adalah ironi yang harus segera diputus.”

*PUISI UNTUK GURU*
_Engkau menanam tanpa berharap dipuji,_
_Mengukir masa depan lewat cahaya ilmu,_
_Pada letihmu tumbuh peradaban negeri,_
_Meski sering terlupa, jasamu tak pernah berlalu._

_Engkau lentera dalam gelap yang panjang,_
_Engkau akar yang tak terlihat namun paling menentukan,_
_Terima kasih guru, penjaga cahaya kemanusiaan,_
_Tanpa tanda jasa, namun paling berjasa._

Sebagai refleksi Hari Guru 2025, Dr. Hariyadi memberikan pandangan dan gagasan langkah pembenahan:

1. Kesejahteraan guru wajib menjadi prioritas nasional, terutama pemerataan tunjangan bagi guru honorer.

2. Perlindungan hukum yang kuat bagi guru dalam menjalankan wewenang pendidikan moral dan disiplin.

3. Program penguatan adab dan karakter bagi siswa sebagai fondasi penghormatan kepada guru.

4. Penghargaan nyata bagi guru berprestasi melalui insentif dan apresiasi sistemik.

5. Menempatkan guru sebagai profesi strategis yang harus dimuliakan dan dibela.

“Guru adalah sosok digugu dan ditiru. Bila bangsa ini ingin maju, muliakanlah gurunya. Karena dari tangan gurulah masa depan negeri ini dibentuk.”

Selamat Hari Guru Nasional 2025.
Teruslah bersinar, wahai para pahlawan tanpa tanda jasa.

Berita Terkait

Beasiswa Kuliah Gratis Pemkot Depok Resmi Dibuka, Pendaftaran Mulai Awal Juli 2026
Pastikan Sesuai Aturan, Wakil Wali Kota Depok Pantau Langsung Layanan Daycare
Kolaborasi Petugas Gabungan dalam Penertiban Ratusan Bangunan Liar di Jalan Juanda Depok
Sentuhan Hangat Pemkot Depok untuk Kanvas Kehidupan Para Pelukis Lokal
Wajah Baru Jalan Alternatif Sawangan: Harapan Kenyamanan di Balik Pelebaran Sawangan
Menghidupkan Sejarah di Akhir Pekan: Sebagian Jalan Pemuda Ditutup Sementara Demi Festival Heritage Depok Lama
Menuju HUT ke-81 RI: Saat Rakyat Menentukan Sendiri Simbol Kemerdekaannya
Konstruksi Rumah Kreatif Anak Istimewa Depok Dimulai Awal Juli 2026

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:00 WIB

Beasiswa Kuliah Gratis Pemkot Depok Resmi Dibuka, Pendaftaran Mulai Awal Juli 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:53 WIB

Pastikan Sesuai Aturan, Wakil Wali Kota Depok Pantau Langsung Layanan Daycare

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:27 WIB

Kolaborasi Petugas Gabungan dalam Penertiban Ratusan Bangunan Liar di Jalan Juanda Depok

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:26 WIB

Sentuhan Hangat Pemkot Depok untuk Kanvas Kehidupan Para Pelukis Lokal

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:25 WIB

Wajah Baru Jalan Alternatif Sawangan: Harapan Kenyamanan di Balik Pelebaran Sawangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:20 WIB

Menuju HUT ke-81 RI: Saat Rakyat Menentukan Sendiri Simbol Kemerdekaannya

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:03 WIB

Konstruksi Rumah Kreatif Anak Istimewa Depok Dimulai Awal Juli 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:43 WIB

SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026

Berita Terbaru