Hen Parcha Rilis Lagu Kau Pelita Hidup Ini, Disebut-Sebut The Next Charles Hutagalung

- Reporter

Sabtu, 20 November 2021 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Padang – Genre musik pop Indonesia era 80-an punya warna dan sejarah tersendiri bagi dunia musik di Tanah Air. Untuk menyajikannya kembali di era milenial, Hen Parcha merilis lagu Kau Pelita Hidup Ini pada Sabtu, 20 November 2021 di platform musik digital.

Hen Parcha saat diwawancarai pada Sabtu (20/11/2021) mengatakan, lagu Kau Pelita Hidup Ini ia tulis terinspirasi dari kisah yang pernah ia alami. Setiap ia bikin lagu, liriknya dari pengalaman hidupnya sendiri.

“Saya adalah tipe orang yang ingin tahu tentang apa saja, termasuk huru hara pada jaman remaja-remaja dulu, sehingga kalau diceritakan bikin malu juga sih, tapi nggak apa-apalah. Jadi begini, karena dulu saat liar jadi orang, saya lupa dan tak kenal dengan arti cinta. Kenapa? Karena saat itu ada cewek yang mau dekat dengan saya namun tak pernah saya pedulikan, karena saya tak pernah merasakan itu, padahal dia serius sekali loh, engkau pelita hatiku, itu katanya, ha ha ha. Saya buat jadi lirik lagu,” kata Hen Parcha.

Hen Parcha juga mengatakan lagu Kau Pelita Hidup Ini bercerita tentang kekasih yang ingin mendapatkan cintanya dan menjadikan cintanya abadi untuk selamanya. Melalui lagu tersebut Hen Parcha menyampaikan pesan, cinta yang sesungguhnya adalah keabadian, tanpa cinta hidup ini gersang.

Hen Parcha memiliki nama asli Zuhelman, Penyanyi asal Padang tersebut kelahiran 23 Oktober 1976, ia disebut-sebut penggemarnya sebagai The Next Charles Hutagalung, salah seorang musisi legendaris Indonesia. Mendengar karya-karya lagu yang dirilis Hen Parcha, bagi mereka seperti dihadirkan kembali warna musik Pop Indonesia era 80-an yang saat itu ikut dirajai oleh vokalis The Mercy’s dan The Ge&Ge yang sudah berpulang.

Menanggapi pandangan tersebut, Hen Parcha mengatakan, ia senang dengan karya-karya Charles Hutagalung, Rinto Harahap, Benny Panjaitan, karya musisi-musisi tersebut liriknya mudah dicerna sehingga mudah melekat diingatan masyarakat.

“Saya ucapkap terimakasih buat semua yang telah menyempatkan untuk mendengar karya-karya lagu saya. Saya tentunya bersyukur atas pemberian dari Yang Maha Kuasa pada diri saya ini, dan tak lebih dari itu,” kata Hen Parcha.

baca juga di :

PDAM Tirta Asasta Depok Miliki 29 Unit Data Logger Pemantauan Debit dan Tekanan Air

Lebih lanjut Hen Parcha mengatakan, secara pribadi ia suka semua genre musik, namun dalam melahirkan karya ia memilih style dan genre Pop era 80-an. Hen Parcha menilai warna musik tersebut mudah untuk dimengerti dan mudah untuk dibawakan oleh siapa saja.

“Ya, perbedaan itu mungkin menurut selera masing-masing, dan itu tidak bisa dipungkiri, karena seni indah dan setiap genre musik memiliki keindahannya masing-masing. Kita tidak perlu paksakan selera orang lah. Mereka kan punya hak sendiri, ada yang suka aliran musik pop, ada yang suka nge-beat, rock, dangdut, dan sebagainya, itu selera mereka dan saya pribadi tak mempersoalkan itu deh,” kata Hen Parcha.

Mengenang perjalanan karirnya di dunia musik, Hen Parcha waktu masih duduk di bangku sekolah sering melihat grup band yang tampil di acara pesta-pesta perkawinan. Hen Parcha mengamati style para pemain saat itu secara satu persatu, sehingga membuatnya terinspirasi hingga sekarang.

Tentang kebisaannya memainkan alat-alat musik, Hen Parcha belajar secara otodidak, hanya dengan sering mengamati dan mendengarkan musik dan lagu-lagu. Begitu juga dengan hobinya menulis lagu, ia termotivasi dari bapak kandungnya sendiri yang sudah almarhum. Bapaknya tersebut seorang penyair dan penyanyi lagu tradisional, Dendang Pauah.

“Saya lebih mengistimewakan dan membanggakan karya anak-anak negeri yang tidak kalah bagusnya dengan karya lagu dari mancanegara. Banggalah dengan karya sendiri meskipun itu tidak sempurna,” kata Hen Parcha.

Simak juga lagu Kau Pelita Hidup Ini dari Hen Parcha di link berikut ini:

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Berita Terkait

Intip Fasilitas Bermain Baru TKIT Arafah Depok Hasil Revitalisasi
Pantau KDKMP Grogol, Supian Suri Pastikan Program Kebutuhan Pokok Murah Berjalan
Tinjau Renovasi SDN Depok Baru 8, Supian Suri Dorong Fasilitas Pendidikan Inklusif
DOS Depok Kembali Dibuka, Warga Antusias Serbu Fasilitas yang Tersedia
SMK Terpadu Al-Ikhwan Tasikmalaya Gelar Workshop Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Konsultan Sekolah Alumni Gontor.
SMP Mumtaza Islamic School Gelar Fieldtrip 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Terpadu Al Ikhwan Tasikmalaya Gandeng PRIMAGO Consulting dalam Pengembangan Sekolah
Merawat Harapan dan Senyum Anak-Anak Manggarai di Tengah Masa Pemulihan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Servis & Ganti Oli Gratis di Panmas Depok, Mau?

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Depok Siaga Musim Hujan: 6 Saluran Air Mulai Dinormalisasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Gercep! Tim Maung ASRI Sapu Bersih Sampah Liar di Jalan Juanda

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Pajak Tapos: Dari Warga, Kembali ke Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pantau KDKMP Grogol, Supian Suri Pastikan Program Kebutuhan Pokok Murah Berjalan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Tinjau Renovasi SDN Depok Baru 8, Supian Suri Dorong Fasilitas Pendidikan Inklusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:23 WIB

DOS Depok Kembali Dibuka, Warga Antusias Serbu Fasilitas yang Tersedia

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Intip Koperasi Merah Putih Grogol yang Dipuji Wali Kota Depok: Lengkap dan Murah!

Berita Terbaru

Informasi servis dan ganti oli sepeda motor di Kecamatan Pancoran Mas, 21-22 Oktober 2026. (Foto: dok. Kecamatan Panmas)

Berita Depok

Servis & Ganti Oli Gratis di Panmas Depok, Mau?

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:26 WIB

Kegiatan normalisasi Kali Cabang Tengah yang berlokasi di area Balai Kota Depok. (Foto: Ilustrasi/Diskominfo)

Berita Depok

Depok Siaga Musim Hujan: 6 Saluran Air Mulai Dinormalisasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:19 WIB

Tim DLHK Kota Depok dan Tim Maung ASRI saat mengangkut sampah yang diduga berasal dari kostan di kawasan Kost Eksklusif Mara Juara Depok. (Foto: Dokumentasi Tim Maung ASRI)

Berita Depok

Gercep! Tim Maung ASRI Sapu Bersih Sampah Liar di Jalan Juanda

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:16 WIB

Ilustrasi Jalan Raya Tapos. (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Pajak Tapos: Dari Warga, Kembali ke Warga

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:24 WIB