Manajemen Wakaf Perlu Berbenah, Baru 0,3 Persen Dana Wakaf Bisa Dikelola

- Reporter

Minggu, 22 Desember 2019 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Jakarta, 21 Desember 2019 – Baru 0,3% atau sekitar Rp255 miliar dana wakaf yang berhasil dikelola dari potensi dana wakaf di Indonesia sebesar Rp77 trilyun. Hal ini menjadi fakta yang menggelitik untuk mengelola dana wakaf dengan manajemen wakaf yang lebih baik. Demikian disampaikan Ir. Iwan Agustiawan Fuad, M.Si., anggota Divisi Kelembagaan, Tata Kelola, dan Advokasi, Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jakarta, akhir pekan ini (21/12).

Iwan memberikan ilustrasi bahwa pertemuan antara dua hal yang berbeda itu menghasilkan sesuatu yang baik. Cahaya atau listrik misalnya, terjadi karena pertemuan antara kutub positif dan negatif.

“Nah, pertemuan antara bisnis dan sosial itulah wakaf. Itu sebabnya perlu ada manajemen yang baik, begitu juga dengan orangnya yang baik, yang dekat dengan Tuhan,” jelasnya.

Pernyataan Iwan disampaikan dalam rangkaian Milad ke-5 Fusi Foundation (FF) yang bertempat di Auditorium MRPQ Plaza Quantum FTUI Kampus Depok, dan kali ini mengambil tema Fusing Power and Wakafpreneur terkait potensi besar Indonesia sebagai negeri dengan muslim terbesar di dunia.

Selaras dengan semangat pemberdayaan ekonomi Umat melalui wakaf, Prof. Dr. Sukree Langputeh selaku pimpinan Fatoni University, Thailand memaparkan kisah suksesnya mengelola serta mengoptimalkan potensi wakaf/endowment fund yang secara akseleratif telah memberi high impact dalam pengembangan SDM Unggul melalui institusi pendidikan tinggi di kawasan Thailand Selatan yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan rawan konflik.

“Hal yang jarang terjadi, kala para para Muhsinin Timur Tengah berkenan duduk bersama mengelola kolaborasi guna membangun kawasan minoritas muslim menjadi pusat pendidikan kelas dunia,” kata Sukree.

Sukree berpesan untuk pegiat wakaf di Indonesia maupun dunia untuk terus bekerja secara professional dan penuh optimism guna menjadikan wakaf sebagai salah satu cara agar umat Muslim dapat mencapai kemandirian ekonomi.

Sementara itu, Andre Rahadian, selaku ketua ILUNI UI 2019-2023 juga mengapresiasi dan mendorong pentingnya inisiatif gerakan wakaf ini.
“Potensi ekonomi umat dan kesadaran wakaf masih sangat bisa ditingkatkan. Pengembangan wakaf, terutama wakaf produktif sangat tepat dijadikan fokus pemberdayaan. Fusi Foundation sebagai organisasi alumni di lingkungan UI diyakini mampu untuk menjadi motor penggeraknya.

“ILUNI UI siap berkolaborasi dalam berbagai upaya guna implementasinya. Kami juga siap bekerjasama dalam penyiapan aturan dan mekanisme, termasuk pembentukan FGD yang melibatkan lebih banyak lagi stakeholder,” pungkas Andre.

Lebih lanjut Sukree menceritakan perjalanan Fatoni University, dimana pada mulanya institusi pendidikan ini bernama Yala Islamic College (YIC) yang letaknya di Provinsi Yala. Kampus ini kemudian mendapatkan bantuan wakaf dari Timur Tengah, berupa dana pembangunan gedung baru dan fasilitas lainnya. Didirikanlah bangunan baru di daerah Provinsi Pattani. Niat awal kampus ini akan berganti nama menjadi Patani Islamic University. Namun, kondisi politik di Thailand Selatan saat itu tidak memungkinkan memakai nama Patani maupun Pattani. Akhirnya, diubah menjadi Yala Islamic University (YIU). Meskipun berada di wilayah Pattani, tetap digunakan nama Yala.

Fatoni University saat ini sudah mampu mengembangkan kampusnya dari kampus kecil dengan jumlah mahasiswa 100 orang menjadi 4000 mahasiswa yang berasal dari 30 negara berbeda. Ia juga berhasil menarik perhatian nadzir dari Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait untuk turut berwakaf untuk pembangunan kampusnya yang ketiga yaitu kampus Madinatussalam yang merupakan kawasan integrasi berisi Islamic Center, desa-desa, juga rumah sakit. Semua ini dengan semangat membuat landmark kebanggaan bagi kaum muslimin di Thailand saat ini.

Berita Terkait

Masjid Ummahatul Mu’minin, RW 03 Depok Pancoran Mas Kota DepokTebarkan Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan 6 Sapi Kurban
DKM Mushola Al-Mu’min, Sukatani Tapos Depok Tebar Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Pemotongan Hewan Kurban
Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya
Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia
Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa
Tiga Jabatan Kepala Dinas di Depok Tak Lagi Dilelang, Pemkot Terapkan Sistem Manajemen Talenta
Komunitas GASS D1 Gelar Family Gathering Sekaligus Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB

DKM Mushola Al-Mu’min, Sukatani Tapos Depok Tebar Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Pemotongan Hewan Kurban

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:25 WIB

SMK BUDHI Warman 2 Gelar Kegiatan Goes To Yogyakarta Tahun 2026 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:49 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Terima 1 Ekor Sapi Hewan Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H dari UPZ Bazma Pertamina

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:30 WIB

Kementrian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia Salurkan Hewan Kurban ke Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago 2026: Keberkahan dan Manfaat Untuk Para Penghafal Qur’an

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:46 WIB

Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:03 WIB

Final Project MI Mumtaza Islamic School Tanggerang Selatan ke Yogyakarta Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:44 WIB

Serunya Magang/PKL Bagi Siswa SMK di CV Dirgantara Sejahtera Bersama (DSB) Depok

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:14 WIB

Rihlah MI Tarbiyatusshibyan ke Bandung Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Berita Terbaru