
SIARANDEPOK.COM – SDN Anyelir 1 Kota Depok menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari pada Senin (7/9/2026) dan Selasa (8/9/2026). Langkah ini diambil guna menindaklanjuti Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Depok Nomor 400.3.1/6087/Sekret/2026 akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Meski belajar dari rumah, kesehatan dan keselamatan murid tetap menjadi prioritas utama tanpa mengurangi hak mereka untuk memperoleh edukasi.
Sebagaimana dihimpun dari portal resmi berita.depok.go.id, Kepala SDN Anyelir 1 Depok, Dudung Badrujaman, menegaskan bahwa pelaksanaan PJJ di sekolahnya tidak sebatas membagikan tugas. Para pengajar tetap memberikan materi, menyapa para siswa, serta membangun komunikasi interaktif dua arah guna memastikan kesiapan peserta didik. Pendekatan ini diterapkan agar para murid merasa tetap hadir dalam kelas dan terhubung dengan pihak sekolah.
Kelancaran PJJ di sekolah ini juga didukung oleh kesiapan serta pengalaman para tenaga pendidik saat menghadapi pandemi Covid-19 lalu. Pihak sekolah membagi guru ke dalam dua kelompok kerja dengan pembagian tugas yang terstruktur. Pengalaman masa lalu membuat para pengajar tidak canggung dan bisa langsung menerapkan skenario pembelajaran daring secara adaptif.
Dukungan positif turut mengalir dari pihak komite sekolah atas kebijakan masa darurat ini. Ketua Komite SDN Anyelir 1 Depok, Diamonda Khashoggi Marshall, menilai PJJ sebagai langkah tepat untuk melindungi siswa seraya memantau kondisi kualitas udara akibat abu vulkanik.
Monda juga mengapresiasi kreativitas para pengajar dalam menyusun penugasan yang ramah bagi peserta didik. Menurutnya, tugas yang diberikan tergolong fleksibel dan tidak memberatkan para orang tua murid di rumah. Meski begitu, ia berharap kondisi segera membaik agar pembelajaran dapat kembali berjalan secara tatap muka yang dinilai lebih efektif.
Melalui pelaksanaan PJJ selama dua hari ini, SDN Anyelir 1 membuktikan komitmennya dalam menjaga kelangsungan pendidikan anak. Keseimbangan antara penyesuaian kondisi lingkungan, keselamatan warga sekolah, serta kualitas interaksi belajar mengajar berhasil dijaga secara optimal.














