
Siarandepok.com – DEPOK — Petugas gabungan yang terdiri dari aparatur kelurahan, pengurus lingkungan, dan warga setempat melancarkan aksi penggerebekan terhadap sebuah rumah kontrakan yang diduga kuat menjadi tempat praktik prostitusi daring di kawasan Cilangkap, Tapos, Kota Depok. Operasi penertiban ini dipimpin langsung oleh Lurah Cilangkap, Galih, guna merespons keresahan masyarakat terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
Dalam proses penindakan di lapangan, situasi sempat diwarnai insiden menegangkan saat salah seorang pria hidung belang berusaha meloloskan diri. Pria tersebut nekat melompati pagar pembatas rumah kontrakan begitu menyadari kehadiran petugas dan warga yang telah mengepung lokasi kejadian.
Lurah Cilangkap, Galih, membeberkan bahwa para penghuni kontrakan awalnya sempat mengelak dan membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepada mereka. Kendati demikian, mereka tidak dapat berkutik setelah petugas melakukan penggeledahan menyeluruh di dalam ruangan dan menemukan sejumlah alat kontrasepsi yang dijadikan sebagai barang bukti primer.
Setelah tidak mampu mengelak dari bukti-bukti kuat yang ditemukan oleh petugas gabungan, para pelaku akhirnya mengakui perbuatan mereka. Berdasarkan hasil interogasi singkat di tempat, diketahui bahwa bisnis lendir berbasis aplikasi digital ini menetapkan tarif sebesar Rp 200 ribu untuk sekali transaksi kencan.
Pihak berwenang juga memastikan bahwa pria dan wanita yang terjaring dalam operasi senyap ini bukanlah penduduk asli daerah setempat. Perempuan yang bersangkutan teridentifikasi sebagai warga pendatang yang sengaja menyewa rumah kontrakan di wilayah tersebut khusus untuk dijadikan tempat operasional prostitusi.
Langkah tegas ini diambil sebagai komitmen bersama untuk menjaga ketertiban umum serta menyapu bersih penyakit masyarakat yang mengotori citra Kota Depok.















