
Siarandepok.com – DEPOK — BPJS Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) di Kota Depok pada Senin (13/7/2026). Langkah strategis ini dirangkai dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada sejumlah penerima manfaat oleh pihak manajemen. Melalui program teranyar ini, Depok dan Sumedang terpilih menjadi dua lokasi percontohan awal untuk wilayah Jawa Barat.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, mengungkapkan bahwa PEKA merupakan inovasi orisinal dari pusat yang dirancang agar program jaminan sosial tidak berhenti pada pemberian santunan tunai semata. Pihaknya berkomitmen menciptakan dampak jangka panjang dengan memberikan bekal keterampilan bagi para peserta pasca-klaim agar roda perekonomian mereka tetap berputar.
Dalam pelaksanaannya, program ini menyasar penerima manfaat dari beragam latar belakang profesi. BPJS Ketenagakerjaan memprioritaskan para pekerja yang sebelumnya terdaftar di sektor Penerima Upah (PU) maupun sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU). Khusus untuk wilayah Kota Depok, kuota program ini ditargetkan menyentuh sekitar 100 orang penerima manfaat pada tahap awal.
Guna memastikan pelatihan berjalan optimal, kurikulum dibuat sangat fleksibel dengan durasi belajar berkisar antara dua minggu hingga tiga bulan, menyesuaikan dengan jenis keahlian yang dipelajari. Agar materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan industri dan kewirausahaan, pelaksanaan kursus dipandu langsung oleh instruktur dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP/LPK) yang kompeten.
Keberhasilan program ini juga didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah, termasuk Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Pendidikan setempat. Sinergi ini sengaja dibangun guna menjaga kualitas standardisasi pelatihan serta mempermudah pengawasan perkembangan kompetensi para peserta.
Sebelum resmi mengudara di Depok, program PEKA sejatinya telah berhasil diuji coba di sejumlah kota besar di Indonesia seperti Mataram dan Surabaya. Lewat pembekalan keterampilan baru ini, negara berharap para mantan pekerja dan penerima manfaat dapat bertransformasi menjadi wirausahawan baru yang mandiri serta tangguh secara finansial.















