SiaranDepok –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut awal musim kemarau dimulai berbeda-beda untuk setiap wilayah Indonesia, dengan gelombang pertama memulainya pada April. Namun, ada sedikit wilayah yang memulai lebih dulu pada Maret.
Dalam pembaruan pada akhir Maret, BMKG menyebut sebanyak 7 persen zona musim (Z0M) di Tanah Air telah memasuki musim kemarau.
Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan wilayah yang telah memasuki musim kemarau lebih dulu adalah sebagian kecil wilayah Aceh, sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT dan Maluku, serta sebagian kecil Papua Barat.
”BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia,” ujar Faisal dalam keterangannya, Minggu (5/4).
Sebelumnya, BMKG memperkirakan sebanyak 114 zona musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada April.
Wilayah yang masuk musim kemarau pada periode tersebut di antaranya pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir utara dan selatan Jawa Tengah, sebagian besar D.I Yogyakarta, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian kecil Sulawesi Selatan.
Pada Mei, BMKG memperkirakan sebanyak 184 ZOM (26,3 persen) akan masuk musim kemarau, disusul 163 ZOM (23,3 persen) pada bulan Juni. (Yuda)












