SiaranDepok.com — Suasana sore di pelataran Lapangan Sepak Bola Kukusan, Kecamatan Beji, kembali dipenuhi tawa dan langkah kaki yang saling bersahutan. Pasar Takjil Ramadan Kukusan atau yang akrab disebut PATRA Kukusan, hadir lagi menjadi denyut kecil kebahagiaan warga selama bulan suci.
Sejak pukul 14.00 WIB, satu per satu warga mulai berdatangan. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang singgah sepulang kerja. Aroma gorengan hangat, kolak manis, dan aneka minuman segar bercampur menjadi penanda bahwa waktu berbuka tak lama lagi tiba.
Martha Pradi Supriatna, warga Jalan Wali, Kelurahan Kukusan, mengaku hampir tak pernah melewatkan momen ini setiap Ramadan. Baginya, pasar takjil bukan sekadar tempat membeli makanan berbuka.
“Saya hampir setiap sore datang ke sini. Selain cari makanan berbuka, juga senang lihat suasananya ramai. Rasanya beda,” tuturnya, Senin (02/03/26).
Ia berharap ke depan jumlah stan UMKM bisa semakin banyak agar pilihan menu kian beragam dan pasar semakin meriah.
Hal serupa dirasakan Dwi Andri, warga Jalan Jaya Kusuma, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong. Meski harus menempuh jarak cukup jauh, ia tetap menyempatkan diri datang ke Kukusan.
“Memang lumayan jauh, tapi sekalian ngabuburit. Di sini menunya unik-unik, beda dari tempat lain,” ujarnya.
Digelar oleh Pelikan Organizer sejak Rabu (18/02/26) hingga Sabtu (14/03/26), PATRA Kukusan menghadirkan 29 tenant. Menariknya, sekitar 98 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM asal Kukusan. Kehadiran pasar ini bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kecil warga setempat.
Setiap sore, lapangan sederhana itu berubah menjadi ruang temu. Anak-anak berlarian kecil, orang tua berbincang santai, remaja berburu jajanan favorit sambil menunggu azan magrib. Di tengah hiruk-pikuknya, terselip harapan agar tradisi ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari cerita Ramadan warga Depok.
Lebih dari sekadar pasar, PATRA Kukusan telah menjelma menjadi ruang rindu tahunan—tempat kebersamaan, cita rasa, dan semangat UMKM lokal bertemu dalam hangatnya senja Ramadan. Asep










