SiaranDepok.com — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Stella Christie, angkat bicara menanggapi kegaduhan konten seorang penerima beasiswa LPDP yang viral dengan narasi “cukup saya WNI, anak jangan”. Stella menegaskan bahwa beasiswa dari negara adalah bentuk kepercayaan besar yang harus dijaga.
Menurut Stella, fenomena ini mencerminkan adanya pergeseran pemahaman moral, di mana beasiswa seringkali hanya dianggap sebagai fasilitas pribadi, padahal sejatinya adalah “utang budi” kepada rakyat Indonesia. Meski demikian, Stella berpendapat bahwa kontribusi untuk negara tidak melulu soal harus segera pulang, melainkan bagaimana diaspora mampu menjaga reputasi bangsa dan membawa dampak luas dari posisi strategis mereka di luar negeri.
Ia mencontohkan keberhasilan warga India di Silicon Valley yang mampu menarik investasi ke negaranya sebagai bukti bahwa pengabdian memiliki banyak bentuk. Stella pun mengajak para penerima beasiswa untuk tetap bangga dengan identitas keindonesiaannya di kancah internasional.
”Beasiswa itu bukan sekadar fasilitas yang bisa dinikmati cuma-cuma, ini adalah amanah dan utang budi kepada negara. Persoalannya bukan pada aturan yang diperketat, tapi pada rasa syukur. Memberi kembali kepada Indonesia itu banyak bentuknya, namun intinya adalah dedikasi untuk membuka peluang bagi sesama anak bangsa.” Stella Christie, Wamendikti Saintek. Asep










